
Reymond tidak bisa diam saja kala tuan Theodor sudah melayangkan bogem mentah padanya. Dia tidak menyangka jika di dalam ruangan itu ada tuan Theodor dan istrinya.
Baku hantam sudah tidak terelakkan lagi. Karena tuan Theodor sudah banyak diam saja melihat tingkah Reymond.
Sudah bisa dipastikan kalau yang babak belur adalah Reymond. Karena tuan Theodor memakai kekuatan penuh untuk menghajar Reymond.
Keributan yang terjadi di dalam ruangan itu terdengar oleh Alesandro yang memang sedang melintas di tempat itu untuk mencari keberadaan Jasmin.
"Theodor!." Alesandro berusaha menahan tuan Theodor yang terus saja menghajar Reymond.
"Reymond berusaha menyentuh Jasmin, kau masih mau melerai ku?." Tanya tuan Theodor begitu marah.
Mendengar hal itu, Alesandro tetap melerai tuan Thoedor hingga kini dirinya yang memiliki posisi untuk menghajar Reymond.
"Kau harus tahu, Reymond!. Aku sudah tahu kejahatan apa yang sudah kau lakukan pada Jasmin, calon istri ku. Tapi itu dulu, karena sekarang kau tidak akan bisa menyentuhnya lagi. Karena ada aku yang selalu melindungi calon istri ku."
Bugh
Pada akhirnya bogem mentah itu melayang pada wajah Reymond yang sudah babak belur sampai pingsan.
Tuan Theodor segera menghubungi Romi dan meminta Romi untuk mengurus semuanya.
Alesandro menghampiri Jasmin yang sedang menangis di dalam pelukan Gadis. Jasmin benar-benar selalu dihantui oleh kejadian buruk di masa lalunya. Bahkan karena kejadian itu bisa menghancurkan perasaan cinta dan harapannya untuk memiliki sebuah rumah tangga yang utuh.
"Semuanya sudah aman, sayang." Alesandro meraih tubuh Jasmin dan membawa ke dalam peluaknnya.
Sementara itu, Tuan Theodor membawa Gadis dan Darren keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan Alesandro dan Jasmin di sana.
Pembukaan restauran Gadis sudah di buka suara resmi untuk umum. Gadis yang ditemani oleh suaminya, mempersilakan para keluarga, sahabat dan tamu undangan untuk mulai mencicipi menu makanan yang ada di restauran nya.
Meski sempat diwarnai dengan kejadian yang membuat Gadis cukup terganggu, apalagi ini mengenai kakaknya. Tapi karena tuan Theodor dan Alesandro mampu mengamankan situasi tanpa ada yang tahu tentang insiden itu.
__ADS_1
Nyonya Mireya dan tuan Patricio begitu lahap menikmati menu yang di coba oleh mereka. Tidak lupa Nyonya Maria dan tuan Rizzo, ada Marco juga. Magdalena dan tuan Domonic serta Ramona dan Galang.
"Kamu senang?." Tuan Theodor memeluk Gadis yang sedang duduk di sebelah Darren.
"Sangat senang, tuan." Gadis memegangi tangan suaminya yang melingkar di bawah lehernya.
"Terima kasih." Ucap Gadis menatap tuan Theodor dengan penuh cinta.
"Untuk apa berterima kasih pada ku?. Ini semua hasil kerja keras mu." Balas tuan Theodor lalu mengecup kening Gadis berkali-kali.
"Saya tahu, tuan yang sudah mempermudah usaha saya dalam mendirikan restauran ini." Balas Gadis sambil mengelus pipi suaminya.
Tuan Theodor tersenyum, lalu melihat kanan kiri depan belakangnya, lalu mengecup bibir Gadis sekilas.
"Mumpung tidak ada yang melihat." Ucap tuan Theodor tersenyum.
"Aku, Pa. Aku melihatnya." Protes Darren sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Awww...Papa!." Teriak Darren memegangi tangan tuan Theodor.
"Tuan!." Gadis ikut kesal dengan apa yang dilakukan oleh suami pada anak pertamanya.
"Iya, sayang." Tuan Theodor mengusap pucuk kepala Darren lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang, kemudian berpindah pada pipi Gadis.
Sudah hampir menjelang tengah malam, restauran sudah akan tutup. Semua anggota keluarga sudah pulang dari tadi. Dan sekarang para karyawan sedang membersihkan area restauran yang tidak terlalu kotor.
Tuan Theodor dan Gadis masih di sana sampai restauran di tutup. Termasuk semua team sukses dari Gadis. Ada Erna, Jasmin, Rosario dan Alesandro. Mereka semua mengikutinya sampai closing.
Tuan Theodor mengumpulkan ke 13 Karyawan yang dimilikinya sebelum meninggalkan restauran. Kemudian membagikan sejumlah uang dengan nominal yang sama pada mereka semua. Karena dirinya dan Gadis sangat tahu, kerja keras mereka satu harian ini menjamu para customer yang membludak.
"Bagaimana kalau kita merayakan kesuksesan kita hari ini?." Alesandro mengajak yang lain untuk sekedar makan dan minum bersama atau hanya untuk sekedar kumpul bersama.
__ADS_1
Gadis menatap tuan Theodor, mengangguk mengiyakan untuk merima ajakan Alesandro karena demi Jasmin. Jasmin terlihat sangat murung, meski di tengah keramaian orang-orang.
"Baik lah, kita ikut." tuan Theodor dan Gadis segera masuk ke dalam mobil. Diikuti yang lainnya, masuk ke dalam mobil Alesandro.
.
.
.
Sampai di rumah Alesandro yang belum pernah di kunjungi oleh siapa pun. Baru merek yang datang pertama kali ke rumah yang dipersilakan untuk dirinya dan Jasmin.
Semua telah berkumpul di ruang tengah rumah besar megah nan mewah tersebut.
Alesandro menarik tangan Jasmin dan membawanya ke arah dapur.
"Bantu aku membuat minuman untuk kita semua." Jasmin hanya mengangguk, lalu mulai mengambil gelas dan meletakkan di atas nampan.
"Aku tahu tidak mudah untuk membuang masa lalu itu. Tapi kamu harus berusaha lebih keras lagi untuk melakukannya. Karena sekarang ada aku di sini yang akan menemani dan menjaga mu." Alesandro memeluk Jasmin dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Jasmin.
Jasmin memejamkan kedua matanya, dia merasa sangat kotor dan tidak pantas untuk pria mana pun. Terlebih pria baik seperti Alesandro.
"Aku tahu kamu wanita kuat dan kita akan bisa melewati ini. Dan asal kamu tahu juga, aku pernah beberapa kali main bersama wanita. Jadi aku pun bukan pria baik yang tidak pernah melakukan kesalahan." Alesandro tahu, pasti pikiran seperti itu akan ada memenuhi kepala Jasmin. Dia tidak ingin melihat Jasmin mundur dari hubungan mereka yang sebentar lagi akan di bawa ke tahap yang lebih serius lagi.
"Tapi..." Alesandro segera membalik tubuh Jasmin dan tanpa berkata apa-apa, Alesandro segera mendaratkan bibirnya pada bibir Jasmin.
Hanya menempel untuk beberapa saat, Alesandro menunggu respon apa yang akan ditunjukkan oleh Jasmin terhadap ciuman bibir ini. Tapi rupanya Jasmin hanya diam, namun kedua matanya terpejam seolah memberikan kode untuk melanjutkan apa yang terjadi saat ini.
Tuan Theodor yang hendak ke dapur menyusul Alesandro ke dapur, langkahnya terhenti karena adegan itu. Seketika tuan Theodor balik badan dan kembali ke ruang tengah serta meminta mereka untuk pulang. Karena Alesandro sedang menenangkan Jasmin dengan cara Alesandro sendiri.
Tidak ada yang berani membantah, akhirnya mereka pulang dengan menaiki mobil tuan Theodor , sekaligus untuk diantarkan pulang.
__ADS_1
"Apa tidak apa-apa tuan, meninggalkan kak Jasmin bersama Tuan Alesandro?. Nanti kalau kak Jasmin mencari kita bagaimana."