
Yasmin sendiri tidak tau mengapa dirinya memiliki dorongan aneh seperti ngidam di kehamilannya yang hampir berjalan 7 bulan ini. Padahal di awal kehamilan Angel sama sekali tidak memiliki keinginan seperti ini.
Daniel menggeram "Aku bilang tidak ya tidak. Aku suamimu, yang akan membuatkan cumi goreng tepung dan bakso seperti yang kau inginkan untukmu. Aku tidak mau sampai anakku terbiasa memakan masakan pria lain bisa bisa nanti anakku memanggil Bram dengan sebutan papa."
Angel yang mendengar perkataan Daniel tak tahan untuk menggerakkan jemarinya yang menggemuk untuk berbicara pada Daniel. " Kamu jangan mengatakan hal yang aneh aneh ! kamu bukan suamiku dan aku tidak mau keracunan memakan makanan buatanmu. Aku ingin Bram yang membuatkannya."
Setibanya di Rumah Sakit ternama di ibu kota, Daniel menarik lembut tangan Angel keluar dari mobil hingga masuk ke bagian dalam rumah sakit. Sepanjang perjalanan Angel terus bertanya pada Daniel " Mengapa kita berada di sini ? siapa yang sakit ? dan ada perlu apa kita ke rumah sakit ?
" Telingaku yang sakit karena dari tadi mendengar pertanyaanmu, aku ingin bertemu dengan anakku," jelas Daniel kesal, Angel mengerucutkan bibirnya, tapi Bram memotong saat ia hendak bertanya lagi pada Daniel.
"Tuan semuanya sudah siap, Tuan tinggal masuk ke bagian Obgyn dengan dokter Clara," terang Bram.
" Baiklah, terima kasih Bram." ujar Daniel puas.
"Waktu direktur rumah sakit memberitahukanku bahwa pagi ini akan kedatangan tamu penting, aku kira siapa ternyata kakak yang datang, apakah ini istrimu kak ?" Seorang dokter wanita yang masih muda tampak berjalan mendekati Daniel sewaktu Daniel masuk ke dalam ruangan Obygn.
__ADS_1
" Aku tidak tahu jika kamu dokter spesialis kandungan yang akan memeriksa istriku, ku kira kau masih bekerja di amerika. Perkenalkan ini istriku Angela Yasmin," ujar Daniel.
" Hallo, perkenalkan namaku Clara Evans, aku adalah adik sepupu Daniel dari pihak ibu," sapa dokter cantik yang mengaku sebagai adik sepupu Daniel itu. Ya dia adalah keponakan dari Helena, ibu sambung Daniel.
Angel menerima uluran tangan dokter wanita itu dengan canggung.
"Kak, sepertinya istrimu sedang mengandung anak kembar, untuk lebih jelasnya silakan kakak membantu kakak ipar untuk berbaring di ranjang."
Daniel membantu angel untuk berbaring di ranjang periksa, saat dokter Clara membuka baju dan menggulungnya sampai di bawah dada, Angel menahan rasa malunya karena Daniel berada di sampingnya dan melihat semua yang clara lakukan dengan antusias.
Tanpa sadar jemari Daniel Angel saling berpegangan, keduanya melihat calon anak kembar mereka dalam monitor dengan binar bahagia.
"Apa kakak ingin mendengar detak jantung anak kembar kalian ?" tanya Clara
Keduanya mengangguk dengan antusias. Saat mereka mendengar detak jantung anak kembar mereka yang terdengar seperti suara kuda yang tengah berlari kencang, sontak membuat Angel menangis bahagia. Jika sang ibu menangis bahagia saat pertama kalinya mendengar detak jantung anaknya, lain halnya dengan sang ayah, Daniel terlihat terpaku dengan mata yang berkaca kaca, ia sunguh merasa sangat takjub, suara detak jantung anaknya bagaikan suara yang sangat indah baginya.
__ADS_1
"Aku akan mencetak hasil usg bayi kembar kakak, supaya bisa kakak perlihatkan pada paman dan bibi di rumah."
"Apa yang kakak ipar keluhkan di kehamilan ini ?" tanya dokter Clara pada Angel.
Angel segera menuliskan sesuatu pada notes dan memberikannya pada Clara. " Tidak ada, aku hanya sering merasa kelelahan dan sering mengantuk," terang Angel.
"Itu normal untuk ibu hamil aku akan menuliskan resep beberapa vitamin untuk menambah darah untuk kak--- "Bagaimana dengan hubungan suami istri ? apakah aku boleh melakukan hal itu dengan istriku ?" potong Daniel bertanya dengan tidak tahu malunya membuat Angel menunduk dengan muka memerah menahan malu dan mencubit paha Daniel. "Akh....kenapa kau mencubitku ?"
Dokter Clara tersenyum melihat interaksi manis antara kakak sepupu dengan kakak ipar di hadapannya. "Kakak boleh melakukannya dengan kakak ipar dengan sangat lembut jangan sampai mencederai bayi kembar kalian dan juga jangan terlalu lama durasinya yang bisa membuat ibu dan bayi merasa kelelahan," terang Clara dengan tersenyum. Jika penjelasan dari dokter membuat Angel sangat malu lain halnya dengan Daniel, di wajahnya tampak terbit sebuah seringai yang menawan tetapi bagi Angel yang melihatnya seringai itu tampak begitu menakutkan baginya entah apa yang saat ini Daniel rencanakan, saat ini Angel rasanya ingin cepat keluar dari ruangan ini.
Sumber foto dari google
Tbc
__ADS_1