Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Teleconference


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah 2 setengah tahun keluarga kecil itu menjalani rumah tangga dan berperan sebagai orang tua yang baik untuk kedua anak kembar mereka yang sudah tumbuh dengan baik dan sangat aktif karena mereka dalam tahap golden age yang menyerap informasi apa saja yang mereka lihat dan dengar di usia mereka yang ke dua setengah tahun.


Daniel juga merubah sikap dan perkataannya yang kasar jika sedang menerima kunjungan kedua sahabatnya di rumahnya yang tentu saja untuk menganggu dirinya menghabiskan waktu dengan istri dan kedua anak kembar nya.


Angel juga semakin menggeluti hobi baru nya yang yaitu merancang baju untuk kedua anak kembar nya yang sangat aktif, Daniel merenovasi ruang kosong dekat ruang keluarga yang menghadap langsung dengan kolam renang dan taman belakang rumah nya menjadi workshop untuk istri tercintanya menyalurkan bakat baru nya yaitu membuat dan menjahit pakaian untuk anak-anak nya selain di sela-sela waktu luang nya masih mendesaign perhiasan di dalam buku sketsa nya.


" Yang tiba-tiba aku ingin makan marmer cake buatanmu," ujar Daniel saat istrinya membantu memakaikan dasi.


" Baiklah aku akan membuatkannya untukmu jadi saat kau selesai nanti kau bisa langsung memakannya, apa ada lagi yang kau inginkan ?" tanya Angel sesudah memakaikan dasi dan membantu suaminya memakai jas kerjanya.


" Tidak ada Yang, aku hanya ingin memakan marmer cake buatanmu saja. Makasih istriku sayang...cup...cup..cup..", ucap Daniel seraya memberikan ciuman di seluruh wajah istrinya.


" Sekarang bersiaplah, jangan biarkan mereka menunggumu terlalu lama," peringat Angel pada Daniel sejak saat tadi subuh Daniel meminta jatahnya dengan dalih biar semangat dan lancar saat melakukan teleconference dengan salah satu station berita luar negeri B** yang akan mewancarainya mengenai resesi ekonomi yang sedang melanda di negara-negara di dunia, saat banyak perusahaan-perusahaan banyak memberhentikan pekerjanya akibat dambak resesi ekonomi global tetapi Wiratama Grup dan DW Corp malah semakin kokoh menancapkan kukunya di negara lain dan membuat kerajaan bisnisnya semakin menjamur seakan resesi ekonomi global tidak dirasakan oleh kedua perusahaan mereka.


Ange mendengar suara tangis twins dari baby monitor saat dirinya sedang sibuk berada di dapur tuk menyiapkan bahan-bahan tuk membuat marmer cake seperti keinginan suaminya di temani dengan asisten pribadinya.


" Tampaknya nona kecil menangis karena tidak melihat tuan muda, biar saya saja yang menenangkan nona kecil."

__ADS_1


" Biar saya saja kak, takut nya nanti Mika malah semakin menangis jika melihat kak Sarah, kakak tolong bantu saya tuk menyiapkan susu tuk si kembar ya ?" isyarat Angel seraya meninggalkan dapur menuju kamar tidur kedua anak kembarnya.


" Mama...mama...hiks....hiks...papa ana ?" tanya putrinya yang menangis mencari keberadaan papanya yang tidak ia liat seperti biasanya di pagi hari saat putri cantiknya itu bangun tidur.


Angel lalu mencium kening twins sebagai ucapan selamat pagi dan mengelus punggung putrinya dengan sayang seraya menyeka air mata putrinya.


" Papa sedang sibuk sayang, mika ikut sama mama dulu ya, mika mau ?" tanya Angel dengan isyarat jemarinya.


Seakan mengerti dengan penjelasan mamanya putri cantiknya itu berenti menangis dan turun dari tempat tidurnya.


" Ahh bosan....papa ana ya ? Mika cayi papa ja," bisik balita cantik itu pada kembarannya.


" Di sini aja sama mama," ujar kembarannya seraya meletakkan botol susunya yang sudah kosong. Balita tampan itu meminum susunya dengan cepat lain halnya dengan kakak kembarnya yang selalu memainkan botol susunya.


" Mika mo cayi papa ja," ucap balita cantik itu seraya berjalan keluar mencari papa tampannya yang belum ia lihat sewaktu bangun tidur tadi.


" Loh kak, dimana twins, tadi saya lihat mereka berada di sampingku. Kakak tolong keluarkan kue nya jika oven nya sudah berbunyi, saya akan mencari dimana twins...semoga mereka tidak menganggu Daniel."

__ADS_1


" Papa ana ya koq ga da....papa...paa..."


" Kami juga merasakan dampak resesi ekonomi global tapi kami mengerti bahwa banyak karyawan kami adalah tulang punggung dan kepala keluarga, maka dari itu alih-alih kami memberhentikan mereka kami mengurangi cost di bidang yang lain untuk menutupi-------


" Brak !" tiba-tiba ada seseorang membuka pintu ruangan kerja Daniel dengan kasar dan tak lama terdengar suara cempreng putrinya, " Papa...xixixixi," tawa putrinya yang posesif kegirangan akhirnya dirinya berhasil menemukan dimana persembunyian papanya.




" Sial !! Aku lupa mengunci pintunya !" rutuk Daniel dalam hatinya seraya menetralkan ekspresi terkejutnya melihat putrinya memasuki ruangan kerjanya sambil berjoget kegirangan karena sudah berhasil menemukan dirinya dan berjalan mendekat ke arah nya dimana saat ini Daniel sedang melakukan teleconference dengan salah satu stasiun berita B** yang terkenal dan pasti saat ini jutaan pasang mata sedang melihat apa yang tadi dilakukan oleh putrinya.



papa Daniel yang sedang teleconference dengan B**


Tbc

__ADS_1


__ADS_2