Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Test DNA


__ADS_3

Kepala Daniel terasa akan pecah karena kedua orangtuanya selalu membicarakan tentang Angel dan kehamilannya. Karena itu pula Daniel tidak bisa berkonsentrasi, bahkan pekerjaan Daniel menumpuk di karnanya. Daniel memejamkan kedua matanya dan mulai berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang.


Tapi ketika matanya terpejam, Daniel seakan akan tengah menonton drama musikal dengan Angel sebagai tokoh utamanya, Angel diseret, dijambak, di pukuli dan diarak warga dan menjadikannya tontonan orang orang. Daniel seakan menyaksikan sendiri saat Angel di usir oleh pemilik tempat kost dan warga sekitar.


Angel menangis menyedihkan dan memohon dengan bahasa isyarat agar tidak diusir tetapi mereka tidak peduli, mereka mengusirnya dan meninggalkannya sendirian di tengah jalan, tanpa rumah, tanpa uang, dalam kondisi tengah hamil muda.


Sejak Thomas datang dan memberikan informasi tentang Angel, Daniel tidak bisa berkonsentrasi dan hati nya selalu terasa risau memikirkan kondisi Angel dan bayinya.


Daniel membuka matanya, netranya dipenuhi kemarahan yang membara. Daniel bangkit dari duduknya dan berseru "Kita pergi !"

__ADS_1


"Hah, pergi kemana ?" tanya Thomas tidak mengerti dengan yang Daniel bicarakan.


"Ke tempat orang orang yang lebih sampah dariku," jawab Daniel melangkah pergi dengan di ikuti oleh Bram yang memang sejak awal sudah siap disamping Daniel.


Thomas terlihat bingung, " jadi kau mengakui dirimu sebagai sampah ? wah, menakjubkan Daniel Wiratama si manusia dingin dan arogant mengakui dirinya tak berbeda dari sebuah sampah, ini sejarah !" ucap Thomas sambil berlari mengikuti Daniel dan asisten serba bisanya yang telah melangkah cukup jauh.


¤¤¤¤


"Apa kau lupa kau pernah tidak memakainya saat kita melakukannya sewaktu kita liburan di Maladewa dan kau mabuk saat itu," ujar wanita yang tak lain adalah salah satu pacar Roby yang bernama Karina.

__ADS_1


Ya, Roby mulai mengingat bahwa saat itu dirinya tengah mabuk dan meniduri karina saat diri nya sampai di penginapan, dan saat ini pacarnya tengah hamil. Sebenarnya kepergiannya kali ini ke Singapura bukan hanya karena urusan pekerjaan tetapi karena pacarnya berulang kali menelpon nya untuk mengajaknya bertemu dan sungguh Roby tidak mengira bahwa pertemuan ini membuat dirinya terkejut. "Apa kau yakin bahwa itu adalah milikku ? ayolah bahkan saat aku menyentuhmu kau sudah tidak per***n lagi bisa saja itu milik pria lain," ujar Roby dengan dingin. "Kau bisa melakukan test DNA saat bayi ini lahir dan sampai saat itu aku tidak mau tinggal sendirian di sini aku ingin kau ikut bertanggung jawab dan menjagaku sampai aku melahirkan anak ini."


"A--aku akan memikirkannya dahulu tapi ingat aku tidak akan menikahimu sampai aku mengetahui hasil test DNA setelah anak itu lahir aku akan menghubungi mu nanti, jangan menelpon ku sampai aku yang menghubungimu." ujar Roby sambil bangkit dan meninggalkan karina sendiri.


" Sial ! aku sungguh menyesal telah mengajaknya liburan ke maladewa waktu itu," maki Roby pada dirinya sendiri, bagaimana dia akan menjelaskan hal ini pada kedua orangtuanya ? sungguh rasanya saat ini kepalanya terasa mau pecah.


Suara getaran hp menyentak lamunan Roby membuatnya semakin pusing saat melihat nama mamanya yang tertera pada panggilan ponsel nya. "Ada apa ma ? aku sedang sibuk mengurusi pekerjaanku di sini," ucap Roby dengan ogah ogahan.


"Sayang, segera bereskan pekerjaanmu di sana papamu memanggilmu tuk segera pulang, mama tidak tahu ada apa tapi sepertinya papamu terlihat sedang kesal."

__ADS_1


"Huft....baiklah ma besok aku akan pulang secepatnya setelah aku membereskan pekerjaanku di sini, mama tidak perlu khawatir semuanya akan baik baik saja," Roby mendesah dan menutup ponselnya, tamatlah riwayatnya karena sepertinya papanya sudah tau tentang kehamilan karina, ia pasrah dengan kemarahan papanya yang mungkin akan ia terima sesampainya di rumah nanti.


Tbc


__ADS_2