Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 104 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Hari yang dinanti oleh Galang dan Ramona telah tiba. Pernikahan besar, mewah dan megah itu di gelar. Janji suci pernikahan sudah di ucapkan oleh Galang dan Ramona beberapa waktu lalu.


Senyum bahagia terpancar dari wajah tampan Galang dan wajah cantik Ramona. Kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang hanya bisa di pisahkan oleh maut saja.


Sudah tidak terhitung berapa kali Ramona dan Galang saling mencuri ciuman di depan keluarga dan para tamu. Mereka benar-benar mengekspresikan kebahagiaan mereka pada hari ini.


"Setelah ini kamu tidak perlu lagi meminum pil itu, karena aku ingin segera memiliki anak." Ucap Galang setengah berbisik di telinga Gadis.


"Iya sayang, semoga saja kita segara memiliki momongan." Balas Ramona di telinga Galang dan diakhir dengan sebuah kecupan singkat pada pipi Galang.


Tuan Theodor yang merasa gerah sekaligus geram melihat pasangan pengantin itu, segara melayangkan protes dengan cara menghampiri keduanya.


"Kalian tidak malu apa terus saja berciuman dan saling menggoda di saat masih banyak tamu?."


"Bilang saja kau cemburu pada kami, kak. Kau tidak berciuman dengan kak Gadis di tempat umum seperti ini." Balas Ramona mengejek kakak pertamanya.


Galang tidak berkutik dengan perdebatan kakak beradik itu. Dia lebih memilik diam, tidak ingin menengahi keduanya.


"Lagian orang juga mengerti kalau kami pasangan pengantin dan mereka juga pasti mengerti dan pernah muda juga." Lanjut Ramon tetap dengan nada yang mengejek.


"Kau ini!." Tuan Theodor segera pergi hadapan pengantin yang membuatnya ingin segera pulang menerkam Gadis.


Pernikahan mereka pun sudah selesai, para tamu dan kerabat sudah pulang dari beberapa jam yang lalu. Ramona dan Galang melanjutkan acara mereka di dalam hotel.


Tuan Theodor segera pulang ke apartemen tapi tanpa Darren. Karena anak satu itu mau ikut bersama Tuan Dominic dan Magdalena yang membawa Julia. Mereka ikut pulang ke rumah Nyonya Mireya dan akan menginap di sana.


Gadis segera menidurkan Devan ke dalam box bayi yang ada di dalam kamar mereka. Kemudian dirinya masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.


Belum juga selesai, Gadis sudah dikejutkan oleh kedatangan tuan Theodor yang sangat tiba-tiba.


"Kenapa harus kaget sayang, aku suami tampan mu." tuan Theodor membantu menggosok punggung Gadis dengan telaten.


Kamar mandi yang sunyi seketika berubah menjadi sedikit gaduh dengan suara-suara erotis keduanya. ******* dan lenguhan saling bersahutan dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Hingga setelah beberapa menit berlalu di dalam sana, pasangan itu kini berpindah tempat menjadi di atas tempat tidur.


Tuan Theodor menguasai tubuh indah Gadis di bawah sana. Memberikan kenikmatan yang terus saja membuat Gadis menjerit keenakan sampai keduanya mencapai puncak nirwana bersama-sama.


.


.


.


Selang tiga hari dari pernikahan Ramona dan Galang, tuan Theodor dan Gadis dikejutkan dengan persiapan pernikahan Jasmin dan Alesandro yang sudah selesai. Bahkan pernikahan keduanya akan di gelar besok sore di hotel dekat restauran Gadis.


"Aku tidak salah dengar kan?." Tuan Theodor memastikannya lagi pada Alseandro dan Jasmin yang duduk di depan dirinya dan Gadis.


"Seperti yang kau dengar, untuk apa lagi kami menundanya kalau semua sudah ok." Jawab Alesandro menegaskan. Dia menggenggam tangan Jasmin dengan begitu erat.


"Aku serius ingin menikahi Jasmin." Ucap Alesandro begitu serius.


"Iya kami sangat percaya kalau kalian berdua serius, hanya saja bagi ku ini terlalu cepat bahkan sangat mendadak. Kami saja belum menyiapkan kado untuk kalian" Tuan Theodor tidak mengira kalau Alesandro bisa cepat juga untuk urusan wanita.


"Kenapa kau jadi menyerang ku." Tuan Theodor tidak terima, lantas meninju lengan Alesandro cukup kencang. Alesandro hanya meringis kesakitan.


"Kami tidak butuh kado dari kalian, kalian bisa hadir dan merestui kami saja, kami sudah sangat senang." Balas Alesandro dengan senyum yang terus mengembang.


"Tentu saja kami akan datang untuk kalian."


Usai mengabarkan kabar bahagia mereka, Alesandro dan Jasmin pamit dari apartemen tuan Theodor dan Gadis. Mereka kembali ke rumah sebelum ke hotel tempat mereka akan melaksanakan pernikahan.


Tuan Theodor dan Gadis sudah harus bersiap untuk bisa hadir di acara pernikahan Alesandro dan Jasmin.


Malam yang dinanti oleh pasangan Jasmin dan Alesandro, akhirnya tiba juga. Mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri setelah Alesandro membuat drama dengan dua kali melafalkan ijab kabul atas nama Jasmin. Namun akhirnya bisa sah juga.


Gelak tawa dan sorak sorai terdengar di aula hotel tersebut. Mereka ikut merasa lega dengan berhasilnya Alesandro mengucapkan ijab kabul.

__ADS_1


"Tuan Alesandro hampir membuat ku mati berdiri kalau saja gagal mengucapkan ijab kabul." Keluh Rosario pada Erna.


"Sama aku juga, kalau sampai itu terjadi aku akan membawa Jasmin pergi dari sini biar Alesandro tahu rasa." Ucap Erna berapi-api. Dia juga sangat merasa khwatir.


Meski begitu, Jasmin sangat bangga pada suaminya karena mampu memperbaiki pengucapannya.


"Maaf sayang, aku benar-benar grogi." Alesandro merasa bersalah pada istrinya itu.


"Tidak apa-apa sayang. Sekarang kita sudah sah, jadi tidak perlu merasa bersalah seperti itu." Balas Jasmin begitu lembut.


Keluarga besar Alesandro dan tuan Theodor asyik bercengkrama di salah satu meja besar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Tidak jauh-jauh apa yang mereka bicarakan hanya seputar masalah bisnis. Alesandro dan Jasmin begitu senang melihat kedua keluarga itu begitu akrab berbincang.


Semua keluarga besar yang hadir mampu memberikan kebahagiaan tersendiri pada pasangan pengantin itu. Bahkan ada Ramona dan Galang yang langsung ke pernikahan mereka setelah pulang dari berbulan madu.


Tuan Theodor memeluk Gadis dengan begitu leluasa ketika Devan dan Darren di pegang oleh Mamanya Violetta. Ya, Violetta ikut bahagia dengan pernikahan Jasmin dan Alesandro. Tapi kedatangan Violetta tidak sendiri, karena ada seorang pria yang dikenalkan Violetta sebagai teman dekat.


"Kenapa seperti ini?." Tanya Gadis yang merasa aneh dengan sikap suaminya.


"Aku sudah memesan satu kamar di sini, jadi ayo kita pergi dan nanti kita bisa kembali lagi."


Tanpa menunggu jawaban dari Gadis, tuan Theodor sudah menarik lengan Gadis untuk membawanya pergi dari area aula.


Memasuki salah satu kamar yang sudah dipesankan oleh Romi, keduanya saling berciuman dan kedua tangan mereka sudah bekerja untuk melepas pakaian yang melekat pada tubuh mereka.


Tubuh keduanya sudah berada di atas tempat tidur, tuan Theodor membiarkan Gadis untuk memimpin jalannya percintaan mereka malam itu.


.


.


.

__ADS_1


TAMAT


Terima kasih yang sudah mendukung dengan Like, komen, vote dan Gift.


__ADS_2