Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Don't cry princess


__ADS_3

"Hiks....hiks.....mamah atit mah.....," ucap balita cantik itu saat Angel mengompres lengan kecil putri nya yang terlihat membengkak dan merah akibat perlakuan kasar wanita tadi.


" Mika... maafkan aku yang tidak bisa menjagamu sehingga wanita jahat tadi menyakitimu sampai lenganmu merah seperti ini," ujar saudara kembar nya yang sedari tadi menatapnya dengan sendu.


Angel yang sedang mengompres tangan putrinya mengelus lembut kepala putra nya, " Sky tidak salah...semua ini salah mama, jika saja mama tidak membiarkan Mika masuk sendirian maka wanita itu tidak akan menyakiti Mika. Maafkan mama ya sayang ?" isyarat jemari Angel pada kedua anak kembar nya.


" Hiks....hiks....cakit..."


" Sayang..." terdengar suara bariton yang tiba-tiba memasuki ruangan dengan nafas yang menderu. Daniel yang mendapat berita jika terjadi penganiayaan terhadap istri dan anak nya langsung menyuruh supir tuk segera melajukan kendaraannya agar sampai di perusahaannya dan melihat kondisi istri dan anak-anaknya.


" Huaaaa....papah.....hiks...hiks...." tangis putrinya semakin kencang saat melihat papa nya datang dan melangkah ke arah nya.


" Cup...cup....maafin papa ya princess," ujar Daniel seraya mencium puncak kepala putrinya dan memeluk tubuh putrinya yang sedang menangis di dalam pelukannya.


" Sayang...maafkan aku yang tidak becus menjaga kalian," ucap Daniel seraya menarik Angel ke dalam pelukannya.


" Papah....tangan Mika cakit niy," ujar gadis kecil itu seraya mengulurkan tangan nya yang memerah kepada papanya.


" Wanita kurang ajar ! berani nya dia melukai putri cantik ku ! Bram..." panggil Daniel kepada asistennya itu

__ADS_1


" Baik tuan muda." seakan mengerti apa yang Daniel perintahkan melalui tatapan matanya.


" Tuan muda maafkan kelalaian saya " ujar asisten Sarah membungkuk di hadapan Daniel.


" Mengapa kau tidak menjaga keluarga ku dengan benar ? Bahkan putriku terluka seperti ini ?!" ujar Daniel seraya menatap Sarah dengan tajam.


" Sayang...asisten Sarah tidak bersalah, tadi ia sedang berbicara dengan mama di hp. Kau jangan menghukumnya ya ?"


" Tidak nona muda saya pantas menerima hukuman karena lalai menjaga anda dan nona kecil."


" Pergilah ke Bram dan terima hukuman mu."


" Kalo kepalanya yang sakit kenapa kau malah memegang perutmu?" ujar saudara kembarnya dengan malas.


" Iiiiih....papah....Sekai tu.... " rengek balita cantik itu pada papa nya.


" Boy...." ujar Daniel seraya melihat pada putra nya.


" Sudah...sudah...Mika pasti lapar karena tadi belum makan siang. Kami pergi ke kantormu karena Mika ingin membawakan roti dan makan siang bersama mu."

__ADS_1


" Wah apa ini roti buat papa ?" ujar Daniel seraya mengambil kotak yang berisi roti.


Gadis kecil itu langsung berhenti menangis saat melihat papanya mengambil kotak roti yang tadi di bawa nya.


" Bugh..."


" Dangan papah....loti nya udah kotol kalna jatuh cama ante gayak tadi, huaaaa....papah jadi ndak bica mamam loti buatan Mika."


" Suuuut....don't cry princess...nanti Mika bisa membuatnya lagi tuk papa," ujar Daniel seraya mencium kening putrinya untuk menghiburnya.


" Mika dan Sky sekarang makan dulu ya, apa Mika tidak merasa lapar karena sejak tadi menangis terus ?" bujuk Angel.


" Mama bilang ayo kita makan, apa kamu tidak merasa lapar sejak tadi menangis terus ?" tanya saudara kembarnya seraya mengartikan isyarat jemari mamanya kepada saudari kembarnya yang belum memahami bahasa isyarat.


" Mah...Mika lapal niy tapek nanis mulu."


*


" Boy...what happen ? Apa Sky tidak menyukai masakan mama, kenapa dari tadi papa lihat kau hanya mengaduk-ngaduk makananmu ?" tegur Daniel dengan lembut pada putranya yang sedari tadi hanya menunduk dan mengaduk-ngaduk makanan yang ada di piringnya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2