Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 98 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Tuan Theodor bisa menikmati apa yang dimiliki oleh istrinya dengan halal, dia mau bersusah payah untuk mendapatkan kembali wanita yang sangat dicintainya dengan cara yang lebih baik lagi.


Hampir saja tuan Theodor lupa untuk tetap menggempur istri cantiknya. Padahal sudah dari tadi Gadis merengek untuk berhenti, meminta waktu jeda supaya bisa menarik nafas dengan santai. Bukan di bawah pengaruh kenikmatan yang membuatnya lebih dari sekedar bernafas.


"Maaf sayang, habisnya kamu terlalu nikmat." Tuan Theodor menggulingkan tubuhnya di sebelah Gadis sambil menggigit pelan ujung puncak Himalaya yang kembali menantang.


"Tuan, saya sudah lelah." Gadis memiringkan tubuhnya menghadap dada bidang tuan Theodor.


Menatap wajah tampan suaminya yang terlewat matang. Namun tetap tampan dan gagah, apalagi setelah percintaan mereka yang begitu panas.


Tuan Theodor terkekeh geli, namun malam dia tuan Theodor tidak berniat untuk berhenti. Melainkan akan menggoyang Gadis sampai pagi. Menyalurkan kerinduan dan cinta yang sempat harus dipendamnya cukup lama. Sekarang waktunya pembalasan.


Tuan Theodor mengerahkan tangan Gadis untuk menyentuh pusaka nya yang sudah lebih tampan dari sebelumnya.


Gadis cukup tercengang dengan kejutan yang ditunjukkan oleh pria yang sudah berstatus suaminya. Perubahan itu memang sangat mencolok, tapi jika tuan Theodor tidak memberitahunya mungkin Gadis juga tidak akan tahu.


"Kapan tuan melakukan sunat?." Meski malu-malu, tapi Gadis menatap milik suaminya yang sudah berubah.


"Saat aku masih di Italia, setelah aku berpisah dari Violetta. Setidaknya aku berusaha belajar menjadi satu keyakinan dengan mu. Romi sudah banyak membantu ku, Mama dan Papa mendukung apa yang aku lakukan untuk mendapatkan mu kembali."


Gadis mengelap air matanya yang menetes di depan tuan Theodor. Merasa terharu atas apa yang dilakukan oleh tuan Theodor untuk dirinya. Dirinya pun masih harus banyak belajar untuk menjadi muslimah yang sejati.


"Tapi saya tidak bisa mengajari atau membimbing tuan?. Karena ilmu yang saya miliki belum banyak." Gadis kembali mengelap air matanya yang lagi-lagi turun.


"Kita akan belajar lebih berbaik bersama-sama. Kita kerjakan yang wajib-wajib saja dulu, ilmu yang paling dasarnya." Tuan Theodor merengkuh pinggang Gadis dan membawa ke dalam pelukannya.


Mengecup pucuk kepala Gadis berulang kali, lalu turun ke wajah dan berlabuh pada bibir yang selalu mengundang untuk di *****.


Ciuman panas terjadi dan bisa dipastikan akan berlanjut kemana dan berakhir seperti apa.


Sementara itu di rumah yang kini ditempati oleh Erna, Rosario dan Jasmin. Mereka bertiga dan bersama Alesandro sedang sibuk di ruang tengah. Karena untuk pembukaan restauran milik Gadis tersisa waktu hanya satu hari besok.


Keempat orang itu membagi tugas untuk membuat persiapan yang hanya tinggal 5% saja, karena selebihnya sudah di urus Gadis sebelum tuan Theodor datang dan membawa Gadis pergi dari rumah itu.


"Semoga kali ini Gadis benar-benar bahagia hidup bersama Theodor." Ucap Erna sambil mengerjakan tugas bagiannya.

__ADS_1


"Iya, aku juga berharap yang sama. Gadis bisa mengganti kesedihannya dengan kebahagiaanya bersama Theodor dan keluarga Theodor." Timpal Rosario.


"Ya, kalau sampai Theodor membuat Gadis menangis lagi, kita akan memberikan pelajaran yang menyakitkan untuk Theodor." Alesandro ikut menimpali. Dan dengan cepat ketiga wanita itu memberikan respon.


"Setuju."


Kemudian mereka semua tertawa lepas, mereka ikut merasakan bahagia untuk Gadis dan tuan Theodor.


Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Pekerjaan keempat orang itu sudah selesai sepuluh menit yang lalu. Waktunya bagi Alesandro untuk pergi dari rumah tersebut.


Erna dan Rosario yang mengerti dengan pasangan yang sudah menjalin kedekatan itu. Mereka meninggalkan ruangan tengah, masuk ke dalam kamar masing-masing. Kini menyisakan Jasmin dan Alesandro yang.


"Aku harus pulang."


"Iya, hati-hati."


"Hanya itu saja?."


"Lalu, apa lagi?."


Alesandro menunjuk bibirnya sambil dimajukan ke depan, mendekati Jasmin yang menutup wajahnya karena malu.


"Aku malu." Ucap Jasmin mengeratkan pegangannya pada bawah jas Alesandro.


"Hanya kiss." Balas Alesandro hanya mengecup salah satu pipi Jasmin cukup lama. Tanpa ingin menjelajah tempat lain yang sebenarnya sangat ingin didatangi. Tapi untuk malam ini, hanya seperti ini saja.


"Aku pulang." Pamit Alseandro menarik tangan Jasmin kemudian dipeluknya.


"Hati-hati." Balas Jasmin di dalam pelukan hangat Alesandro.


Alesandro segera meninggalkan rumah tersebut setelah melepas pelukannya pada Jasmin. Perasaan cintanya pada Jasmin memang nyata adanya, sudah tidak ada tempat lagi untuk nama Gadis di dalam hatinya.


Rasanya pun Alesandro ingin segera menikahi Jasmin supaya bisa berduaan dan bisa memiliki wanita cantik itu seutuhnya.


Sedari tadi Jasmin hanya guling-guling di atas tempat tidur. Belum bisa melupakan ciuman pada pipinya yang dilakukan oleh orang tercintanya. Rasanya memang membuat cukup melayang terbang.

__ADS_1


"Semoga aku juga bisa menikah dan hidup bahagia bersama Alesandro." Gumam Jasmin sambil memejamkan matanya, berharap bisa tidur nyenyak malam ini.


Keesokan paginya...


Tubuh mulus bagian belakang Gadis begitu terekspos dengan sangat sempurna. Bagaimana tidak, jika saat ini Gadis tidur tanpa mengenakan apa pun. Itu pasti karena keinginan suaminya.


Gadis masih betah memejamkan matanya kala setelah habis shalat subuh, dirinya kembali di gempur sebanyak dua kali. Belum lagi dari semalam, tuan Theodor tidak membiarkan Gadis tidur sedikit pun, dibuatnya mendesah dan melenguh.


Tuan Theodor yang baru masuk kamar, mengembangkan senyum penuh kebahagiaan. Malam pertama mereka berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Bahkan dirinya sampai pagi mengungkung tubuh istrinya, saling memuaskan keduanya.


Gadis tidak terganggu sedikit pun dengan pergerakan di atas tempat tidur, ketika tuan Theodor ikut bergabung di sana bersama Gadis.


Bibir nakal tuan Theodor menyapu punggung mulus Gadis. Sampai meninggalkan sensasi dingin dari lidah tuan Theodor. Baru lah Gadis mulai menggoyang sedikit tubuhnya.


"Kamu selalu cantik dalam keadaan apa pun." Bisik tuan Theodor sambil menjulurkan lidahnya menyentuh daun telinga Gadis.


"Eugh..." Gadis melenguh saat lidah itu semakin nakal di area bawah tubuhnya.


"Saya masih mengantuk." Protes Gadis namun tetap mengikuti gerakan usapan tuan Theodor pada bagian belakang tubuhnya.


"Aku ingin mengulanginya lagi, sayang." Tubuh tuan Theodor sudah menindih tubuh Gadis yang tengkurap.


Gadis tidak bisa mengatakan tidak pada pusaka tuannya yang sudah masuk melalui pintu belakang.


Sementara itu di tempat lain, Galang dan Reymond sedang sarapan bersama sambil mendiskusikan masalah pekerjaan.


Sebenarnya Galang masih tidak percaya kalau Reymond akan tertarik pada bisnis yang digeluti oleh keluarga mereka. Karena jiwa Reymond yang begitu bebas, tidak bisa duduk diam manja di kantor dengan hanya membaca laporan saja.


"Apa yang sedang kau rencanakan untuk perusahaan?." Tanya Galang merasa perlu curiga pada kakaknya itu.


"Memang salah kalau aku ingin mulia belajar ke kantor?."


"Tidak ada, hanya saja aku merasa heran. Pasti ada yang akan kau kejar."


Reymond tersenyum penuh arti pada Galang, namun Galang tidak bisa membaca isi pikiran Reymond. Hanya Reymond yang tahu apa yang harus didapatkannya.

__ADS_1


Reymond sengaja mendekati Galang di perusahan karena dia baru tahu kalau Gadis merupakan teman semasa kuliah Galang. Dan terlihat dari beberapa foto dan video yang yang diabadikan dari pernikahan Gadis dan tuan Theodor.


Kecantikan Gadis sudah menghipnotis Reymond,.sehingga Reymond ingin memiliki atau paling tidak mencicipi tubuh Gadis yang menurutnya pasti senang sempurna di balik pakaian yang serba panjang.


__ADS_2