Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Interaksi manis pasangan suami istri


__ADS_3

Daniel memasuki kamar pribadinya dengan Angel, terlihat suasana kamar yang redup hanya lampu di atas nakas samping ranjang yang dinyalakan, ia melepas jas kerja dan melepaskan simpul dasi pada kemeja kerjanya lalu melangkah mendekat pada ranjang dan mendengus kasar melihat Angel tidur dengan kebiasaanya yang tidak elegan.


Daniel menggulung lengan kemejanya dan menyentuh perut bulat Angel dengan lembut, rupanya sentuhan Daniel membuat Angel terbangun. Ia menampar tangan Daniel " Dasar mesum, jangan sentuh sentuh !"


Daniel mengerutkan keningnya, dengan gerakan secepat kilat kini Daniel mengungkung tubuh Angel. Tubuh Daniel yang tinggi dan kekar berhasil membatasi pergerakan Angel dengan sukses.


"Karena aku sudah dipanggil dengan sebutan mesum, aku lebih baik merealisasikan tuduhan itu." Daniel menunduk dan mencium leher Angel sambil sedikit menyesapnya meninggalkan tanda kemerahan lalu turun menciumi sampai tulang selangka Angel yang memang terlihat karena gaun tidurnya yang berleher rendah.


Angel tentu saja berontak, ia menjambak rambut Daniel dengan kesal. Dirinya tidak mau disentuh oleh Daniel apalagi Daniel yang bukan siapa siapanya. "Lepas ! aku tidak mau disentuh oleh sembarang pria !"


"Aku bukan pria sembarangan Angel, aku adalah suamimu. Sudahlah anggap saja ini nilai yang harus kau bayar karena hampir menghabiskan siomay milikku," ucap Daniel setengah tidak sabar dengan situasi ini.


" Apa ? kau melakukan ini hanya karena siomay ? " tanya Angel sungguh tidak percaya dengan apa yang telah Daniel katakan, jadi Daniel.memaksa untuk berhubungan s3xual karena didorong kekesalannya ? terlebih kekesalannya karena hal sepele, yaitu karena Angel yang hampir menghabiskan siomay milik Daniel.


Daniel mengangguk, " Anggaplah seperti itu," jawab Daniel sekenanya tentu saja Daniel merasa gengsi dan tidak mau mengatakan hal sejujurnya, jika dirinya sudah mati matian menahan nafsunya sejak pertama kali bertemu Angel di desa.


Ya, Daniel sudah tidak bisa menahan dirinya. Godaan sensasi menajubkan saat menyentuh tubuh mulus Angel sudah membuat pertahanan dirinya runtuh begitu saja

__ADS_1


Daniel menyeringai dan menangkup kedua pipi chuby Angel dan mencium bibir lembut istrinya dengan penuh nafsu. Mau atau tidak, Angel harus memberikan apa yang Daniel mau, Harus !


Daniel akan memastikan jika malam ini Angel akan terjaga semalam suntuk dan mengenal apa itu kenikmatan duniawi yang sesungguhnya. Daniel juga akan mengajarkan hal hal yang akan membuat Angel senang.


Angel menggelengkan kepalanya dan mendorong dada Daniel dengan sekuat tenaga. Angel melotot garang pada Daniel dan memaki " Dasar berengsek !"


¤¤¤


Daniel terus menjaga jarak dengan Angel. Usaha Daniel untuk menjaga jarak seperti ini bukan tanpa alasan, masih lekat dalam ingatan Daniel bagaimana perlakuan Angel saat 2 minggu yang lalu saat dimana dirinya mencoba menyentuh Angel dengan alasan sebagai bayaran siomay yang Angel maka. Angel menendang adik kecil kebanggaannya hingga Daniel tersiksa oleh rasa sakit semalaman.


Malam malam selanjutnya Daniel tidak berani untuk mendekat pada Angel, karena sepertinya seakan akan Angel memiliki indra keenam dan terbangun saat Daniel akan mendekatinya.


Bertambahlah penderitaan Daniel selama dua minggu ini. Selain karena nafsunya yang tidak bisa tersalurkan, Daniel juga tidak bisa memakan siomay buatan Bram yang kini telah menjadi salah satu makanan favoritnya sejak Angel hamil.


Tentu saja Daniel harus menelan ludah berulang kali karena dirinya hanya bisa melihat Angel memakan siomay dengan nikmatnya.


"Nyonya muda, walaupun dokter memperbolehkan nyonya muda memakan siomay tetapi nyonya muda tidak boleh berlebihan, nyonya muda juga tidak boleh makan kerupuk terlalu banyak karena nanti nyonya muda bisa batuk dan panas dalam." ujar Sarah sembari meletakkan gelas yang berisi susu hamil di atas meja dan kopi panas untuk Daniel. Salah satu tugas Sarah adalah memperhatikan menu dan asupan nutrisi yang akan dikonsumsi oleh Angel.

__ADS_1


Angel yang semula tengah menikmati siomaynya mengangkat pandangannya dan menuliskan sesuatu pada notes di atas meja. Daniel berusaha untuk tidak peduli, tetapi melalui ekor matanya, ia tengah berusaha tuk mencuri pandang dengan apa yang Angel tulis.


Angel yang sadar dengan sikap Daniel itu berusaha tuk menutup tulisannya, ia langsung memberikan tulisannya pada Sarah.


Daniel mendengus kesal dan mencibir Angel. Sarah sendiri dan ke 2 pelayan pribadi Angel terlihat menahan tawa melihat interaksi manis pasangan suami istri itu.


Mungkin bagi Angel dan Daniel interaksi mereka ini adalah bukti jika keduanya masih memiliki bentangan jarak canggung sebagai suami istri, tetapi bagi orang yang melihat keduanya adalah pasangan suami istri yang sangat manis.


Sarah yang menerima notes dari Angel sengaja mengeraskan suaranya saat membaca tulisan tangan Angel. "Oh jadi nyonya muda sudah tidak mau memakan siomay lagi ? tapi nyonya muda juga tidak mengijinkan Bram untuk membuatkan siomay tuk orang lain ?"


Daniel kembali mendengus saat mendengar perkataan Sarah. Angel sendiri menggembungkan pipinya lalu mengambil notes untuk menulis sesuatu. Sarah kembali menerima tulisan Angel dan membaca isinya dengan suara bergetar menahan tawa, " Ahh...nyonya muda tidak senang saya membacanya dengan suara kencang ? maafkan saya nyonya muda, saya pastikan jika tuan muda Daniel tidak akan tahu jika nyonya muda menginginkan cumi goreng tepung buatan Bram untuk makan siang."


Angel mengerucutkan bibirnya, ia tahu jika Sarah sengaja mengeraskan suaranya agar Daniel mengetahui apa yang sudah ia tuliskan pada notesnya.


Daniel sendiri mengerutkan keningnya " Kenapa kamu selalu meminta sesuatu pada pria lain ? kau punya seorang suami, kenapa kau malah meminta macam macam pada pria lain ? Aku yang akan membuatkan apa yang kamu inginkan, jadi jangan harap Bram akan melakukan apa yang kau minta."


__ADS_1


Sumber foto dari google


Tbc


__ADS_2