Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 46 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Gadis bangun lebih pagi karena hari ini dirinya akan ke kampus. Menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah selesai, Gadis segera berangkat dengan memesan ojek online langganannya. Dia tidak ingin membangunkan suaminya yang masih terlelap tidur. Dirinya hanya membuat note yang diletakkan di atas meja makan beserta sarapan yang sudah dibuatnya.


Sampai di kampus, Galang dan beberapa temannya sudah menunggu. Untung saja Gadis membawa lebih sarapannya, karena mereka sudah menanti makanan darinya, termasuk Galang.


"Cepat habis kan, kita tidak memiliki banyak waktu." Ucap Gadis sambil menggelar makanannya.


Mereka berebut makanan yang menurut mereka sangat lezat pastinya. Terlebih makanan yang dibuat oleh kedua tangan Gadis.


Sementara tuan Theodor yang baru bangun, sudah tidak melihat istrinya di dalam kamar lagi. Tuan Theodor menarik nafas dan segera bangkit menuju kamar mandi.


Pakaian sudah disiapkan Gadis lalu dipakainya tanpa protes, dia keluar setelah mengenakan rapi pakaian kerja tersebut.


Senyum lebar menghiasi wajah tampan Tuan Theodor kala Gadis berpamitan padanya hanya memalui selembar note. Kemudian dia pun mulai menyantap sarapan terlezat yang pernah dimakannya. Menghabiskannya sebelum berangkat ke kantor.


Sedangkan di kantor, Nyonya Mireya sudah menunggu tuan Theodor hingga sudah setengah jam, tapi masih belum datang juga.


"Aku pulang saja, Pa. Mungkin Theodor telat datang ke kantor." Pamit Nyonya Mireya.


"Iya, Ma. Diantar supir saja ya pulangnya?." Tuan Patricio hendak menghubungi supir perusahaan.


"Tidak usah, Pa. Mama naik taksi saja." Tolak Nyonya Mireya sambil bangkit lalu mengecup kedua pipi tuan Patricio sebelum keluar dari sana.


Melihat sang Mama sudah keluar dari ruangan sang Papa, Tuan Dominic segera masuk namun mengetuk pintu terlebih dulu.


"Mama kemana, Pa?." Tanyanya setelah berada di dalam ruangan.


"Pulang, Theodor masih belum datang?."


"Belum." Jawab Tuan Dominic sambil duduk di depan tuan Patricio.


"Pa..."


"Ada apa?." Tuan Patricio mengangkat wajahnya dari pekerjaan yang sudah ada ditangannya.


"Sebenarnya Papa tahu kan tentang pernikahan Theodor?." Tanya Tuan Dominic hati-hati.


Tuan Patricio meletakkan beberapa berkas lalu mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur urusan Theodor. Masalah itu biarkan saja Theodor yang menyelesaikannya." Jawab Tuan Patricio tidak menjawab iya atau pun tidak.


"Apa Gadis wanita yang sudah dinikahi, Theodor?." Tanya Tuan Dominic lagi karena itu yang dari semalam sangat mengganjal dan menggangu pikirannya.


"Kita tunggu saja Theodor yang mengatakannya sendiri. Jangan asal menebak." Taun Patricio tidak ingin memperkeruh keadaan yang sudah dibuat rumit oleh tuan Theodor. Sehingga tuan Patricio menutupi sementara waktu masalah ini.


"Pa..."


"Ssbaiknya kau kembali ke ruangan dan lanjutkan pekerjaan lagi. Kau tidak akan mendapatkan informasi apa pun dari ku, karena informasi yang kita dapatkan sama dari Theodor. Jadi tunggu saja Theodor sendiri yang bicara."


"Iya, Pa." Tuan Dominic segera bangkit dan meninggalkan ruangan tuan Patricio sebab tidak mendapatkan informasi yang diinginkannya.


Nyonya Mireya yang sudah tiba di kampus. Segera mencari keberadaan Gadis setelah dirinya tidak bisa masuk ke dalam apartemen tuan Theodor, karena tentu saja kode akses yang sudah di rubah oleh pemilik apartemen.


Galang yang melihat keberadaan Nyonya Mireya segera menghampirinya.


"Tante Mireya..."


"Galang, untung saja aku bertemu kau di sini. Aku sedang mencari Gadis."


"Gadis masih ada kelas, mungkin setengah jam lagi baru selesai. Aku akan menemani Tante di sini sampai Gadis selesai." Galang menawarkan diri untuk menemani ibu dari wanita yang saat ini sedang dekat dengan dirinya.


"Iya, sama-sama." Galang menarik kursi dan mendudukinya.


Nyonya Mireya memesan minum untuk mereka berdua, tidak berselang lama minuman pun datang dan menemani duduk santai keduanya.


"Galang, kalau sudah berapa lama kenal dengan Gadis?." Tanya Nyinga Mireya setelah meminum sedikit jusnya.


"Sudah hampir tiga tahun, Tante Mireya."


"Apa selama itu Gadis pernah dekat dengan pria atau memiliki kekasih?. Karena setahu aku, Gadis anaknya kurang suka bergaul. Apa ada yang menyukainya?." Tanya Nyonya Mireya lagi,


Galang tersenyum lebar, saat Nyonya Mireya memberondongnya dengan beberapa pertanyaan mengenai Gadis.


"Kalau yang menyukai Gadis sangat hangat, Tante Mireya. Tapi Gadis tidak pernah merespon mereka semua. Karena bagi Gadis menjadi teman atau sahabat itu akan lebih baik. Jadi Gadis bisa dibilang sampai saat ini belum memiliki kekasih." Jawab Galang dengan jujur, sebab itu yang diketahuinya tentang Gadis selama ini.


Nyonya Mireya tersenyum lebar mendengar hal bagus mengenai Gadis. Setidaknya saat ini Gadis hanya berhubungan dengan Marco saja.

__ADS_1


Saat keduanya masih asyik mengobrol, Galang dan Nyonya Mireya menatap pada wanita yang berjalan mendekati mereka.


"Nyonya Mireya!. Nyonya ke sini, ada apa?. Kenapa tidak menelpon saya biar saya yang datang ke rumah?." Tanya Gadis saat sudah berdiri di depan Nyonya Mireya dan Galang.


"Iya, aku sengaja ingin mengajak kau pulang bersama." Nyonya Mireya menghabiskan minuman jusnya.


"Galang, terima kasih banyak sudah menemani ku mengobrol. Kau anak yang sangat menyenangkan." Ucap Nyonya Mireya sekaligus berpamitan karena harus segera pulang membawa Gadis.


"Iya sama-sama Tante Mireya. Hati-hati di jalan."


"Terima kasih, Galang."


Nyonya Mireya dan Gadis keluar dari kampus dengan menaiki sebuah taksi sudah menunggu mereka. Keduanya duduk di kursi belakang.


"Theodor mengubah kode akses masuk apartemen?."


Gadis berusaha bersikap setenang mungkin di saat keadaan yang mengharuskannya untuk berkata jujur.


"Iya, Nyonya Mireya."


"Apa ada wanita yang sering di bawa masuk ke apartemen oleh Theodor?." Gadis hanya menggeleng sambil membalas tatapan Nyonya Mireya.


"Bawa aku masuk ke apartemen, aku akan mengeceknya sendiri."


"Baik, Nyonya Mireya."


Gadis berdoa semoga saja tidak ada barang miliknya yang tertinggal di kamar tuan Theodor. Karena seingatnya tadi sudah dia rapikan dan dibawa ke kamarnya.


Sampai di apartemen setelah Gadis memberitahu kode akses masuk pada Nyonya Mireya. Gadis segera ke dapur untuk membuat air lemon sambil terus saja berdoa semoga apa yang disembunyikan tuannya tidak terbongkar saat ini.


Nyonya Mireya segera ke kamar putra pertamanya dan melihat seisi ruangan kamar, menelisik setiap sudut ruang itu. Berharap menemukan sesuatu yang bisa membawanya pada sosok wanita yang sudah di nikahi oleh putranya itu.


Sampai membuka lemari yang memang tidak dikunci oleh Tuan Theodor, namun sejauh ini belum menemukan apa pun. Hingga Nyonya Mireya membuka CCTV yang ada di dalam kamar tuan Theodor namun tidak juga dia menemukan apa-apa.


Nyonya keluar dari kamar tuan Theodor dengan tangan kosong sebab tidak ada informasi yang bisa dibawanya pulang.


Nyonya Mireya menghampiri Gadis yang masih di dapur. Lalu duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


"Gadis..." Panggil Nyonya Mireya, Gadis pun menghentikan aktivitasnya lalu berdiri di depan Nyonya Mireya.


"Kau sendiri dan Marco bagaimana, ini sudah lebih dari satu bulan?. atau kau mau pernikahan kalian bersamaan dengan pernikahan Theodor dan Violetta?."


__ADS_2