
Wajah tampan tuan Theodor berubah menjadi sangat garang mendapati istrinya tidak ada di rumah sejak tadi siang sampai sekarang menjelang malam. Dan itu tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Setelah mengecek CCTV yang ada di rumah, Gadis pergi tanpa membawa apa pun dengan sesekali memegangi bagian perut.
Prang
Tuan Theodor membanting gelas yang ada didepannya, ketika Nyonya Mireya menemukan obat di dalam tas yang dipakai Gadis untuk melenyapkan anak mereka lagi.
Nyonya Mireya segara bertindak, menelepon pihak rumah sakit yang dekat dengan rumah mereka. Dimana rumah sakit itu masih milik saudara dari Nyonya Mireya. Dan Nyonya Mireya meminta dokter itu untuk menjelaskan semuanya, tanpa ada yang ditutupi dari tuan Theodor.
Tuan Theodor tidak percaya begitu saja dengan apa yang dijelaskan oleh dokter. Tidak mungkin jika dirinya kehilangan anaknya bersama Gadis. Dan tidak mungkin juga Gadis pergi dengan pria lain saat sudah menghilangkan nyawa anak mereka.
"Kau mau kemana Theodor?." Nyonya Mireya dan tuan Patricio mengejar putranya yang begitu kalut. Mereka tidak ingin kala tuan Theodor sampai melakukan sesuatu yang dapat merugikan dirinya.
Tuan Theodor tidak menggubris panggilan dari Mama dan Papanya. Dia segera membawa mobilnya meninggalkan rumah. Rumah sakit yang menjadi tujuannya saat ini.
Mobil sudah terparkir, tuan Theodor segara masuk ke dalam ruangan dokter yang menangani Gadis.
Bukan hanya penjelasan secara lisan namun juga secara medis yang didapatkan oleh tuan Theodor dengan sangat begitu meyakinkan. Sehingga sang dokter rela mengorbankan profesinya jika dia telah bicara atau melakukan kebohongan.
Tuan Theodor mengecek CCTV yang ada di rumah sakit juga, sangat terlihat begitu jelas saat Alesandro menggendong Gadis dengan kaki yang masih mengeluarkan banyak darah.
Dengan wajah dan senyum yang begitu sumringah, ketika Gadis keluar dari rumah sakit bersama Alesandro. Posisi mereka yang saling merangkul dan sesekali Alesandro memeluk Gadis dengan begitu posesif.
Tuan Theodor segera menghubungi Romi untuk mengecek keberadaan Alesandro dan menemukan Gadis secepatnya.
Api cemburu, marah dan kebencian mulai melahap habis tubuh tuan Theodor. Hingga membawa mobil dengan kecepatan yang paling tinggi untuk sampai di apartemen miliknya.
Apartemen itu kosong tidak ada siapa pun, tidak ada barang Gadis yang hilang atau berpindah tempat.
__ADS_1
"Aku bersumpah akan membuat hidup mu jauh lebih menderita dari pada sebelumnya." Tangan yang terkepal itu memecah kaca besar yang ada di kamarnya.
Tidak cukup sampai di situ, tuan Theodor memasukan semua barang-barang Gadis tanpa sisa ke dalam kardus, segera meminta pelayanan apartemen untuk membuang barang-barang tersebut.
Sementara itu Gadis yang masih terjaga di sebuah kamar hotel yang disewa oleh Alesandro, dengan penjagaan yang sangat ketat sebelum dirinya akan terbang ke Spanyol, negara asal Alesandro.
Gadis sudah memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dari kehidupan suaminya dan juga keluarganya.
Dia tidak menyangka akan sesakit ini berpisah dari orang yang sudah banyak memberikannya cinta dan kasih sayang.
Banyak sudah yang dirinya korban kan untuk menyelamatkan buah hatinya bersama tuan Theodor. Ternyata besar juga cinta yang dimilikinya untuk sang suami dan buah hati mereka.
"Semoga saja setelah ini kamu akan baik-baik saja. Maaf kan Mama sudah berusaha menghilangkan mu dengan sengaja. Maaf kan ku juga tuan, sudah pergi dari hidup tuan yang begitu sempurna." Gadis menangis masih dalam balutan mukena dan di atas hamparan sajadah yang dibelikan oleh Alesandro atas permintaan dirinya.
Tuan Theodor yang sudah tahu keberadaan Alesandro segera mendatangi tempatnya bersama Romi.
Bukan mulut yang bertanya baik-baik terhadap Alesandro, malah tiga buah pukulan yang sangat kencang mendarat pada tubuh Alesandro.
"Untung saja aku masih memandang Tuan Patricio sebagai orang yang baik, tidak arogan seperti putranya dalam menyelesaikan masalah." Alesandro bangkit lalu duduk, namun juga sesekali dia meringis kesakitan.
"Dimana istri ku?." Baru lah tuan Theodor bertanya dengan benar namun tetap dengan wajah yang sangar.
"Aku tidak bisa memberitahu keberadaanya, karena itu atas permintaannya sendiri. Dia yang datang pada ku untuk minta tolong dan aku perlu untuk membantunya." Jawaban Alesandro mampu semakin mengobarkan api yang sudah mulai mengecil di dalam diri tuan Theodor.
Tanpa ampun lagi dia langsung menarik kerah kemeja Alesandro lalu menyerangnya dengan membabi buta. Tapi kali ini Alesandro memberikan perlawan. Sehingga pada wajah tampan tuan Theodor terdapat beberapa luka yang diberikan oleh Alesandro. Namun Alesandro yang lebih banyak mendapatkan luka hampir di seluruh tubuhnya. Sampai tidak bisa bangun dan langsung tidak sadarkan diri.
Mendapati Alesandro sudah tidak sadarkan diri, Romi mengurus Alesandro dan meminta pihak rumah sakit untuk mengirimkan ambulance dan segera membawa Alseandro ke rumah sakit.
"Nyonya Mireya dan tuan Patricio sedang dalam perjalanan ke sini. Saya yang memberitahu mereka kondisi tuan yang terluka cukup parah seperti ini."
__ADS_1
Tuan Theodor merasakan sakit yang luar biasa bukan dari luka yang diberikan Alesandro, melainkan dari wanita yang sudah pergi meninggalkannya dengan membawa seluruh cinta dan kasih sayangnya. Tidak ada yang tersisa sedikit pun.
.
.
.
Gadis sudah berada di negara Spanyol tanpa adanya Alesandro. Karena sampai saat ini pun Alesandro masih berada di rumah sakit setelah dua Minggu mendapatkan perawatan.
Gadis hanya ditemani oleh sekertaris dari Alesandro yang bernama Rosario. Wanita muda yang begitu cantik namun sangat baik, sangat baik dalam menjaganya.
"Terima kasih banyak Rosario sudah mau menjaga kami dengan baik." Tidak ada hentinya Gadis selalu berterima kasih pada wanita muda itu. Dimana semua kebutuhan dirinya, Rosario yang sudah memenuhinya.
Seperti tadi siang, Rosario habis dari pasar membeli semua bahan makanan yang akan mereka buat untuk makanan mereka beberapa hari ke depan. Gadis hanya berdiam diri di dalam rumah.
"Iya Nyonya Gadis, sama-sama. Tuan Alesandro yang memintanya langsung pada ku untuk memberikan yang tebaik untuk kalian berdua. Jujur saja aku begitu senang bisa kembali ke negara ku. Nanti kalau tuan Alesandro sudah pulih, aku akan mengajak Nyonya untuk ke tempat ku."
"Apa dekat dari ini?, aku juga ingin lebih banyak tahu tentang negara mu."
"Cukup dekat, Nyonya Gadis. Paling sekitar tiga puluh menit dari sini."
"Kenapa tidak sekarang saja kamu pulangnya?."
Rosario menggeleng sambil tersenyum.
"Apa Nyonya Gadis lupa, kalau Nyonya Gadis sedang bersembunyi dari tuan Theodor?. Rumah ini, rumah paling aman yang memiliki sistem tingkat kemanan paling tinggi. Bukan perkara sulit bagi tuan Theodor untuk menemukan Nyonya Gadis jika Nyonya Gadis tinggal di tempat biasa." Jelas Rosario. Sebab dirinya sebelum menerima pekerjaan untuk menjaga Gadis, Rosario sudah mengetahui jalan ceritanya secara garis besarnya saja.
Gadis mengangguk sambil tersenyum kikuk. Rupanya sudah beberapa hari dirinya hidup tanpa tuan Theodor. Bagaimana sekarang nasibnya pria itu?, lalu bagaimana juga dengan status pernikahan mereka?.
__ADS_1