Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 49 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Malam semakin larut, di tempat yang berbeda namun keadaan hati yang sama-sama kalut. Keduanya masih belum bisa memejamkan mata yang begitu jauh dari rasa kantuk.


Tuan Theodor memeriksa ponsel dan melihat wajah Gadis yang memenuhi galeri ponselnya.


Tuan Theodor segera mengirimkan pesan pada Gadis dan berharap istrinya itu masih belum tidur dan mau menemuinya.


Sepuluh menit, tiga puluh menit hingga satu jam lamanya tuan Theodor menunggu di dalam mobil. Tapi Gadis belum juga keluar dan kemungkinan besar jika pesannya belum dibaca.


Tuan Theodor mengusap kasar wajahnya, malam ini harus dia lewatkan tanpa Gadis. Namun saat dirinya hendak menyalakan mesin mobil, senyum tuan Theodor mengembang ketika dirinya melihat Gadis berjalan kearah mobil miliknya dan langsung masuk.


"Aku senang kamu bisa menemani ku, aku sudah putus asa." Ucap Tuan Theodor kala Gadis duduk disampingnya.


"Saya tidak menemukan alasan yang tepat untuk keluar, makanya saya menunggu Bibi Dolores tertidur." Balas Gadis sambil beringsut mendekati tubuh tuan Theodor. Lalu keduanya saling berciuman dengan begitu menggebu. Hawa dingin yang mulai menyerang tubuh keduanya, karena malam ini hujan turun mengguyur mobil tuan Theodor.


"Kita akan melanjutkannya di apartemen." Ucap Tuan Theodor kala tautan bibir mereka terlepas. Gadis hanya mengangguk sambil mengelap bibirnya yang terasa masih basah.


Mobil tuan Theodor pun melaju dengan kencang menerobos pekatnya malam dan derasnya guyuran air hujan.


Bibi Dolores mendapati gelagat aneh Gadis sesaat sebelum keluar dari dalam kamar. Dan kini Bibi Dolores menemukan kenyataan bahwa di tengah malam seperti ini Gadis masuk ke dalam mobil milik tuan Theodor kemudian meninggalkan kediaman Nyonya Mireya.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi antara Gadis dan tuan Theodor?. Apa ini hanya perasaan ku saja?." Tanyanya pada diri sendiri. Lalu dirinya masuk kembali ke dalam kamar.


Gadis dan tuan Theodor segara masuk ke dalam apartemen setelah mobil terparkir di area VVIP. Keduanya saling berciuman, memanfaatkan waktu yang begitu sepi dan tidak ada orang yang berlalu lalang. Sehingga memberikan keleluasan untuk mereka saling mencumbu di tempat umum.


Keduanya semakin menjadi liar dan nakal ketika pintu apartemen sudah tertutup rapat. Tuan Theodor tidak ada hentinya memberikan gigitan-gigitan kecil yang sangat disukai Gadis. Meski pasti meninggalkan jejak kemerahan, tapi entah kenapa Gadis begutu menyukainya sampai sesekali melenguh atau pun mendesah.

__ADS_1


Pakaian mereka sudah tercecer di lantai, hampir berada di setiap tempat apartemen. Tuan Theodor dan Gadis yang melempar pakaian mereka dengan sembarangan.


Keduanya menyempatkan bercinta di kolam renang, tidak berselang lama pindah lagi ke area dapur, lalu berpindah lagi ke ruang tengah di atas sofa dan meja,terkahir mereka melanjutkannya kembali di dalam kamar tuan Theodor.


Mereka mencoba banyak macam gaya, dari gaya yang paling sederhana sampai gaya yang memiliki sedikit kesulitan namun mereka tetap bisa menikmatinya bahkan bisa sampai mencapai puncak secara bersama.


"Sudah, tuan. Saya sudah tidak kuat lagi!." Keluh Gadis menjauhkan tubuh polosnya dari tuan Theodor yang kembali berusaha mengungkung.


Tuan Theodor terkekeh geli namun tetap ingin mengungkung tubuh istrinya. "Aku belum puas, Gadis ku!. Mari kita bercinta sampai pagi lagi!." Tuan Theodor mengejar Gadis yang yang berlari tanpa busana menghindari kejaran tuannya.


"Kamu tidak bisa lari dari ku, Gadis ku!. Tuan Theodor mengejar Gadis yang berlarian di dalam kamar Tuan Theodor. Padahal saat ini sudah pukul lima pagi.


"Tuan, tolong hentikan!." Gadis memohon dan ingin berhenti berlari tapi rupanya tuannya masih bersemangat untuk mengejarnya, hingga Gadis memilih untuk keluar dari kamar tuan Theodor dan berlari kearah kamarnya meski tanpa busana.


Langkah cepat kaki Gadis seketika terhenti kala melihat hal yang paling ditakutkannya terjadi. Dan kini, saat ini, dirinya tidak bisa menghindar lagi dari kebenaran yang disembunyikan oleh dirinya dan tuan Theodor.


"Theodor!."


"Gadis!."


Nyonya Mireya tidak kalah syok dengan apa yang dilihatnya saat ini. Gadis dan Tuan Theodor sama-sama tanpa busana. Dan mereka tertawa bahagia.


Tuan Theodor segera ke kamar dan mengambil jubah untuk Gadis dan langsung memakai kimono untuk menutup tubuhnya sendiri.


"Aku tidak menyangka, Gadis. Kau seorang wanita yang begitu nakal, rela merayu majikannya untuk kesenangan kau semata. Padahal kau tahu Theodor sudah memiliki anak dan calon istri. Namun kau tetap mau tidur dengannya." Ucap Nyonya Mireya penuh amarah.

__ADS_1


Gadis memegang erat jubah yang baru saja dipakainya dengan wajah yang tertunduk lemas. Mengakuinya dirinya sangat salah dan salah.


"Ma, Gadis tidak seperti yang Mama lihat pagi ini!." Tuan Theodor mencoba membela Gadis. Tapi rupanya itu membuat Nyonya Mireya semakin murka, tanpa ada yang bisa menebaknya, Nyonya Mireya melemparkan vas bunga yang ada di sebelahnya kearah Gadis dan mengenai pundaknya.


"Mama..." Teriak Tuan Theodor bersamaan dengan tuan Patricio yang baru sampai di apartemen.


"Selama ini kita telah memelihara seorang pe***** di rumah kita, Pa!." Teriak nyonya Mireya sambil menunjuk kearah Gadis yang masih bergeming ditempatnya .


"Cukup, Ma!. Gadis bukan wanita nakal atau pun wanita yang Mama tuduh kan. Gadis istri ku, Ma!. Dia wanita yang sangat aku cintai!." Ucap Tuan Theodor dengan lantang, mampu menampar Nyonya Mireya dengan kebenaran yang lebih menyakitkan dari hanya sekedar tidur dengan putranya saja.


"Kau pasti berbohong!." Nyonya Mireya memegang dadanya yang terasa sangat sakit.


"Ma, apa yang dikatakan Theodor memang benar adanya. Gadis sudah sah menjadi istri putra kita, sah secara agama dan negara." Tuan Patricio ikut buka suara.


Nyonya Mireya menatap tajam pada suaminya, dangan wajah yang sudah merah padam karena amarah yang membuncah. "Papa tahu?."


Tuan Patricio mengangguk sambil memegangi tangan Nyonya Mireya.


"Kita akan bicarakan masalah ini dengan kepala dingin, Ma. Ini juga bukan kemauan Gadis. Tapi Theodor yang sudah memaksa Gadis untuk menerima pernikahan mereka."


"Aku baik pada wanita itu bukan untuk menjadikannya menantu ku, itu hanya bentuk rasa kemanusiaan saja. Sampai kapan pun aku tidak akan mau menerimanya sebagai memantu ku, hanya Violetta yang pantas untuk menjadi menantu ku." Ucap Nyonya Mireya sambil menyempatkan diri untuk meludahi Gadis tepat pada kepalanya. Sebab posisi Gadis yang menunduk.


"Mama!." Teriak tuan Patricio dan Tuan Theodor bersamaan. Kemudian Tuan Patricio membawa pulang Nyonya Mireya dari apartemen putranya.


Tuan Theodor membersihkan air ludah yang terdapat pada rambut Gadis tanpa rasa jijik. Tapi tidak ada sepatah kata terucap dari mulut manis tuan Theodor.

__ADS_1


"Saya mohon segera jatuh kan talak pada saya sekarang juga!." Tubuh Gadis merosot tepat dibawah kaki tuan Theodor.


__ADS_2