Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Detik detik kelahiran bayi kembar


__ADS_3

Saat Daniel sedang melakukan meeting dengan Perusahaan Braun dari Jerman. Bram masuk ke ruang meeting dan tampak membisikkan sesuatu kepada Daniel seraya memberikan ponsel.



Sumber foto dari Pintrest


" Iya ma, ada apa ?"


"............"


Tiba tiba Daniel segera berlari ke luar ruangan dengan tergesa gesa. Bram segera mengambil alih meeting dengan Perusahaan Braun dan menyampaikan permohonan maaf karena saat ini Tuan Muda nya harus segera pergi ke rumah sakit untuk menemani istrinya yang akan melahirkan anak pertama mereka, cucu pertama penerus kerajaan bisnis Wiratama.


Dan di sinilah Daniel berada di sebuah kamar VVIP mewah sebuah rumah sakit ternama di ibu kota. Keluarga Wiratama menyewa satu lantai khusus untuk membuat Angel nyaman dan tidak merasa terganggu oleh kehadiran pasien lain, juga para pencari berita baik dari media cetak dan elektronik sudah menunggu di luar pintu masuk rumah sakit untuk menunggu berita kelahiran cucu pertama keluarga Wiratama.

__ADS_1


Helena terus menggenggam tangan Angel yang terus menerus meringis menahan sakit saat pembukaan masih berlangsung.


Semua orang dibuat cemas dengan kondisi Angel yang akan segera melahirkan. Daniel, Andrew dan Revan tentu saja berada di dalam ruangan itu. Sejak tadi, mereka semua harus menyaksikan Angel yang berjuang menahan rasa sakit dari pembukaan yang akan menentukan apa persalinan ini akan berjalan ceasar atau normal.


Daniel yang duduk agak jauh dari sofa menatap lurus pada Angel yang sedang duduk di ranjang rawat. Tentu saja kini Daniel merasa cemas sekaligus kesal bukan main. Kekesalan Daniel bukan tanpa alasan. Daniel sejak tadi menyarankan agar Angel melahirkan secara ceasar karena dirinya tidak tega melihat Angel yang terus menerus meringis kesakitan, tetapi Angel kekeuh ingin mencoba tuk melahirkan normal bayi kembarnya karena ia merasa dalam kondisi sehat. Daniel masih ingat apa yang Angel katakan saat terakhir mereka memeriksakan kandungan Angel.


" Aku ingin merasakan perjuangan seorang ibu yang melahirkan. Jika masih memungkinkan aku ingin melahirkan normal, tolong izinkan aku melahirkan normal. Tetapi jika akan membahayakan nyawa kedua bayi kembarku, maka aku akan memilih prosedur persalinan ceasar."


Daniel mengusap wajah nya kasar dan tampak gelisah dengan berkali kali merubah posisi duduknya. Andrew yang melihat gesture dan wajah datar putranya hanya mendengus kasar. Rupanya Daniel tengah berpura pura tidak peduli dan mamasang ekspresi dingin di wajahnya, tetapi tipuan itu terbaca oleh Andrew ia mengetahui bahwa putra sulungnya tampak menyembunyikan kegelisahan hatinya menantikan detik detik kelahiran bayi kembarnya yang selama pemeriksaan tampaknya selalu menyembunyikan jenis kelaminnya.


Setelah menghilang beberapa saat, akhirnya Revan muncul saat Angel dibawa ke rumah sakit dan menunggu waktu persalinan tiba. Semula Revan mengajukan diri untuk membantu menangani persalinan Angel tetapi Daniel menolaknya dengan tegas. Daniel memilih tetap dengan rencana awal yaitu menyerahkan proses persalinan Angel pada sepupunya Clara karena sejak awal memang sepupunya itulah yang menangani kehamilan Angel selain alasan lain yang tak lain adalah Daniel tak sudi jika ada lelaki lain yang melihat organ intim istrinya walaupun ia seorang dokter.


Tentu saja masalah siapa yang akan membantu proses persalinan Angel kembali membuat perselisihan diantara kakak beradik itu. Untunglah Helena berada di sana dan dengan cepat menengahi keduanya. Kini ia mengetahui apa yang terjadi diantara kedua putranya itu, termasuk perasaan yang Revan miliki pada Angel. Entah dirinya harus merasa bangga atau harus menangis darah melihat kekompakan kedua putranya yang sama sama menyukai wanita yang sama. Tetapi Helena merasa marah atas sikap Revan yang ternyata dalang atas masalah yang menyebabkan menantunya sampai harus dilarikan ke rumah sakit bulan lalu.

__ADS_1


Karena peringatan tegas dari Helena jugalah kini kedua bersaudara itu bungkam dan menjaga jarak satu sama lain.


Clara dan tim dokter memasuki kamar rawat Angel untuk memeriksa keadaannya.


" Kak posisi salah satu bayi kembarnya tidak berubah, masih dalam posisi sungsang kita harus segera membawa kakak ipar ke ruang operasi. Suster tolong disiapkan. Paman..bibi mohon bantuannya agar dapat membantu di dalam Doa untuk kelancaran persalinannya dan membuat kakak ipar tidak panik," pamit Clara dengan tersenyum.


Angel menggeleng panik saat Helena akan melepaskan genggaman tangannya. Masih dengan menahan rasa sakit Angel menatap mertuanya dengan tatapan memohon agar mertuanya tidak melepaskan genggaman tangannya. Angel terlalu takut untuk menghadapi persalinan seorang diri. Helena yang merasakan kekhawatiran menantunya menepuk nepuk tangan menantunya untuk menenangkannya. " Tenanglah, mama dan yang lainnya tidak akan meninggalkanmu. Angel harus kuat ya kami akan mendoakan untuk kelancaran persalinanmu." ucap Helena seraya membantu perawat yang mengeluarkan cincin nikah dari jari manis Angel.


Sayangnya rasa sakit yang dirasakan Angel menggangu konsentrasinya dan melepaskan genggaman tangan Helena.


Daniel bangkit dari duduknya dan berjalan memgikuti langkah para perawat yang membawa Angel menuju ruang operasi.


Daniel menyamakan langkahnya dan berbisik di telinga Angel sambil menggengam jemarinya " Kamu harus kuat sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kembar kita. Aku akan menemanimu di dalam, tunggu aku sebentar lagi."

__ADS_1


Kakak kakak mohon maaf apabila beberapa hari ini saya lama up nya dan juga sedikit karena kesibukan dan juga si kecil yang rewel. Terima kasih banyak atas support nya selama ini dan selalu setia menunggu kelanjutan cerita Daniel dan Angel. 🥰


Tbc


__ADS_2