Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 103 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Empat hari yang lalu, Reymond sudah keluar dari rumah sakit karena sudah sembuh dan hanya pemulihan saja. Tapi sayang, Reymond hanya bisa menikmati waktu dua hari berada di rumah dan mendapatkan pemulihan yang semestinya. Karena Alesandro sudah membawa Reymond untuk berada di balik jeruji besi.


Tuan Theodor tidak ingin merusak kebahagiaan Ramona dan Galang yang sebentar lagi akan menikah. Jadi tuan Theodor menyerahkan semua masalah Reymond pada Alesandro dengan bantuan Alva dan dirinya juga. Karena di sini yang lebih bermasalah dengan Reymond ya Jasmin yang sebentar lagi akan menjadi istri dari Alesandro.


Kedua orang tua Reymond pun tidak bisa berbuat banyak, karena Reymond sudah mengakui semua kesalahannya. Jadi mereka lebih memilih menyerahkan urusan Reymond pada pengacara keluarga mereka dari pada harus mereka urus sendiri.


Mereka juga sangat sibuk dengan banyaknya pekerjaan, terlebih harus menjaga nama baik mereka di mata para klien.


Untuk hubungan kerja bersama Alesandro dan tuan Theodor tetap berjalan aman dan tanpa ada kendala. Bahkan pernikahan Ramona dan Galang tetap akan dilaksanakan dalam satu Minggu lagi. Hubungan mereka tetap berjalan baik tanpa terganggu permasalahan Reymond. Karena Reymond memang harus membayar semua kesalahan yang telah dilakukannya.


Alesandro sendiri sudah merencanakan pernikahannya dengan Jasmin yang kini sudah mulai menemukan lagi rasa percaya dirinya. Hal itu tentu saja di sambut baik oleh keluarga tuan Theodor dan juga Gadis. Dan untuk masalah keluarga besar Alesandro sendiri tidak ada masalah. Mungkin karena nama besar yang dimiliki tuan Theodor yang teramat di belakang nama adik Jasmin.


Kini Jasmin membantu Gadis untuk mengurus dan mengelola restauran. Walau ibu Yanti sangat keberatan dengan keputusan Jasmin untuk keluar dari panti, tapi bisa menahan Jasmin untuk tetap ikut bekerja padanya. Apalagi sudah ada calon suami Jasmin yang akan menanggung semua kebutuhan dan kesejahteraan Jasmin.


"Halo sayang." Sapa Alesandro yang setiap pulang kantor akan ke restauran menghampiri Jasmin dan pulang bersama ke rumah masa depan mereka.


Ya, semenjak kejadian panas itu. Alesandro meminta Jasmin untuk tinggal di rumah itu bersamanya. Dan Gadis tidak bisa berbuat banyak hanya meminta pada Alesandro untuk menjaga dan melindungi kakaknya.


"Halo, kamu mau makan atau minum air lemon atau mau kopi?." Tawar Jasmin sambil merapikan beberapa nota pembelian dan pembayaran.


"Aku mau kamu saja." Bisik Alesandro sambil mengecup pipi Jasmin.


Jasmin langsung cemberut karena pasti Alesandro seperti itu, sementara dirinya masih malu kalau harus di tempat umum seperti di sana, misalnya.


"Jangan cemberut seperti itu, nanti bibir mu yang aku cium." Seketika Jasmin memasang senyum yang sangat lebar ketika mendengar ancaman seperti itu.

__ADS_1


"Itu selalu lebih cantik sayang." Puji Alesandro sambil melihat kearah luar restauran yang memang sangat ramai. Ini merupakan jam orang pulang kantor dan banyak yang menghabiskan makan malam mereka di restauran milik Gadis.


Sementara itu di apartemen, tuan Theodor sudah mandi dan langsung menemani Daren dan Devan main di dekat kolam renang setelah pulang kerja. Sedangkan Gadis sedang menyiapkan makan malam setelah berciuman beberapa lama dengan suaminya sebelum menemui dan menemani kedua anak mereka.


Semua makanan sudah tersaji di meja makan, Gadis segara mandi dan mengganti pakaiannya. Kemudian menghampiri suami dan kedua anaknya di pinggir kolam renang.


"Sayang, ayo kita makan." Gadis berdiri di samping tuan Theodor sambil mengelus pundak suaminya.


"Ok, aku akan menggendong Devan. Kalian dukun saja ke meja makan."


Mereka meninggalkan kelom renang, Gadis dan Darren langsung ke meja makan, tuan Theodor masuk ke dalam kamarnya untuk menidurkan Devan. Tidak lam kemudian tuan Theodor menyusul ke meja makan.


Setelah makan malam, Darren ikut duduk santai di ruangan tengah dengan kedua orang tuanya. Dia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari Gadis yang merupakan ibu sambungnya. Justru Darren mendapatkan semuanya dari Gadis.


"Kamu sudah menelpon balik Mama Violetta." Tanya Gadis mengingatkan, karena saat makan malam berlangsung ponsel Darren berdering tapi hanya satu kali.


Gadis hanya mengangguk sambil mengusap rambut kepala Darren dengan begitu sayang.


"Sudah malam, sebaiknya kamu cepat tidur. Besok kita akan ke rumah nenek." Tuan Theodor mengusir halus putra pertamanya itu, sebab tangannya sudah memegangi salah satu dada Gadis yang terhalang oleh hijab.


"Mau melihat adik bayi uncle Dominic, Pa?." Tanya Darren hendak menengok wajah tuan Theodor, namun keburu di tahan oleh Gadis. Karena suaminya itu sedang bermain di dalam hijabnya.


"Iya sayang, besok kita menjenguk adik Julia." Balas Gadis langsung berdiri setelah berhasil mengeluarkan tangan tuan Theodor dari dalam sana. Kemudian Gadis mengantar Darren ke dalam kamarnya setelah Darren mengucapkan selamat malam pada papanya.


Julia nama anak dari Marco dan Elena. Wanita yang sangat malang, yang meninggal setelah melahirkan Julian. Marco sendiri menikah dengan Elena setelah sembuh dan kini benar-benar menjadi pria sejati.

__ADS_1


Gadis kembali keluar setelah menemani Darren sampai tertidur. Karena sangat mudah untuk membuat Darren tertidur, matikan saja lampu kamar pasti Darren langsung tidur tanpa banyak perlawanan lagi.


Sesampainya Gadis di sana, tuan Theodor segera membawa Gadis ke dekat kolam renang. Keduanya langsung memadu kasih di salah satu kursi yang ada di sana.


Keesokan paginya...


Tuan Theodor segera memboyong keluarga kecilnya ke rumah Nyonya Mireya, Mamanya.


Menjadi suami yang siaga bagi istri dan kedua anak mereka. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal semua kebutuhan mereka, baru lah tuan Theodor melajukan mobilnya meninggalkan area apartemen.


.


.


.


Darren begitu senang dengan bayi perempuan yang baru dua Minggu lahir ke dunia ini. Mungkin karena Devan laki-laki sama seperti dirinya jadi Darren biasa saja meski pun sangat banget karena itu adiknya.


Tapi pada Julia dia benar-benar ingin menjadi pelindung bagi malaikat kecil itu. Darren begitu menyayangi Julia karena ternyata teringat sosok Hanin yang tidak pernah dikenalnya dengan baik.


"Darren." Magdalena manggil Darren yang masih betah di dekat Julia. Karena Julia sudah tidur juga dari tadi.


"Sebentar lagi aunty." Jawab Darren lalu mengecup pipi gembul Julia. Baru lah Darren memenuhi panggilan Magdalena.


"Ayo makan kita makan, kamu sudah sarapan belum?." Tanya Magdalena saat di meja makan bergabung bersama yang lain.

__ADS_1


"Aku sudah makan aunty, tapi enggak apa-apa aku makan buah saja. Biar sehat dan kuat kalau nanti diminta jagain Julia dan Devan" Ucap Darren sambil tersenyum pada semua yang ada di meja makan.


"Kamu memang anak yang baik." Puji Ramona yang ikut makan di sana.


__ADS_2