Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 87 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Pagi ini keadaan Jasmin sudah jauh lebih baik. Ya, walau pun belum ada obrolan apa-apa yang keluar dari mulut Jasmin. Gadis memutuskan untuk tidak kuliah hari ini, supaya bisa menjaga Jasmin di rumah.


Rosario dan Erna tetap berangkat bekerja setelah menghabiskan sarapan lalu berpamitan pada Gadis dan Jasmin.


"Kakak mau makan apa?, biar aku buat kan." Jasmin menggeleng sambil meminta Gadis untuk duduk di sebelahnya.


"Aku minta maaf sudah banyak merepotkan mu."


"Kenapa kakak harus minta maaf segala?. Kita adalah saudara jadi sudah sepantasnya aku membantu kakak sebisa ku."


Karena Jasmin baru mengetahui beberapa hari ini dari Rosario. Kalau orang yang telah membayar semua hutangnya dan juga Erna pada Paman dan Bibi nya adalah Gadis. Termasuk rumah dan pekerjaan yang diberikan oleh Romi.


Gadis yang harus membayar mahal dengan menjadi wanita tuan Theodor hingga mereka menikah namun tidak menemukan kebahagian. Meraka malah berpisah dan kehilangan anak mereka.


"Pria itu datang lagi, dia mengganggu dan akan membawa ku pergi. Tapi untung saja tuan Theodor datang menyelamatkan ku." Ucap Jasmin menceritakan ketakutannya pada Gadis.


"Jadi semalam pria itu akan membawa Kak Jasmin pergi?." Jasmin mengangguk namun tidak menangis. Cukup tenang Jasmin menceritakannya.


Gadis dan Jasmin sama-sama diam, mereka belum tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap pria itu. Atau apa yang akan terjadi pada mereka karena pria itu. Sebab sekarang Reymond mengincar keduanya.


Sebuah ketukan pada pintu yang cukup kencang membuyarkan lamunan keduanya.


"Biar aku yang buka pintu." Gadis berjalan kearah pintu lalu membukanya pintunya sedikit.


"Nyonya Violetta!." Gumam Gadis lirih dengan raut wajah yang cukup terkejut.


"Boleh aku masuk?." Tanya Violetta ramah pada Gadis.


"Iya Nyonya Violetta, silakan masuk." Ajak Gadis sambil membuka pintu cukup lebar dan langsung mempersilakan Violett duduk di ruang tamu. Begitu juga Gadis duduk di sana setelah mengambil minuman untuk mereka berdua.


Jasmin yang berada di ruangan tamu segara masuk ke kamar, mungkin dua orang wanita itu akan membicarakan hal yang penting dan dia tidak ingin menganggu.


Violetta menatap Gadis, wanita yang sangat dicintai oleh suaminya.

__ADS_1


"Sebelum ini, kita belum pernah bertemu sedekat ini dan berbicara banyak. Sekarang aku senang bisa menemui mu dan kamu juga mau menerima ku." Gadis mengangguk membenarkan sambil tersenyum.


"Aku datang ke sini ingin menyampaikan permohonan maaf ku secara langsung pada mu. Perkenalan kita di awal memang tidak pernah terjadi dengan baik sampai kita bertemu lagi malah semakin memperburuk keadaan kita.


"Tapi setelah Darren menceritakan tentang kamu dan aku melihat sendiri kamu yang dengan tulus mau menerima Darren dari masa lalu Theodor." Violetta menghela nafas panjang, semakin intens menatap Gadis.


"Maaf kan aku kalau aku sudah merusak kebahagiaan mu dan Theodor. Terima kasih banyak aku ucapkan dengan tulus pada Hanin, karena dia telah menyelamatkan nyawa ku dan calon adiknya. Aku benar-benar berterima kasih pada mu dan Hanin." Violetta menyeka air mata yang sudah menetas.


Gadis sudah mengikhlaskan semuanya, dan mungkin ini memang jalan hidupnya harus seperti ini.


"Aku dan Hanin sudah memaafkan mu, Aku dan Hanin ikut bahagia untuk kebahagiaan mu dan tuan Theodor dan juga anak-anak kali..."


Gadis tidak cukup kuat untuk melanjutkan kalimat terakhirnya. Namun dia berusaha untuk setenang mungkin berbicara pada Violetta. Tidak ingin membuat wanita itu berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya.


Violetta tahu, Gadis sedang berusaha baik-baik saja. Namun pada kenyataannya nama Tuan Theodor masih mampu mempengaruhi Gadis.


"Sekalian aku mau pamit pada mu, aku dan Theodor serta anak-anak mau pindah ke Italia. Aku tidak ingin pergi tanpa mengucapkan maaf dan terima kasih pada mu."


"Iya, kebahagiaan akan selalu menemani perjalanan mu dan tuan Theodor serta anak-anak." Kali ini Gadis mempu menyelesaikan kalimatnya.


Keduanya saling memeluk, berusaha berdamai dengan keadaan dan status mereka yang sekarang.


"Selamat tinggal, Gadis."


"Hati-hati Nyonya Violetta, tolong sampaikan salam ku untuk Darren."


"Iya Gadis, aku akan menyampaikannya pada Darren."


Violetta benar-benar sudah pergi dari rumah Gadis. Entah apa yang sedang dirasakan oleh Gadis saat ini, mendengar mereka akan meninggalkan negara ini dan menetap di negara yang baru untuk mereka.


"Kenapa aku harus ini dengan kebahagiaan mereka?." Tanyanya dalam hati sambil meneteskan air mata


.

__ADS_1


.


.


Violetta dan Tuan Theodor sudah berpamitan pada semua anggota keluarga yang lain.


Nyonya Mireya begitu berat untuk melepas pergi anak menantu dan kedua cucunya. Sebab cucu dari Magdalena masih harus menunggu waktu yang cukup lama sekitar enam sampai tujuh bulan lagi.


"Mama jaga diri baik-baik, ikuti apa yang dikatakan oleh dokter supaya cepat bisa pulih." Pesan yang disampaikan pada Nyonya Mireya mampu membuat hati wanita paruh baya itu tersentuh.


"Kau juga, jaga Violetta dan anak-anak dengan baik dan benar. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, kau harus lebih memprioritaskan keluarga." Ujar Nyonya Mireya sambil mengusap lengan tuan Theodor.


"Iya Ma."


"Jaga kedua cucu ku dengan baik, kalau ada apa-apa cepat kabari kami. Kami akan selalu merindukan kalian." Nyonya Mireya memeluk Violetta dengan begitu erat.


"Iya, Ma. Mama juga jaga kesehatan." Violetta menghapus air mata yang menetes pada pipi Nyonya Mireya.


Kini giliran Tuan Patricio yang berpamitan pada anak menantu dan cucunya. Setelah tadi membiarkan sang istri melakukannya terlebih dulu. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Mireya pada Violetta, tuan Theodor dan juga Darren.


Kini mereka semua pergi meninggalkan rumah besar itu. Romi yang mengantarkan keberangkatan mereka semua ke bandara.


Sampai di bandara, tuan Theodor meminta Violetta untuk membawa kedua anaknya untuk masuk terlebih dulu. Karena ada yang harus dibicarakan dengan Romi.


Romi memberikan laporan yang membuat tuan Theodor memijat pelipisnya. Tuan Theodor baru mengetahui kenyataan tentang Reymond hari ini.


Bagaimana Jasmin tidak ketakutan seperti itu, kalau Reymond yang sudah merusak hidupnya. Terlebih sekarang Reymond juga mengincar mantan istrinya.


"Kau harus memastikan keadaan Jasmin dan Gadis baik-baik. Kau tempat kan anak buah untuk selalu mengawasi Reymond."


"Baik tuan aku akan melakukannya."


"Mungkin itu alasannya Rosario pindah ke rumah Nona Gadis."

__ADS_1


"Iya aku yakin Alesandro juga menjaga Jasmin dan Gadis. Tapi kau jangan segan-segan kalau sampai Reymond melakukan sesuatu yang dapat membahayakan Gadis."


__ADS_2