Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 48 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Tuan Theodor benar-benar menggempur Gadis sampai pagi. Sampai Gadis kelelahan dan masih tidur di saat jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.


Tuan Theodor mengisi perut kosongnya dengan makanan yang ada di dalam kulkas. Tidak mungkin dirinya membangunkan Gadis yang sudah melayaninya sampai pagi.


Saat tuan Theodor kembali masuk ke dalam kamar, ponsel Gadis berbunyi dan itu dari Mamanya.


Tuan Theodor membawa ponsel Gadis keluar kamar lalu meletakkannya di atas meja dan membiarkannya berdering lama sampai mati sendiri.


Tuan Theodor melihat notifikasi yang masuk ke layar ponselnya Gadis, jika Nyonya Mireya mengirimkan sebuah gambar namun tuan Theodor tidak mengetahuinya itu gambar apa.


Hanya saja tuan Theodor bisa membaca satu baris pesan yang masuk dari Nyonya Mireya.


"Aku yakin pilihan kami akan sangat pas pada tubuh kau, Gadis. Aku dan Maria yang telah memilihnya. Marco juga sangat menyukainya."


Rahang tuan Theodor mengeras ketika membaca pesan tersebut. Dirinya sangat meyakini jika gambar yang dikirimkan pada Gadis adalah gambar sebuah gaun untuk di pakai Gadis saat peresmian hubungan Gadis dan Marco.


Saat dirinya meneguk habis wine di dalam gelasnya, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Memperlihatkan Gadis yang sudah segar karena baru selesai mandi.


"Kenapa tuan tidak membangunkan saya?. Tuan pasti belum sarapan ya?." Gadis segera menuju dapur hanya dengan memakai lingerie warna maroon.


Tuan Theodor mengekor lalu menarik kursi untuk didudukinya. "Aku sudah makan, makanan yang ada di dalam kulkas sudah aku habiskan. Kalau kamu makan kita beli saja, kamu tidak perlu memasak untuk hari ini. Karena aku ingin memakan diri mu terus menerus." Tuan Theodor menatap tajam segitiga Gadis yang memiliki warna senada dengan warna lingerie.


"Baik lah kalau tuan sudah makan, aku akan membuat mie instan saja." Gadis segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil mie instan kesukaannya. Ini pertama kalinya Gadis memasak mie instan di dalam apartemen tuannya.


Tuan Theodor melihat betapa cekatan dan gesit apa yang dikerjakan oleh istrinya. Aroma wangi mie instan sangat menusuk Indra penciumannya yang mampu membangkitkan keingintahuan akan rasa mie instan itu sendiri. Terlebih dibuat oleh tangan dingin Gadis yang membuat semua makanan menjadi super lezat dan nikmat.


Mie instan sudah tersaji di dalam mangkuk berukuran besar dengan menambahkan toping telur, sosis, sawi, irisan cabai dan keju yang super banyak.

__ADS_1


"Pasti rasanya sangat lezat sekali!." Tuan Theodor berpindah duduk menjadi di depan mangkuk mie instan tersebut. Sedangkan Gadis sedang menuangkan air minum dingin sebagai pelengkap makanannya.


"Tuan mau mencobanya?." Gadis menarik mangkuk tersebut jadi berada didepannya.


"Kamu mau membaginya pada ku?." Sudah berulang kali tuan Theodor menelan saliva nya, begitu tergiur dengan wangi yang dihasilkan mie instan tersebut.


"Tentu saja, tuan." Gadis hendak bangkit untuk mengambil mangkuk untuk tuan Theodor. Tapi tuan Theodor menatapnya heran kenapa Gadis harus bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana?."


"Mengambil mangkuk."


"Satu mangkuk berdua, memangnya kenapa?. Kita saja sudah saling menyatu dan bertukar saliva. Untuk apa lagi makan beda mangkuk."


Gadis tersenyum lalu pindah posisi duduk di sebelah tuan Theodor.


"Emmm...rasanya lezat sekali!." Begitu kuah mie instan mengenai ujung lidahnya dengan mata yang terpejam untuk beberapa lama.


"Aku baru melihat mu memakan makanan berkuah seperti itu?. Tanya Tuan Theodor kembali menyendok kuah lalu segera dimasukkan ke dalam mulut.


"Iya, tuan. Ini baru pertama kali semenjak saya tinggal di sini." Jawab Gadis jujur, dia pun tidak segera mengambil mie dan memasukkan ke dalam mulutnya karena sepertinya tuan Theodor sangat menyukainya. Bisa-bisa bukan dirinya yang menghabiskan malah tuannya.


Kebahagiaan dari hal sepele pun bisa Gadis rasakan, namun tentu saja itu tidak berlangsung lama. Sebab setelah mereka selesai memakan mie instan dan kembali ke ruang tengah untuk duduk santai dan menonton acara televisi. Raut wajah keduanya kembali muram ketika Gadis dan tuan Theodor melihat guan yang dikirimkan oleh Nyonya Mireya.


Tuan Theodor menatap istrinya yang terus saja melihat beberapa pesan yang dikirim oleh Nyonya Mireya dan ternyata ada satu buah cincin yang sangat cantik dan tidak kalah berkilau dari miliknya yang diberikan oleh tuan Theodor.


"Jangan pernah berpikir kalau kamu akan memakai gaun atau cincin itu!." Ucapnya tegas sambil menarik ponsel milik Gadis lalu menghapus semua pesan yang dikirimkan oleh Mamanya.

__ADS_1


Gadis hanya diam, tidak ingin berdebat apa pun mengenai hal ini. Kalau memang bisa, dirinya ingin sekali pergi jauh sementara waktu dari semua kerumitan ini. Lebih baik dirinya menerima Marco dari pada harus melukai hati banyak orang, terutama hati Nyonya Mireya.


"Akan aku pastikan, siapa pun tidak akan bisa memiliki mu. Sebab hanya aku yang paling berhak." Ucap Tuan Theodor sambil mencium bibir Gadis lalu pergi menuju kamarnya.


Gadis menatap kepergian tuan Theodor sampai menghilang di balik pintu. Meski ada rasa sakit karena telah mencintai pria itu, tapi dia juga masih bisa berpikir waras dengan tidak ingin membuat kegaduhan di dalam keluarga Nyonya Mireya.


.


.


.


Dua hari sebelum pertunangan Marco dan Gadis, rumah Nyonya Mireya sudah di sulap lebih menjadi sangat cantik. Gadis sudah diminta untuk tinggal di rumah besar itu. Dan untuk urusan pekerjaan kantor pun, Nyonya Mireya sudah meminta izin pada tuan Patricio untuk memberikan Gadis cuti. Dan tuan Patricio pun menyetujuinya demi istri tercinta.


"Kau sangat beruntung sekali, Gadis. Kau bisa begitu diterima dan disayangi oleh tuan Patricio dan Nyonya Mireya. Dan kau tahu sendiri, itu sangat lah tidak mudah bisa diterima dengan baik seperti itu." Ucap Bibi Dolores ketika Gadis membawa beberapa pakaian dan dimasukkan ke dalam lemari. Gadis hanya tersenyum tipis menangapi ungkapan sayang Nyonya Mireya yang tertangkap oleh mata Bibi Dolores.


"Bibi, Tiara dan Bibi Veronica sangat senang kau akan dipinang oleh tuan Marco. Yang kita sama-sama tahu, kalau tuan Marco sangat baik dan perhatian pada kita semua. Dia juga tidak pernah membedakan siapa pun." Lanjut Bibi Dolores. Gadis hanya tersenyum tipis lagi lalu duduk di samping Bibi Dolores.


"Kau sudah memberitahu, Jasmin?." Tanya Bibi Dolores. Gadis menggeleng, kalau pun dirinya harus memberitahu Jasmin tapi dia tidak ingin jika Jasmin datang dan melihatnya.


"Seharusnya kau memberitahunya, karena Jasmin hanya keluarga yang kau miliki satu-satunya."


"Mungkin nanti aku akan memberitahunya." Jawab Gadis seraya membuka pintu karena dari arah luar ada suara Tiara dan Bibi Veronica.


"Makan malam sudah selesai, tapi seperti biasa Nyonya Mireya lagi bersitegang dengan tuan Theodor.


"Ada tuan Theodor?." Tanya Gadis.

__ADS_1


"Ada, tapi sekarang sedang bersama Nona Violetta dan tuan muda Darren." Jawab Tiara.


__ADS_2