Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver

Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver
Bab 92 Gadis Pemuas Tuan Theodor Oliver


__ADS_3

Gadis masih berontak dan berteriak meminta tolong tapi rupanya sudah tidak ada orang yang lewat atau dekat dengan posisi mereka. Kendaraan pun tidak ada yang lewat. Gadis semakin panik melihat situasi sekarang ini.


Reymond semakin kencang memegangi tangan Gadis yang terus saja berusaha melepaskan diri dari Reymond.


"Aku mohon lepas kan aku, Reymond!."


"Tidak akan cantik, kamu harus ikut dengan ku ke suatu tempat yang sangat indah."


Reymknd menarik tangan Gadis untuk masuk ke dalam mobil, namun belum juga sampai di mobil, Reymond di buat terkejut dengan mobil tuan Theodor yang berhenti di depan mobilnya.


"Bukannya Theodor ada di Italia?, tapi sekarang kenapa ada di sini?." Gumam Reymond dalam hati. Namun belum mau melepaskan tangan Gadis.


"Ada apa kau di sini?." Tanya Tuan Theodor pada Reymond saat sudah keluar dari dalam mobil. Tatapannya begitu tajam pada tangan Reymond yang memegang tangan Gadis dengan kencang.


Gadis menatap pria dewasa itu dengan penuh permohonan untuk membantunya dan semoga saja tuan Theodor mengerti.


"Aku ada urusan dengan kekasih cantik ku." Jawab Reymond berbohong, tidak ingin rencananya kali ini gagal lagi. Dia harus bisa mendekati Gadis.


Tuan Theodor mengangguk, tidak sedikit pun melepaskan tatapannya pada tangan Gadis. Meski hatinya begitu kesal, marah tapi dia berusaha untuk tenang.


"Kau yakin wanita ini kekasih mu?." Tuan Theodor berdiri di samping Gadis.


"Iya, Theodor. Dia kekasih ku, cantik bukan?."


"Lebih dari sekedar cantik, Reymond!."


"Kau sendiri ada apa ke sini?."


"Aku mau menjemput istri ku." Ucapnya santai sambil melirik kearah Gadis yang menunduk lesu.


"Istri ku?. Apa dia sudah menikah lagi?, atau Nyonya Violetta ada di sini?." Tanya Gadis pada dirinya sendiri.


"Violetta ada di sini juga?." Reymond balik bertanya pada tuan Theodor. Tuan Theodor menggeleng lalu menatap tangan Gadis yang dari tadi masih berusaha untuk melepaskannya.


"Sepertinya wanita yang kau sebut kekasih cantik itu tidak nyaman dengan pegangan tangan kau yang begitu kencang. Apa kalian ada masalah?."

__ADS_1


"Ah tidak Theodor. Hanya saja dia tidak mau ikut pergi bersama ku, padahal aku ingin memberinya sebuah kejutan yang tidak akan pernah dia lupakan." Ucapnya setengah berbisik pada tuan Theodor tapi masih bisa didengar oleh Gadis.


Tuan Theodor semakin marah dan hampir tidak bisa menahan emosinya kala Reymond mengucapkan hal itu. Rasanya tuan Theodor ingin mengajar dan menyobek mulut Reymond.


Tuan Theodor segera mengambil ponsel lalu menelpon seseorang dan detik berikutnya ponsel Gadis yang berbunyi cukup kencang.


Reymond menautkan kedua alisnya melihat hal itu di depan matanya.


"Siapa yang kau telepon?."


"Istri ku?." Jawab tuan Theodor sambil mematikan sambungan teleponnya kala tidak mendapatkan respon dari orang yang sedang dihubunginya.


"Aku akan coba meneleponnya lagi." Tuan Theodor segera menghubungi nomor yang sama dan lagi-lagi ponsel Gadis yang berdering.


Perlahan Reymond melepaskan tangan Gadis lalu meminta Gadis untuk menjawab panggilan telepon tersebut.


"Halo..." Ucap Gadis sambil menatap tuan Theodor yang menarik tangannya lalu menyembunyikan dirinya di belakang punggung kokoh mantan suaminya.


"Dia istri mu?." Reymond tidak percaya begitu saja pada tuan Theodor.


"Kamu istrinya Theodor?." Tanya Reymond sedikit memiringkan tubuhnya untuk melihat Gadis.


"Kau percaya sekarang?." Tuan Theodor meraih tangan Gadis lalu menggenggamnya erat.


"Tapi kau dan Violetta..."


"Kami sudah berakhir, dan wanita ini sudah menjadi istri ku." Jawab tuan Theodor begitu mantap sambil mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Gadis.


Mengetahui hal itu, Reymond harus segara pergi dari sana. Dia tidak bisa menjelekkan namanya di mata keluarga Oliver yang sebentar lagi akan menjadi besan dari adiknya, Galang. Tapi sebelum itu dia memohon maaf pada tuan Theodor dan Gadis.


"Ok, aku minta maaf. Sebenarnya dia bukan kekasih ku. Aku hanya seseorang yang mengagumi kecantikan istri mu saja. Lagian aku tidak tahu kalau dia istri mu. Dan untuk kedepannya aku tidak akan menggangu istri mu lagi. Aku juga minta jangan sampai Galang dan keluarga ku tahu akan hal ini."


Tuan Theodor hanya mengangguk. Tidak lupa Reymond juga meminta maaf pada Gadis setelahnya baru dia pergi dari hadapan Gadis dan Tuan Theodor.


Genggaman tangan itu masih saja erat padahal Reymond sudah pergi 10 menit yang lalu. Gadis masih belum percaya dengan pengakuan bohong tuan Theodor. Mengenai dirinya istrinya. Dan Violetta, mereka sudah berakhir.

__ADS_1


Benar kah?.


"Ayo, aku akan mengantar mu pulang." Tuan Theodor menarik lembut tangan Gadis dan membuka pintu mobil.


Gadis menatap tuan Theodor yang berjalan mengitari mobil sebelum keduanya sama-sama masuk ke dalam mobil.


Sementara itu Jasmin yang sedang bekerja di panti, sudah dua kali mendapatkan kiriman bunga tanpa identitas pengirim. Hari kemarin dan hari ini, merasa sayang untuk dibuang akhirnya Jasmin membiarkan bunga itu menghiasai ruangan kantor panti.


"Bunga dari siapa lagi, Jasmin?." Tanya Ibu Panti yang baru pulang dari pertemuan dengan para donatur.


"Entah lah Ibu Yanti, aku juga enggak tahu."


"Mungkin pengagum rahasia mu?."


"Tidak ada bu, aku tidak memiliki pengagum semacam itu. Kalau ada rasanya siapa yang mau mengagumi wanita seperti aku."


"Jangan suka merendah terlalu rendah, Jasmin. Kamu itu cantik, baik, pekerja keras, penyayang keluarga. Kalau saja ibu punya anak laki-laki akan ibu jodohkan dengan mu."


Jasmin berusaha tersenyum walau sebenarnya merasa miris. Belum tahu saja masa lalu Jasmin dulu seperti apa, kalau sudah tahu pun belum tentu ibu panti mau merestui.


Jam pulang telah tiba, selesai berpamitan pada ibu panti dan beberapa orang yang bekerja di panti, Jasmin langsung keluar menuju motornya.


Jasmin segera mengendarai motornya, meninggalkan panti menuju jalan raya. Jalanan sore itu terlihat belum macet, sehingga Jasmin bisa memacu kendaraannya cukup kencang.


Selesai memarkirkan motor di garasi, Jasmin langsung membuka pintu yang tidak terkunci.


"Siapa yang sudah pulang?." Tanya Jasmin melihat sekeliling, namun tidak ada kendaraan Gadis, Rosario atau Erna yang terparkir.


Jasmin membuka lebar pintu rumahnya, matanya membulat sempurna kala seisi rumah sudah dipenuhi oleh banyaknya bunga yang sama persis yang dikirimkan padanya.


"Siapa?." Jasmin mengedarkan pandanganya ke dalam rumah, berharap menemukan siapa pelakunya.


Kali ini Jasmin di buat syok dengan kehadiran Alesandro yang baru keluar dari dalam kamarnya.


"Kenapa tuan bisa masuk ke dalam kamar ku?." Jasmin segera menghampiri Alesandro yang tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Kamu lihat sendiri ke dalam kamar." Alessandro membuka sedikit pintu kamar dan meminta Jasmin untuk masuk dan melihat isi kamarnya.


Seketika mata Jasmin berkata-kaca kala dia membaca tulisan yang sudah dibentuk karangan bunga dengan bunyi 'Jasmin, Will you Merry me?.


__ADS_2