Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 67 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Batu saja mereka selesai makan, Alesandro yang sangat suka dengan yang namanya makanan, tidak menyia-nyiakan makanan yang sudah dibuat oleh Gadis.


Setelahnya mereka menuju ke ruang tengah dengan sisa churros yang ada ditangannya.


"Ini semua pesanan Nona cantik, aku tidak tahu Nona cantik akan menyukainya atau tidak. Aku hanya menggunakan feeling ku saja." Alesandro menyodorkan satu koper berukuran besar ke hadapan Gadis, lalu membuka sandi koper tersebut dan langsung memperhatikan isinya.


"Terima kasih banyak, tuan. Aku sangat menyukai pilihan tuan. Terima kasih."


Gadis memesan gamis beserta hijab pada Alesandro sewaktu Alesandro masih di Indonesia dan sekarang membawanya ke Spanyol. Dia ingin belajar memperbaiki diri, di mulai dari menutup apa yang seharusnya ditutup sebagai seorang muslim.


Gadis melihat wajah Alesandro yang sudah kembali normal tidak ada luka lebam atau pun sobek. "Tuan sudah sembuh?."


"Suami Nona cantik begitu ganas, menghajar ku sampai habisan-habisan." Keluh Alesandro hingga membuat Gadis tidak enak hati.


"Maaf, ini semua karena saya." Gadis menundukkan kepalanya.


"Nona cantik sudah mempertimbangkan lagi semuanya dengan matang, masa depan Nona cantik dan bayinya?."


"Mungkin ini akan terdengar sangat egois untuk bayi saya, tapi saya rasa ini yang tepat untuk tetap terus bisa melindunginya sampai kapan pun. Saya sudah sangat memikirkannya." Jawab Gadis tidak ada keraguan sedikit pun.


"Setelah ini anak ini lahir, saya tidak ingin merepotkan tuan lagi. Kami akan membangun keluarga kecil kami." Lanjut Gadis. Gadis sudah harus mengikhlaskan semuanya. Dan dia harus bisa berdiri di kaki sendiri tanpa terus bergantung pada Alesandro.


"Bagiamana kalau Theodor menikah lagi atau anak Nona cantik bertanya tentang Papanya?."


Ada yang terasa sakit di dalam hati Gadis, tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan. Tidak ingin membaginya dengan orang lain yang sudah cukup banyak membantu dirinya sejauh ini.


"Kalau tuan Theodor menikah lagi, itu akan lebih baik baginya. Dan kalau anak saya nanti bertanya, mungkin sambil berjalannya waktu, akan saya pikirkan lagi karena saya tidak tahu dalam kondisi seperti apa nanti dia bertanya."


"Apa Nona cantik akan sekuat itu?."


"Pastinya. Kalau pun saya lemah, saya akan berusaha menjadi lebih kuat lagi. Dan saya tidak bisa terus bersembunyi di sini. Saya harus memilki kehidupan dan setelah semuanya aman terkendali mungkin saya akan kembali ke Indonesia. Karena masih ada Kakak saya tinggal dan bekerja di sana." Jawab Gadis panjang lebar. Memberitahukan rencana kedepannya pada Alesandro.

__ADS_1


"Nona cantik tidak perlu pergi dari sini, aku juga pernah menawarkan pada Nona cantik untuk mengelola restauran. Nona cantik bisa mengambil alih kalau sudah siap."


"Kenapa tuan begitu baik pada kami dan mau membantu kami dengan sangat tulus?." Gadis menyeka air mata yang hendak turun.


"Nona cantik orang baik yang mau berkorban banyak untuk keluarga Theodor dan bayi yang ada di dalam sana. Pasti kelak dia akan merasa bangga pada Nona cantik."


"Saya tidak sebaik itu..." Gadis tidak bisa meneruskan kalimatnya, dirinya sudah tidak bisa menahan laju air matanya.


Mengingat dirinya dengan tega dan sengaja berniat menghilangkan nyawa bayinya di saat-saat awal kehamilannya.


Demi bertahan di sisi tuan Theodor, karena tidak ingin melahirkan anak, yang nantinya akan menderita seperti pilihannya sekarang. Tidak mendapatkan kasih sayang secara utuh dari kedua orang tuanya bahkan saudaranya juga. Tapi sekarang, dirinya harus berjuang lebih keras lagi untuk memberikan kasih sayang yang lebih untuk buah hatinya.


Alesandro dan Rosario hanya saling tatap, tidak bisa membantu banyak mengenai perasaan wanita yang ada di depan mereka. Namun mereka berjanji akan membantu sebisanya.


Tuan Theodor yang hari ini ke kantor, memaksakan dirinya untuk bekerja dengan fokus. Sebab sudah banyak pekerjaan yang menumpuk di meja kerjanya. Baik tuan Patricio atau tuan Domonic tidak bisa menghandle. Ada beberapa perusahaan yang hanya tuan Theodor bisa menjalankannya.


Romi masuk ke dalam ruangan tuan Theodor yang terbuka, membawa berkas dan langsung ditandatangani tuan Theodor setelah memeriksanya sekilas. Kemudian Romi hendak keluar membawa berkas itu, namun suara tuan Theodor menghentikan langkahnya.


"Kalau dalam satu bulan ini kita tidak berhasil menemukan wanita itu. Sudahi, hentikan pencariannya, aku ingin hidup tenang tanpa bayang-bayang wanita itu. Aku akan menganggap wanita itu sudah mati."


"Baik tuan, saya akan bekerja lebih keras lagi untuk menemukannya untuk anda." Ucap Romi lalu berpamitan pada tuan Theodor dan langsung menutup pintu. Ingin membiarkan tuannya bekerja dengan tenang.


Benci, benci dan benci yang sekarang ditanamkan tuan Theodor pada dirinya sendiri tentang Gadis. Baginya sudah tidak ada lagi tempat di dalam hatinya untuk wanita yang bernama Gadis. Lebih tepatnya dia sedang berusaha terus untuk menyangkal perasaanya terhadap Gadis.


"Kamu sudah mati bagi ku dan aku harus melanjutkan hidup lagi." Cincin nikah yang masih melingkar di jari manisnya di lepas dan diletakkan di dalam laci meja kerjanya.


"Selamat tinggal Gadis, selamat tinggal masa manis sekaligus pahit yang aku rasakan dari mu." Tuan Theodor menatap lagi cincin tersebut sebelum dia benar-benar menutup dan mengunci lacinya.


.


.

__ADS_1


.


Setelah beberapa Minggu....


Nyonya Mireya begitu senang saat putra pertamanya sudah mengabarinya kalau dia bersedia menikah dengan Violetta. Dan meminta Mamanya untuk menyiapkan segala sesuatunya.


"Kau lihat, Theodor sudah menyerahkan semuanya pada ku. Kau tenang saja sekarang tidak akan batal lagi, Violetta."


"Iya, Ma. Terima kasih."


Nyonya Mireya dan Violetta saling berpelukan untuk merayakan kebahagian mereka.


Tuan Patricio yang mendengar langsung keinginan putranya untuk menikahi Violetta, hanya mampu menarik nafas panjang. Duduk di depan Tuan Theodor yang baru saja meletakkan ponselnya.


"Kau yakin dengan keputusan yang diambil?."


"Seperti yang Papa dengar."


"Lalu Gadis?."


"Aku sudah tidak ingin mendengar nama wanita itu lagi."


"Bagaimana pun sekarang Gadis masih berstatus jadi istri. Kalau begitu kau harus menceraikannya."


"Romi sudah mengurus semuanya."


"Kalau sudah selesai semua dokumennya kau berikan pada Alesandro. Supaya Gadis mengetahuinya dan dia bebas untuk menikahi pria mana pun, termasuk Alesandro."


"Hem."


"Tapi Papa harap kau tidak mempermainkan Violetta lagi. Violetta wanita baik sama seperti Gadis. Atau bahkan lebih baik dari pada Gadis, karena sudah mau melahirkan dan membesarkan anak kau."

__ADS_1


Luka yang masih menganga kembali tersiram air garam atas ucapan Papanya yang begitu sangat menohok hatinya.


Seharusnya, satu bulan lagi dirinya akan memiliki anak bersama wanita yang sangat dicintainya. Tapi sayang itu dulu, tidak dengan sekarang, kenyataanya.


__ADS_2