Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 60 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Gadis tersentak, sangat kaget dengan kedatangan Nyonya Mireya yang tidak tahu dari mana arahnya. Nyonya Mireya tanpa basa-basi langsung meminta Gadis untuk menggugurkan calon bayi yang ada di dalam perutnya.


"Lakukan secepatnya atau aku yang akan melakukannya dengan cara yang tidak ada akan pernah kau lupakan!." Ucapnya lagi sambil menyenggol tubuh Gadis cukup kencang sampai Gadis mundur beberapa langkah.


Ya, saat tuan Theodor tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan kabar Gadis yang sedang mengandung calon anak mereka. Tuan Theodor membagi kebahagian tersebut pada kedua orang tuanya. Berharap Mamanya mau menerima pernikahan dirinya dan Gadis karena kehadiran sang cucu. Tapi sangat berbeda dengan apa yang diharapkan, Nyonya Mireya malah semakin membenci Gadis sampai berpikir semalam untuk menghilangkan apa yang ada di dalam rahim Gadis.


Gadis menghapus air matanya. Menyembunyikan kesedihannya dari semua orang yang melihat padanya. Dia tidak jadi menemui Tuan Theodor di lantai paling atas. Dirinya segera pergi dari sana. Walau tidak tahu dia harus pergi kemana, tapi setidaknya dia bisa menenangkan diri.


Setelah menyusuri jalanan hampir satu jam, Gadis melintasi sebuah tanam yang cukup sepi. Hanya ada beberapa pedangan yang mangkal di sana.


Gadis mendaratkan bokongnya pada kursi besi yang berada di dekat sebuah pohon besar. Punggungnya bersandar pada batang pohon tersebut. Meluruskan kedua kakinya yang terasa pegal karena perjalanan yang cukup jauh dari kantor suaminya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?." Batin Gadis sambil menunduk, menatap perutnya yang masih rata.


"Aku memang tidak menginginkan mu karena alasan seperti ini. Bukan karena uang atau apa pun. Kalau saja Papa mu mau melepaskan aku, aku kan membawa mu pergi jauh dari sini. Tapi kalau Papa mu tetap menginginkan aku untuk selalu disampingnya, dengan sangat terpaksa aku harus menghilangkan mu. Aku harap kamu paham atau Papa mu yang seharusnya memahami kita." Batin Gadis sambil memegangi perutnya.


Gadis segera memesan ojek online langganannya saat menyadari dia telah melakukan kesalahan besar yang akan disesalinya seumur hidup. Paling tidak saat ini dia memastikan janinnya tidak ada masalah apa pun.


Sampai di sebuah rumah sakit besar, Gadis segera mendaftar pada poli kandungan dan dirinya harus menunggu dua orang lagi sebelum dirinya yang dipanggil.


Sementara itu di perusahaan, Tuan Theodor dibuat murka dengan kepergian Gadis yang tidak mengatakan apa-apa padanya. Ponselnya hanya berdering tapi Gadis tidak menjawabnya sama sekali. Dia sudah berpikir yang tidak-tidak mengenai kepergian Gadis setelah berbicara dengan Mamanya, itu yang terlihat dari CCTV.

__ADS_1


Tuan Theodor sampai meminta Romi untuk menjemput Darren dan membawanya pulang ke rumah kedua kedua orang tuanya. Setidaknya di sana ada banyak orang yang bisa menjaga dan mengajak Daren bermain.


"Tidak mungkin Gadis bisa pergi jauh dan selama ini." Tuan Theodor hendak meninggalkan kantor sebab pikirannya tidak bisa tenang. Membayangkan Gadis di luar sana seorang diri dengan kehamilan yang baru beberapa Minggu.


"Kau mau kemana?." Tanya Tuan Patricio yang berpapasan di depan pintu ruangannya.


"Aku tidak tahu akan yang Mama bicarakan dengan Gadis. Cuma sudah hampir tiga jam Gadis belum ke sini juga. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanya."


"Kau sudah menelpon Mama?."


"Aku tidak ingin berkata kasar atau melakukan sesuatu yang dapat menyakiti hati Mama. Lebih baik Papa saja yang bicara pada Mama. Kalau pun Mama tidak bisa menerima Gadis, setidaknya jangan menyakiti hatinya karena dia istri ku dan dia sedang mengandung anak ku, Pa."


"Baik lah aku akan bicara pada Mama. Cari lah Gadis dan semoga dia tidak kenapa-kenapa."


Tuan Theodor setengah berlari, rasanya kalau bisa terbang ingin sekali dirinya terbang supaya bisa cepat menemukan keberadaan Gadis.


Gadis merasa bersyukur dengan apa yang didengarnya dari penjelasan dokter kandungan mengenai janinnya. Tapi meskipun begitu segala kemungkinan tetap ada dan dia harus tetap terus mengeceknya secara berkala.


Gadis keluar dari ruangan dokter dengan resep vitamin ditangannya.


Setelah vitamin masuk ke dalam tas, Gadis mengambil ponsel lalu menghubungi tuan Theodor. Dirinya meminta di jemput setelah mengirimkan sherlock pada suaminya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama bagi tuan Theodor menemukan alamat yang dikirimkan oleh istrinya. Setelah mobil terparkir, tuan Theodor segera berlari menghampiri Gadis yang sudah terlihat dari kejauhan.


Pelukan begitu erat Gadis dapatkan dari suaminya. Tuan Theodor begitu lega setelah mengetahui keadaan Gadis dan calon bayi mereka dalam keadaan baik.


"Aku begitu sangat mengkhawatirkan kalian berdua. Pertama dan terakhir kalinya kamu melakukan hal ini, Gadis!." Gadis mengangguk di dalam pelukan hangat suaminya.


"Saya janji tidak akan pergi kemana pun, Saya tidak memiliki tempat untuk pergi." Jawab Gadis semakin mempererat pelukan pada tubuh suaminya.


Keduanya berjalan menuju mobil sambil bergandengan. Tuan Theodor tidak akan pernah membiarkan Gadis sendiri untuk melakukan apa pun, termasuk ke toilet.


Tuan Theodor masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gadis mengenai permintaan Mamanya. Itu pun setelah tuan Theodor terus saja mendesak bertanya terus menerus pada Gadis dan baru lah Gadis mau untuk berkata jujur.


Ingin tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh istrinya tapi Mamanya memang tidak menerima pernikahan mereka sangat tidak menerimanya. Tapi kalau percaya, bukannya Mamanya juga seorang wanita yang pernah berada dalam posisi Gadis saat ini. Jadi rasanya sangat tidak mungkin Mamanya bisa mengatakan hal keji tersebut.


Gadis pun menyampaikan apa yang menjadi pemikirannya selama di taman. Lepas Gadis maka calon anak mereka akan selamat tapi jika masih mau mempertahan Gadis disisinya, maka bersiaplah untuk kehilangan salah satu dari keduanya. Gadis atau calon bayi mereka.


"Jangan pernah macam-macam pada calon anak kita atau menyakiti diri kamu sendiri. Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika hal itu sampai terjadi." Ancam Tuan Theodor, sekaligus ingin memberikan pengertian pada Gadis jika mereka tidak akan pernah bisa pergi kemana-mana.


Biar lah dirinya menjadi monster sekalian asalkan mereka yang sangat disayanginya tetap berada disisinya.


"Tuan harus memilih kali ini, terkadang tuan tidak bisa mendapatkan semua yang tuan inginkan."

__ADS_1


"Kamu tidak bisa memberiku pilihan atau balik mengancam ku. Ingat Gadis!, jika sampai itu terjadi aku bisa pastikan kalau kamu akan terus menderita." Tuan Theodor segera keluar dari mobil. Tidak bisa dirinya terus menerus mendapatkan tekanan dari istrinya yang sudah mengambil alih seluruh hidupnya.


Menarik nafas lalu menghembuskan perlahan sampai dilakukan berulang kali lalu. Tuan Theodor memang harus tegas seperti itu pada Gadis, supaya Gadis tidak pernah berpikir untuk melakukan hal-hal konyol.


__ADS_2