
Nyonya Mireya seakan mendapatkan angin segar dan semangat baru dalam hidupnya setelah bertemu dengan Gadis beberapa hari lalu. Hal itu di sambut baik oleh semua anggota keluarga yang lain. Tentunya itu yang sangat diharapkan oleh mereka semua.
Seperti pagi ini, bila biasanya Nyonya Mireya tidak mau menyentuh makanannya, kini Nyonya Mireya langsung menghabiskan makanan yang sudah disiapkan oleh Bibi Dolores.
Meski semua hanya dilakukan di atas tempat tidur, tapi Nyonya Mireya tetap memiliki semangat yang tinggi. Apalagi siang ini akan ada dokter yang mengecek kesehatannya.
"Bibi Dolores, tolong panggilkan Theodor." Nyonya Mireya merapikan selimut yang menutupi kakinya.
"Baik Nyonya." Bibi Dolores keluar dengan senyum yang mengembang karena nampan berisi makanan sudah habis tanpa sisa.
"Gadis memang sangat luar biasa." Gumam Bibi Dolores yang langsung mencari keberadaan tuan Theodor.
Bibi Dolores hendak mengetuk pintu kamar tuan Theodor, tapi urung dilakukan karena bersamaan dengan tuan Theodor yang membuka pintu kamar.
"Ada apa, Bibi Dolores?."
"Tuan diminta ke kamar Nyonya."
"Iya, aku akan ke sana."
Bibi Dolores pamit undur diri dari hadapan tuan Theodor, berjalan menuju dapur. Tuan Theodor memasuki kamar Darren sebelum nanti ke kamar Nyonya Mireya.
Keluar dari kamar Darren, Tuan Theodor segera menemui Mamanya. Tuan Theodor tetaplah Tuan Theodor yang tidak bisa marah lama pada sang Mama. Setelah apa yang telah dilakukan Mamanya pada Gadis dan calon anak mereka.
"Mama mencari ku?."
"Iya, ada yang ingin Mama tanyakan."
"Apa?."
"Kau dan Violetta."
"Kami kenapa?."
Nyonya Mireya melihat keseriusan dari putra pertamanya. Dia tidak ingin menjadi penghalang lagi bagi tuan Theodor. Cukup sekali dia mengecewakan dan membuat tuan Theodor sangat bersedih.
__ADS_1
"Kapan kalian akan berangkat ke Italia?."
"Lusa, kami akan berangkat."
Sementara Gadis yang baru sampai di kampus, segera masuk ke dalam kelas dan duduk di salah satu kursi yang ada di belakang. Dia membuka ponsel dan melihat beberapa pesan yang masuk untuk memesan makanannya. Hingga tidak terasa kelas yang tadinya kosong kini sudah dipenuhi oleh mahasiswa yang lain.
Pandangan dan fokus Gadis kini tertuju pada dosen yang sudah mulai menerangkan di depan kelas. Gadis tidak pernah membuang kesempatan untuk mendapatkan ilmu dari siapa pun dosen yang mengajar di kelas.
Hampir dua jam lamanya Gadis berada di dalam kelas, berkutat dengan tugas dan beberapa catatan penting. Dan akhirnya selesai juga saat waktu sudah memasuki waktu shalat dzuhur.
"Gadis!, ada seseorang yang mencari mu di depan sana." Kata seorang mahasiswi cantik menunjuk ke depan taman yang ada di kampus, saat berhasil menemukan Gadis keluar dari mushola.
"Siapa?."
"Kurang tahu, tapi dia seorang pria."
"Oh, terima kasih."
Gadis berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh mahasiswi itu. Dan di sana Gadis tidak melihat ada orang yang dikenalinya.
"Hai wanita cantik!. Kamu mencari ku?." Tanya seorang pria yang memang tidak di kenal Gadis.
"Maaf, tapi aku tidak mengenal mu." Gadis hendak pergi dari sana, tapi di hadang oleh tubuh yang cukup atletis.
"Tadinya aku juga tidak mengenal mu, cantik. Tapi karena kecantikan mu membawa ku datang ke sini untuk menemui mu." Puji pria itu sambil memperkecil jarak antara mereka. Tapi dengan cepat Gadis mundur beberapa langkah.
"Perkenalkan, nama ku Reymond Reynaldi. Pria tampan yang mapan yang sangat memuja kecantikan mu." Lagi-lagi pria itu menggombal di depan Gadis. Yang nyatanya mampu menyita perhatian beberapa orang yang ada di sana.
"Reymond, maaf aku sudah harus kembali ke kelas. Karena jam istirahat ku sudah habis." Gadis memperlihatkan jam yang melingkar ditangannya dan sudah menunjukkan angka satu.
"Ok, cantik. Aku akan menunggu mu di sini." Reymond duduk di bangku yang ada di sana. Dan Gadis segera pergi dari sana tanpa mengatakan apa-apa.
Gadis segera mengirimkan pesan pada Rosario, untuk menjemputnya dari pintu belakang kampus. Gadis juga mengatakan alasan dirinya meminta untuk di jemput siang itu.
Rosario segera mengambil kunci dan meninggalkan ruang kerjanya. Langkah Rosario terhenti ketika berpapasan dengan Alesandro yang baru keluar dari ruang meeting.
__ADS_1
"Kau mau keluar?." Alesandro mengerutkan dahinya.
Rosario tidak menjawab, karena ternyata ada Galang yang ikut meeting di kantor. Dia hanya mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi pesan supaya Alesandro bisa membaca pesan yang dikirimkan Gadis.
Langsung saja Alesandro mengambil kunci yang ada di tangan Rosario. Dan segera berlari menuju lift yang terbuka.
"Apa ada hal penting?."
"Ya, seperti yang kau lihat." Rosario meninggalkan Galang yang masih bertanya-tanya. Hal penting apa yang membuat Alesandro sebegitu nya.
Hampir tiga puluh menit menunggu, Gadis sudah berada di dalam mobil bersama Alesandro. Dan Alesandro juga memberitahu Gadis untuk berhati-hati pada pria yang bernama Reymond itu.
Gadis sangat syok dengan apa yang dikatakan oleh Alesandro. Pria itu juga yang sudah menghancurkan hidup Jasmin waktu di Singapura. Dan Gadis baru mengetahui dari Alesandro kalau Raymond kakaknya Galang.
Sampai di rumah, Alesandro segera pamit karena sebenarnya dia meninggalkan pekerjaan yang sangat penting. Tapi menurutnya lebih penting membantu wanita yang menolaknya.
Jasmin yang hendak pulang dari panti, cukup kaget dengan keberadaan pria yang sudah merusak hidupnya.
"Tapi kenapa pria itu ada di sini?." Batin Jasmin merasa takut sehingga dia kembali lagi ke dalam panti.
Cukup lama Jasmin di sana, sampai menjelang malam. Semakin tidak berani lagi dia untuk pulang.
Jasmin memutuskan untuk pulang setelah temannya mengatakan kalau tidak ada orang degan ciri-ciri yang disebutkan oleh Jasmin. Jasmin mendekati motor dan mulai menyalakan mesin, namun tiba-tiba saja tubuhnya ada yang menarik dari belakang dengan cukup kencang.
Orang yang menarik Jasmin langsung masukkan Jasmin ke dalam mobil dengan paksa walau Jasmin berusaha berontak.
"Tolong!. Tolong!." Jasmin berteriak sekencang mungkin berharap akan ada yang menolong sebelum pintu mobil di tutup.
Seringai jahat dari seseorang pria yang sangat Jasmin benci terlihat jelas saat pria itu duduk di balik kemudi dan berhasil menutup pintu mobil. Setelah melepaskan penutup wajah yang digunakannya.
"Kau?."
"Aku bisa menemukan mu, bukan?. Dan kita bisa kembali bersenang-senang."
Siapa lagi pria itu kalau bukan Reymond.
__ADS_1
Setelah dari kampus Gadis dan sadar dirinya ditinggalkan di sana, akhirnya Reymond kembali ke kantor dan meminta pada anak buahnya untuk menemukan Jasmin. Dan di sini lah Reymond untuk memburu Jasmin.
Sepertinya keinginan Jasmin terlaksana. Sebab tidak lama ada seseorang dari luar yang mengetuk kaca mobil Reymond.