Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 15 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Hari ini, Gadis sudah mulai masuk bekerja di kantor Tuan Patricio. Sebagai sekretaris Tuan Theodor. Setelah beberapa hari sebelumnya, Gadis sudah mencoba beberapa potong pakaian kerja untuk di pakai hari ini.


Gadis berangkat terpisah dengan Tuan Theodor. Seperti biasa Gadis menggunakan ojek online untuk menghemat waktu dan isi dompetnya.


Gadis sudah duduk di kursi yang sudah tersedia, ternyata dirinya harus bekerja dalam satu ruang kerja bersama Tuan Theodor. Sungguh sangat tidak membuatnya nyaman. Tapi tetap harus dilakukan untuk bisa mengumpulkan uang untuk menebus kebebasan kakaknya.


"Ini pekerjaan pertama yang harus segera kau selesaikan!, aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun!. Koreksi lagi sebelum ada di atas meja ku!." Ucap Tuan Theodor begitu tegas sambil menyerahkan satu tumpuk berkas.


Seperti ini lah fashionnya, gaya kepimpinannya dan cara berbicara pada bawahannya.


"Baik, Tuan. Saya mengerti." Gadis segera mengikuti petunjuk dan cara kerjanya.


"Jangan sampai aku melakukan kesalahan." Batin Gadis selalu memperingatkan dirinya sendiri.


Sudah hampir satu jam Gadis berkutat dengan pekerjaan pertamanya, akhirnya bisa selesai juga. Sudah puluhan kali Gadis mengecek pekerjaannya sebelum diletakkan di atas meja Tuan Theodor.


"Sekarang kau kerjakan ini, kau urutkan sesuai email yang masuk dan memiliki nilai investasi paling tertinggi." Ucapnya sambil menyodorkan layar monitor tanpa melihat Gadis. Gadis menarik kursi lalu duduk di depan layar monitor tersebut.


Tuan Theodor langsung mengecek hasil pekerjaan Gadis. Sejauh ini dia cukup puas dengan kinerja yang ditunjukkan Gadis pada saat hari pertama bekerja.


"Setengah jam sudah harus selesai. Aku ada di ruang meeting."


"Baik, Tuan." Tuan Theodor mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.


Hanya sebentar, Gadis kembali ke meja kerjanya untuk mengambil air mineral lalu meneguknya. Kerongkongannya begitu terasa kering selama berada di ruangan ini. Bukan hanya itu saja, tubuhnya pun bereaksi sangat berlebihan pada suasana kerjanya. Dia begitu gerah padahal AC di ruangan itu sudah menyala dengan suhu yang cukup dingin.


Gadis melanjutkan kembali pekerjaannya, tidak sampai tiga puluh menit pekerjaan tersebut sudah selesai. Dia kembali duduk di mejanya setelah merapikan kursinya.


"Theodor sayang..." Pintu itu terbuka dengan bersamaan datangnya wanita seksi yang memiliki ukuran yang cukup besar pada bagian depan dan belakang.


"Theodor dimana?." Tanya wanita itu sambil menyibak rambut memperlihatkan belahan dadanya. Dia memperhatikan Gadis yang berisi di sisi meja kerjanya.


"Tuan Theodor ada di ruang meeting, Nona."

__ADS_1


Tanpa mengatakan apa pun, wanita itu keluar lagi tanpa menutup pintu. Sehingga Gadis yang harus menutupnya rapat.


Sambil menunggu pekerjaan berikutnya, Gadis membaca ulang job desk nya. Mencoba memahami dan mengerti apa yang tertulis di sana.


Pintu ruangan terbuka dengan suara Tuan Theodor yang penuh amarah.


"Kenapa kau memberitahu pada wanita itu kalau aku ada di ruangan meeting?. Seharusnya kau tanya dulu apa keperluan wanita itu mencari ku?. Jangan asal memberitahunya." Bentak Tuan Theodor. Gadis hanya diam mematung, beruang kali menarik nafas sambil mengeratkan kepalan tangannya.


"Ini pertama dan terkahir kau melakukan kesalahan fatal ini!." Tatap Tuan Theodor masih penuh amarah. Bagaimana Tuan Theodor tidak marah, dirinya di ganggu ketika sedang melangsungkan meeting melalui layar laptopnya. Dengan cara wanita itu duduk di atas pangkuannya dan langsung saja mencium bibirnya yang dapat disaksikan oleh para klien dari Italia dan Spanyol.


"Iya, Tuan Theodor. Saya minta maaf, saya tidak akan mengulanginya."


"Aku tidak perlu kata maaf, karena maaf tidak ada artinya atas apa yang terjadi pada ku hari ini." Tuan Theodor keluar sambil membanting pintu. Gadis menutup telinga dan matanya bersamaan.


"Kamu harus tahan dan bertahan demi Kak Jasmin. Ini tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan kesedihan Kak Jasmin." Batin Gadis menguatkan.


Gadis melirik pada pintu yang kembali terbuka, kali ini Tuan Dominic yang datang dengan dua kotak makanan.


"Tuan Dominic tidak perlu repot-repot membawakan makanan lagi. Saya bisa membelinya." Gadis merasa tidak enak hati kalau sampai harus diperhatikan seperti ini.


Saat keduanya mulai menyantap makan siang, tiba-tiba pintu terbuka dan itu Adalah Tuan Theodor bersama seorang pria yang lebih muda darinya.


Mereka terlihat berbicara cukup serius, namun beberapa kali Gadis menangkap gelagat ketidaksukaan Tuan Theodor jika dirinya makan di dalam ruang kerjanya. Hingga Gadis segera menyelesaikan makannya lalu pamit pada Tuan Dominic unyuk ke toilet sambil membawa kotak makanan yang sudah kosong.


Gadis mematung di depan cermin. Merapikan riasan make up yang tidak water proof, mengikat rambut lalu memegangi wajahnya.


"Halo, aku Serena. Kamu sekretaris baru Tuan Theodor Oliver ya?." Ucap wanita yang memperkenalkan dirinya Serena. Dia mengulurkan tangan sambil tersenyum manis.


"Gadis." Jawab Gadis menerima uluran tangan Serena.


"Semoga kamu betah, Gadis. Kamu sekretaris Tuan Theodor yang ke 9 setelah beberapa hari dia menjabat di perusahaan ini."


"Benar kah?."

__ADS_1


"Hem...seperti itu lah. Tidak ada yang betah dengan sikap perfeksionis kerjanya Tuan Theodor."


"Iya, aku tahu."


"Ok, Gadis. Semoga kamu beruntung di perusahan ini."


"Terima kisah."


Gadis menatap kepergian Serena dari cermin yang ada didepannya. Dia sudah tidak melihat punggung Serena lagi setelah dia menutup pintunya.


Gadis menutup wajahnya sambil menarik nafas dalam.


"Ayo, Gadis. Semangat untuk kak Jasmin." Dia kembali menguatkan dirinya. Kemudian meninggalkan toilet.


.


.


.


Gadis sudah bersiap untuk pulang, setelah pekerjaan tidak ada lagi menghampiri meja kerjanya. Dia sudah memesan ojek online langganannya.


Dia sudah berdiri di pinggir jalan, depan kantornya. Pastinya dia menunggu ojek onlinenya. Namun belum sempat datang, mobil mewah sudah berhenti didepannya.


Tuan Dominic membuka pintu dan meminta Gadis untuk masuk ke dalam mobilnya. Namun Gadis menolaknya karena dia sudah memesan ojek online. Tapi seperti biasa, Tuan Dominic memberikan uang sebagai ganti rugi.


"Mama meminta kita untuk pulang bersama, besok pagi Papa mau ke Italia jadi kita diminta datang untuk makan malam."


Gadis mengangguk lalu menerima ajakan Tuan Dominic. Gadis duduk di depan bersama Tuan Dominic, tidak ada perdebatan apa pun. Tidak seperti menaiki mobil Tuan Theodor.


sepasang mata yang sejak tadi melihat interaksi keduanya, hanya bisa melihat dari dalam mobil sambil memukul kemudi.


Seperti sedang menguntit, mobil Tuan Theodor berada tidak jauh dari posisi mobil Tuan Dominic. Padahal Tuan Theodor memiliki kesempatan untuk menyalip kendaraan Tuan Dominic tapi tidak dilakukannya. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Gadis dan Tuan Dominic di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2