Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 40 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Tuan Theodor berdiri di bawah guyuran air shower yang begitu dingin kala usai bercinta dengan Violetta sebanyak dua kali dalam waktu yang relatif sangat singkat.


Malam yang seharusnya milik dirinya bersama Gadis malah menjadi milik dirinya dan Violetta. Menyesal pun sudah sangat terlambat karena semuanya telah terjadi secara sadar dan suka sama suka, tuan Theodor merasakan kembali nikmatnya tubuh Violetta yang selama ini hanya ada dalam setiap mimpinya.


Hampir satu jam berada di kamar mandi kini tuan Theodor sudah berpakaian rapi dan menatap wajah Violetta yang dibuatnya sampai lelah dan terlekap.


Tuan Theodor keluar dari kamar dan segera menuju pintu lalu berjalan tergesa-gesa menuju mobil.


Bayangan Gadis selalu menari di atas pelupuk matanya setelah kejadian dirinya tidur bersama Violetta.


Tidak butuh waktu lama, tuan Theodor sudah sampai di apartemen dan tidak mendapati Gadis di dalam kamarnya. Padahal Tuan Theodor sudah meminta Gadis untuk tidur dan menunggu di dalam kamarnya.


Berjalan dengan sangat tergesa menuju kamar Gadis, baru lah dia menemukan wanita itu tertidur meringkuk di atas tempat tidur. Perlahan tuan Theodor berjalan mendekati tempat tidur dan duduk di sebelah Gadis.


"Kenapa masih tidur di sini?." Tanya Tuan Theodor pada Gadis yang tertidur sambil mengusap rambut kepala Gadis dengan begitu lembut.


Gadis yang sebenarnya tidak tertidur sedang berusaha tidak terpengaruh dengan perhatian dan sikap lembut tuan Theodor padanya. Karena semuanya masih terasa abu-abu bagi Gadis, jadi dia tidak ingin menyerahkan semua perasaannya pada tuan Theodor.


"Malam ini malam pertama kita, apa kamu tidak ingin melayani ku saat kita sudah menjadi suami istri." Bisik tuan Theodor tepat di telinga Gadis dan mengecup cuping nya sebentar.


Gadis menggerakkan tubuhnya, seolah dia terganggu dengan pergerakan tuan Theodor. Keduanya matanya terbuka dan langsung menoleh pada pria yang masih memegangi pucuk kepalanya.


"Saya kira tuan tidak akan pulang." Gadis beringsut dan mendudukkan dirinya di sana.


"Kenapa masih tidur di sini?." Tanyanya pada Gadis.


"Saya merasa tidak pantas saja tidur di kamar itu. Jadi lebih baik saya tidur di sini." Jawab Gadis sambil tersenyum tipis.


"Kamu pantas untuk memiliki apa pun yang ada pada diri ku." Tuan Theodor mengecup bibir Gadis sekilas.


"Ayo kita pindah ke kamar ku. Dan kamu akan tidur di kamar itu bersama ku." Ucap Tuan Theodor menggendong tubuh Gadis dan langsung membawa ke dalam kamar miliknya.


Sampai di kamar, Gadis segera melepaskan pakaian tuan Theodor hingga tanpa sisa. Tubuh polos tuan Theodor tidak seindah biasanya karena ternyata sudah ada tanda kiss Mark yang begitu jelas terlihat di beberapa bagian tubuh atletis itu.


"Apa semua tanda itu, Nona Violetta yang sudah membuatnya?."

__ADS_1


Tuan Theodor menangkap ada kesedihan yang tersirat dalam sorot mata Gadis yang begitu teduh.


Tuan Theodor berjalan menuju cermin seluruh tubuh dan menatap dirinya di depan cermin, betapa kaget dirinya ketika dia tidak bisa menyangkal apa yang telah ditanyakan oleh Gadis.


Tatapan keduanya saling beradu di dalam cermin tersebut.


"Kalau benar Nona Violetta yang sudah menghabiskan waktu di tempat tidur bersama tuan beberapa saat lalu. Lalu apa tuan masih bernafsu dengan tubuh saya ini?." Tanya Gadis datar.


"Gadis, ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Ucap Tuan Theodor membalik tubuh dan mendekati Gadis.


"Lalu seperti apa tuan?." Tanya Gadis santai.


Hening untuk beberapa saat di dalam kamar itu. Gadis masih berdiri menatap wajah pria yang tadi pagi sudah menghalalkan dirinya.


"Kalau tuan belum puas dangan Nona Violetta dan karena saya hanya sebagai pemuas di sini, maka saya akan bekerja untuk memuaskan tuan malam ini." Gadis mulai perlahan melepaskan semua pakaiannya hingga tanpa sisa.


Tangan Gadis sudah berada di area sensitif tuan Theodor. Dia mulai menjalankan perannya sebagai seorang wanita pemuas sebelum statusnya berganti. Dia harus berhasil memuaskan tuannya seperti biasa.


Tuan Theodor merasakan semuanya terasa sangat berbeda malam ini. Dia tahu Gadis pasti sangat terluka dengan apa yang telah dilakukannya.


"Maaf kan aku!." Ucapnya lagi menatap ke dalam mata wanita yang baru saja disakiti hatinya.


"Kalau posisi saya saat ini masih sebagai wanita pemuas tuan, saya akan mengerti dan bersikap biasa saja saat tahu tuan mencari kepuasan lain di luar sana. Tapi saat ini sayangnya status saya sebagai seorang istri yang dimana saya tidak bisa bersikap biasa saja ketika tahu suami saya mencari kepuasan di luar sana. Ada sisi lain dalam diri saya yang terluka, apa lagi saya tahu jika Tuan dan Nona Violetta adalah mantan kekasih yang sampai berhasil melahirkan seorang anak. Dan sebentar lagi kalian pun akan menikah."


"Aku janji hal itu tidak akan terjadi lagi?."


"Jangan pernah berjanji apa pun pada saya kalau tuan tidak bisa menepatinya. Saya sudah siap jika tuan menginginkan perpisahan."


Gadis tidak ingin memakai terlalu dalam perasaanya untuk menyikapi masalahnya bersama tuan Theodor. Dia harus tetap bisa berpikir logis untuk masa depan dan pernikahan yang mungkin tidak akan bertahan lama.


"Jangan menghukum ku seperti ini. Aku sungguh sangat menyesal."


Gadis menggeleng lemah. "Jangan terlalu menyesali sesuatu yang dilakukan secara sadar dan tahu konsekuensinya. Berpikirlah secara jernih, selagi pernikahan ini baru beberapa jam yang lalu.


"Kalau tidak ingin saya puaskan malam ini, saya akan kembali ke kamar saya." Ucap Gadis melepas kedua tangan tuan Theodor dari wajahnya.

__ADS_1


"Gadis...Gadis...tolong maaf kan aku!." Teriak tuan Theodor memanggil Gadis. Tapi Gadis tetap berjalan keluar dari kamar dengan tubuh polos, meninggalkan tuan Theodor di dalam sana.


Air matanya bercucuran di sepanjang langkah kaki menuju kamarnya. Gadis memakai lengkap pakaiannya lalu mencoba menenangkan diri dengan berusaha memejamkan matanya.


Pagi datang menyapa, pesan sudah banyak yang masuk pada ponsel Gadis. Salah satunya dari Nyonya Mireya. Nyonya Mireya memintanya datang lebih awal ke hotel untuk ikut membantunya di sana. Gadis segera bergegas ke dapur, menyiapkan sarapan untuk tuannya.


Setelah selesai, Gadis membuat note dan di tempel di atas tudung saji persegi itu.


Dengan menaiki ojek online langganannya, Gadis sudah sampai di hotel dimana tuan Dominic dan Magdalena akan mengikat janji sehidup semati.


"Aku senang kau sudah datang Gadis. Coba tolong kau cek beberapa makanan yang ada di sana. Menurut ku rasanya kurang." Nyonya Mireya menuntun tangan Gadis, membawanya ke tempat semua makanan yang sudah tersaji.


Gadis mulai menyicipi setiap makanannya. Ya kalau dibandingkan dengan yang biasa dimasaknya memang ada perbedaan pada rasanya.


"Bagaimana menurut kau Gadis?."


"Memang ada sedikit perbedaan rasa Nyonya Mireya. Itu kembali lagi pada selera lidah kita."


"Ah aku lebih suka makanan yang kau masak, Gadis."


Nyonya Mireya meminta bertemu dengan Wedding Organizer yang bertanggung jawab untuk catering.


"Siapa yang bertanggung jawab untuk catering di sini?." Tanya Nyonya Mireya pada sekumpulan orang.


"Itu Nyonya, Tuan Miguel yang bertanggung jawab." Jawab salah satu dari mereka.


Nyonya Mireya dan Gadis segera mendatangi pria yang membelakanginya.


"Tuan Miguel!." Panggi Nyonya Mireya.


Pria yang merasa namanya di panggil itu pun membalik tubuhnya.


Senyum manis terukir pada wajah tampannya.


"Hai...Nona cantik. Kita bertemu lagi." Sapa Alesandro Migeul.

__ADS_1


__ADS_2