Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 27 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Pernikahan Tuan Dominic dan Magdalena akan di gelar dua Minggu lagi, semua persiapan sudah selesai 100% dengan menggunakan jasa Wedding Organizer.


Di waktu sisa dua Minggu ini, Tuan Dominic merasa sedikit ragu tentang pernikahannya. Karena selama ini perasaan cintanya sudah untuk wanita lain. Dia mau menerima pernikahan ini karena orang tua.


Seolah menemukan jalan buntu, Tuan Dominic berniat untuk mengungkapkan semua isi hatinya yang sudah lama terpendam pada wanita lain. Meski pun dia tidak tahu akhir dari pernyataan cintanya.


Merasa suntuk berada di ruangan kerja setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Tuan Dominic keluar dan berjalan menuju ruangan kerja Tuan Theodor.


Pandangan Tuan Theodor dan Gadis tertuju pada pintu yang terbuka tanpa ada yang mengetuk.


"Kalian sedang banyak pekerjaan?." Tanya Tuan Dominic sambil melangkah masuk mendekati meja kerja Gadis.


"Iya, Tuan Domonic." Jawab Gadis. Sedangkan Tuan Theodor kembali bekerja menatap layar monitornya. Namun tetap memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Tuan Dominic.


Tuan Dominic mendaratkan bokongnya pada kursi di depan Gadis dengan mencondongkan tubuhnya lebih dekat kearah Gadis.


"Pulang kantor nanti, aku akan menunggu kau di lobby." Ucapnya setengah berbisik.


"Saya tidak bisa, Tuan Dominic. Karena saya masih harus menyelesaikan semua pekerjaan ini." Tolak Gadis secara halus. Namun karena memang itu yang sejujurnya. Gadis sempat melirik pada Tuan Theodor yang masih fokus dengan pekerjaannya. Dia juga harus segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya.


"Hanya sebentar saja, Gadis. Tidak akan lebih dari tiga puluh menit." Bujuk Tuan Dominic memohon. Gadis menggeleng tetap menolak ajakan dari Tuan Dominic.


"Sebentar saja, Gadis. Aku hanya ingin bicara." Tuan Domonic tetap kekeh ingin mengajak Gadis untuk bicara. Tapi Gadis kembali menggelengkan kepalanya.


"Kau tidak dengar dengan apa yang dikatakan, Gadis?." Tuan Theodor menutup layar monitornya. Melayangkan tatapan tidak sukanya pada Tuan Dominic.


Tuan Domonic memejamkan mata frustasi sambil mengusap wajahnya. Dia selalu berhadapan dengan sang kakak yang selalu penuh dengan tekanan terhadap dirinya.

__ADS_1


"Kau tidak perlu ikut campur!." Ucap Tuan Domonic dengan nada tinggi.


"Akan menjadi urusan ku selama itu mengenai Gadis. Karena dia pelayan sekaligus sekretaris ku."


Gadis menatap sendu pada sosok pria yang sudah mengatakan hal itu. Tapi memang tidak ada yang salah dengan statusnya saat ini, itu pun untung saja Tuan Theodor tidak menyebutnya sebagai pemuas.


Tuan Dominic begitu frustasi dengan penolakan Gadis dan larangan dari Tuan Theodor. Hingga dia lepas kendali dan mengatakan semua isi hatinya di depan Tuan Theodor tanpa memikirkan apa akibatnya.


"Aku mencintai kau, Gadis." Ucapnya dengan suara lantang. Gadis menatap tidak percaya pada pria yang dikaguminya, ternyata memiliki peraaaan yang sama dengan dirinya.


Gadis kesusahan menelan saliva nya, dia menahan perasaan yang berubah senang dan sedih di saat yang bersamaan. Dirinya sudah sangat tidak pantas untuk Tuan Dominic.


Tuan Theodor melihat Gadis yang tertunduk, menyembunyikan kesedihannya.


"Kau dengar Gadis!. Aku cinta kau, Gadis!. Cinta!." Ucap Tuan Dominic lagi, dia mendekati Gadis dari arah samping.


"Kalau kau mau menerima ku dan menjadi istri ku. Aku akan membatalkan pernikahan ku dengan Magdalena dan aku akan bicara pada Mama Papa. Pasti mereka akan mengerti dengan keputusan ku." Lanjut Tuan Dominic sambil berjongkok di hadapan Gadis.


Tuan Dominic meraih kedua tangan Gadis dan menggenggamnya begitu erat.


"Bukannya kita sama-sama merasakan cinta itu?. Aku tahu, Gadis. Kau juga cinta pada ku." Tebak Tuan Dominic begitu yakin dan penuh percaya diri.


Gadis menggeleng lemah lalu menatap Tuan Dominic dengan sendu.


"Maaf kan saya, Tuan Domonic. Tapi saya tidak pernah memiliki perasaan apa pun pada Tuan Dominic. Jangan lakukan apa pun yang dapat menyakiti hati kedua orang tua Tuan Dominic dan Nona Magdalena. Sekali lagi saya tegaskan di sini, kalau saya tidak bisa menerima Tuan Dominic." Jawab Gadis berusaha menekan perasaanya dan bersikap biasa saja.


Tanpa Gadis duga, akibat penolakan darinya. Tuan Dominic begitu nekad menempelkan bibirnya pada bibir Gadis untuk beberapa detik. Hingga pada detik selanjutnya, tubuh Tuan Dominic terpelanting ke belakang karena di tarik kuat oleh tangan kekar Tuan Theodor.

__ADS_1


Gadis bangkit berdiri dan hendak menolong Tuan Domonic. Tapi Tuan Theodor memberinya kode untuk tetap diam di tempat. Karena Tuan Theodor sudah terlebih dulu mendekat pada Tuan Domonic.


"Jangan pernah kau menyentuh Gadis, karena dia sudah menjadi milik ku!." Ucap Tuan Theodor sebelum melayangkan pukulan pada wajah tampan Tuan Dominic, sehingga tubuh Tuan Domonic ambruk di atas lantai. Lebih sakit apa yang baru diketahuinya dari pada tubuh yang ambruk.


Gadis yang berdiam diri, sampai harus menutup mulut dengan keduanya tangan ketika pengakuan terdengar dari Tuan Theodor yang pasti akan merugikannya.


Tuan Dominic mencoba bangkit dan menatap pada Gadis cukup intens dengan luka yang berdarah pada ujung bibirnya.


"Apa benar, Gadis?. Apa benar yang dikatakan oleh Theodor, kalau kau sudah menjadi milik Theodor?." Gadis menggeleng tidak mengakuinya, tidak ingin menambah luka pada orang yang sudah lama dikaguminya.


"Apa kau sudah menjadi milik Theodor?." Tanya Tuan Dominic lagi. Gadis masih menggeleng lemah dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Karena Tuan Theodor begitu emosi melihat Gadis tidak kunjung mengakuinya. Dia akan menunjukkan pada Tuan Dominic dengan caranya sendiri. "Kemari lah, Gadis!."


Gadis melangkah mundur mendekati pintu sebelum Tuan Theodor menerkamnya dalam kemarahan. Tapi sayang gerakannya kalah cepat dengan gerakan Tuan Theodor hingga tubuh mungil Gadis sudah berada dalam pelukan Tuan Theodor.


"Jangan sampai aku berbuat kasar, lakukan perintah ku dengan baik dan benar!." Ucapnya menuntut sambil meremas bokong Gadis.


Gadis mengangguk patuh.


"Kiss me!." Perintahnya lagi.


Di hadapan pria yang masih dikaguminya dan ternyata mencintainya juga. Gadis berjinjit mencium bibir Tuan Theodor dengan begitu mesra untuk beberapa lama. Hingga ciuman itu berbalas dari Tuan Theodor dan bahkan tidak segan-segan Tuan Theodor meremas salah satu gunung milik Gadis, sebelum Tuan Domonic pergi dari ruangan kerja Tuan Theodor dengan hati yang hancur berkeping.


Ciuman itu semakin menuntut lebih dan tuan Theodor mengunci otomatis pintu ruangannya. Sebab dia harus menuntaskan hasratnya.


Tuan Domonic yang masih berada di depan pintu semakin patah hati kala tahu jika Tuan Theodor telah mengunci ruang kerjanya. Pasti Tuan Theodor dan Gadis melakukan sesuatu yang belum dirinya lakukan pada Magdalena atau pun wanita lain. Dia hanya mampu melihat dalam koleksi blue film nya.

__ADS_1


__ADS_2