
Saat hari sudah mulai sore, Gadis baru bisa melakukan aktivitasnya secara biasa. Namun dengan sedikit gangguan dari suaminya yang sesekali tidak bisa melepaskan diri dari dirinya.
"Buat kan aku rendah lagi, tapi kurangi cabainya." Pinta tuan Theodor sambil memeluk Gadis dari belakang.
"Iya, saya akan menyiapkan bahan-bahannya." Balas Gadis sambil berjalan mendekati kulkas dan melihat persediaan yang ada di sana.
"Ada yang kurang?." Tanya tuan Theodor saat kulkas sudah terbuka.
Gadis menggeleng sembari mengeluarkan beberapa bahan dan buah segar yang dari dalam sana.
"Salad sayur jangan lupa, potongan buahnya untuk nanti setelah makan rendang." Ucap tuan Theodor yang masih setia memeluk tubuh Gadis dari belakang. Meski tidak nyaman, tapi Gadis tidak bisa menolaknya. Jadi dia menikmati proses memaksa ini, dengan membawa beban di belakang tubuhnya.
Hampir satu jam setengah mereka berada di dapur, menyiapkan untuk makan malam pertama mereka, sebagai pasangan suami istri. Tuan Theodor membantu Gadis sebisanya. Mengabaikan beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikannya.
Gadis dan tuan Theodor batu selesai mandi, saat ini Gadis hanya memakai lingerie yang berderet di lemari pakaiannya.
"Harus ya, makan menggunakan pakaian dinas seperti ini?." Gadis merasa sebal dengan sikap suaminya yang kelewat mesum. Memang sah-sah saja, di pakai di tempat sendiri dan di depan suami. Hanya saja dia harus selalu siap dengan serangan tuan Theodor yang tidak mengenal tempat.
"Harus sayang!. Aku menyukai keindahan tubuh mu dan aku tidak pernah merasa bosan untuk terus menatap dan menikmatinya." Gadis selalu di buat menggelengkan kepalanya dengan mulut manis suaminya. Tapi memang dari dulu pun tuan Theodor memang seperti itu.
Kini suami istri itu sudah mulai menyantap hidangan yang mereka buat bersama dan terasa begitu nikmat bisa di makan bersama orang terkasih.
Penutup menu, mereka menyantap postingan buah mangga yang memang sedang musim. Jadi sangat berlimpah.
"Rasa buah mangga ini jadi tidak terlalu manis bila di makan di depan mu, sayang." Rasanya Gadis ingin langsung duduk di pangkuan suaminya yang sangat gombal.
"Kalah manisnya dengan diri mu, sayang." Lanjut tuan Theodor sambil memasukkan potongan terakhir buah mangga itu.
"Tapi kenapa itu harus sampai habis makan buah mangga nya?." Cibir Gadis sambil menatap wajah suaminya.
"Iya habis, karena aku tidak pernah memalingkan pandangan ku pada wanita cantik yang ada di depan ku."
__ADS_1
Blush
Wajah Gadis sudah sangat memerah, antara malu dan tentunya sangat senang mendapatkan pujian yang terus menerus dari suaminya. Meksi terkesan sangat alay menurutnya.
Kegiatan mereka berlanjut di depan ruang tengah, dimana Gadis sedang bermanja pada tubuh sang suami.
Sementara itu, Darren yang sudah tidak sabar mau ke apartemen Gadis dan tuan Theodor harus menelan kekecewaan karena tidak ada yang bersedia mengantarkannya.
Padahal dia sudah membawa perlengkapan untuk menginap di sana.
"Kenapa Ma tidak ada yang mau mengantar ku ke sana?." Tanya Darren sambil melempar tas ke atas sofa.
Sejak pagi dirinya merasa dipermainkan oleh mereka. Yang pertama mereka bilang nanti siang mau mengantar, tapi tidak jadi dengan alasan tuan Theodor dan Gadis sedang pergi. Nanti sore katanya lagi. Sudah sore, masih tidak jadi lagi, katanya tidak ada supirnya. Nanti malam lagi katanya. Sudah malam, dia harus sangat kecewa. Malam ini tidak ada alasan apa pun.
Violetta hanya tersenyum menanggapi kemarahan Darren. Dia mengusap pucuk kepala Darren dengan begitu sayang. Lalu memberinya pengertian, Darren berbuat seperti ini karena dia begitu menyayangi Mama Gadis dan Papanya. Jadinya rasanya sudah tidak sabar untuk tinggal bersama mereka.
"Kamu bisa menunggu untuk waktu yang lama untuk menjadikan Mama Gadis Mama mu lagi. Apa kamu tidak bisa menunggu satu atau dua hari lagi sampai Mama Gadis dan Papa datang ke sini menjemput mu?."
"Tapi pasti kan Ma, Mama Gadis dan Papa akan ke sini menjemput ku?."
"Iya sayang, pasti mereka ke sini untuk menjemput kalian." Jawab Violetta.
"Sekarang kamu ganti pakaian lagi dan tidur ya."
"Iya, Ma." Darren segara bangkit lalu masuk ke dalam kamarnya, tapi sebelum itu dia menyempatkan diri untuk mencium kedua pipi Mama nya dan mengucapkan selamat malam.
Bukannya Violetta atau keluarga yang lain tidak mau mengantarkan Darren ke apartemen Tuan Theodor. Tapi mereka harus mengerti, saat-saat seperti ini yang sudah lama dinantikan oleh mantan suaminya.
Saat-saat yang tidak pernah Violetta dapatkan dari tuan Theodor. Saat pernikahannya dulu, dia yang selalu melakukanya di atas tubuh tuan theodor tanpa tuan Theodor bisa merespon setiap sentuhannya. Dia berusaha sendiri, bekerja keras sendiri untuk hubungan yang begitu menyakitkan namun sangat dia inginkan.
Sampai akhirnya dia berusaha untuk melepaskan hubungan yang tidak berjalan dua arah. Dia memilih untuk berdamai dengan hubungan pertemanan biasa yang akan bisa membawanya tetap memiliki hubungan baik dengan mantan suami dan keluarga dari manta suami. Serta tetap bisa melihat kedua anaknya tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang tidak kekurangan kasih sayang.
__ADS_1
Namun dia juga berharap, suatu saat nanti akan ada orang yang bisa mencintainya dengan tulus dan lebih besar dari cinta tuan Theodor untuk Gadis.
.
.
.
Pagi-pagi sekali, semua anggota keluarga sudah berkumpul di restauran Gadis yang akan di buka hari ini. Dan sudah terlihat beberapa tamu undangan yang sudah mulai berdatangan, tapi belum semuanya. Karena acaranya akan di mulai satu jam lagi.
Restauran yang sudah direncanakan Gadis cukup matang dan tentunya atas bantuan semua orang yang sudah mendukungnya.
Beberapa karyawan yang sudah di rekrut oleh Alesandro dan Rosario, memilki cukup kepandaian di bidang masing-masing.
Untuk promosi yang diberikan hari ini, adalah makan gratis semu menu yang ada di restauran miliknya. Gadis ingin memanjakan lidah para calon customernya dengan berbagai pilihan makanan enak nan lezat.
Dalam kesempatan ini, Darren tidak bisa jauh dari Mama Gadis nya. Bahkan dia rela berjalan ke sana kemari mengikuti langkah kaki dari Mama Gadis. Sampai menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
Gadis tidak merasa risih sama sekali dengan keberadaan Darren yang selalu mengekor padanya. Justru Gadis begitu senang saat Darren begitu bergantung dan sayang padanya.
Namun tuan Theodor cukup geram dengan apa yang dilihatnya, sebab dirinya merasa dihalangi oleh sang putra. Meski hanya untuk memeluk istrinya saja.
"Aku sungguh nervous sekali." Gadis membawa Darren menemui tuan Theodor yang kesal di pojok ruangan.
"Kenapa harus nervous, bukannya kamu ditemani oleh penggemar setia mu?." Tunjuk Tuan Theodor pada Darren.
Gadis hanya tersenyum menanggapi kekesalan suaminya pada Darren. Bahkan dengan iseng, Darren memeluk Mama Gadis dengan begitu posesif.
Pandangan tuan Theodor dan Gadis serta Darren kini tertuju pada Jasmin yang masuk ke dalam sana dengan suara tangisan.
Jasmin menutup wajah dengan kedua tangan kala seorang pria datang menghampirinya.
__ADS_1
"Reymond!." Teriak Tuan Theodor dan Gadis bersamaan ketika Reymond akan menyentuh wajah Jasmin.