Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 103


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Nia An ingin memanfaatkan kesempatan itu.



Bruce sedikit pusing, “Nia, jangan beronar.”



“Aku serius,” Nia An mengambil data iklan Linda dan membukanya, “Iklan ini sangat cocok denganku, sungguh dibuat khusus untukku. Bruce, kamu sebelumnya sudah berjanji padaku. Hadiah ulang tahunku bisa dipilih sendiri, sekarang aku mau menjadi juru bicara dari perusahaan Lion. Kamu harus tepati janji.”



“Ini ...” Bruce melihat Linda dengan serba salah, “Nona Linda , menurutmu bagaimana dengan Nia?”



Alis Linda bergerak, “Boleh dicoba.”



Sebenarnya tampilan luar Nia An masih lumayan, hanya terlalu menawan, “fire” sudah sesuai, makna “ice” yang masih kurang sedikit.



Nia mengangguk puas dan bertanya, “Siapa juru bicara lelaki yang kalian tentukan untuk bekerja sama denganku? Aku berharap adalah Jonatan .”



Jonatan Shen?



Alis Linda berkedut.



Jujur saja, Jonatan memang adalah pilihan yang bagus, tetapi ...



“Aktor terbaik Jonatan? Aku pernah menonton film dia, sangat bagus.” Bruce memuji, “Aku juga merasa dia sangat cocok dengan juru bicara ‘Ice and Fire’.”

__ADS_1



Baiklah ...



“Kalau memang Tuan Bruce merasa kalau Jonatan cocok, maka saya akan membahasnya dengan dia.” Linda berpegang pada prinsip pelanggan yang pertama berkata.



Keluar dari Royal Court Hotel, Linda menelepon Jonatan Shen.



“Linda.” Jonatan sangat terkejut mendapat telepon dari Linda.



Linda berkata datar, “Iya aku, aku mencarimu ada dua hal, berharap kamu bisa membantu.”



“Katakan,” Nada suara Jonatan suram, “jangankan dua, sekalipun ribuan, puluh ribuan, aku juga tidak akan menolaknya.”



Linda sayup-sayup menghela nafas, dia tidak mampu dengan sikap Jonatan yang penuh kasih padanya, membuatnya merasa berdosa kalau menolaknya.




Linda membersihkan tenggorokannya, “Hal pertama, hari itu kita difoto diam-diam oleh orang di kafe, apakah kamu tahu siapa?”



“Foto?”



“Iya, fotonya masih dikirimkan kepada Edgar.” Nada suara Linda menjadi berat begitu teringat masalah hari itu.



“Edgar tidak mempersulitmu kan?” Jonatan bertanya perhatian.



“Tidak ada, kamu pikirkan sebentar, apakah penggemarmu yang memotretnya?” Linda bertanya.

__ADS_1



Jonatan menyipitkan mata dan di dalam pikirannya terlintas foto di handphone Lenira, apakah dia?



Tetapi dia sudah memeriksa dengan cermat, semua foto sudah dia hapus.



“Aku akan segera menyuruh orang menyeledikinya, berikan aku sedikit waktu.” Nada suara Jonatan bersalah. Kalau benar penggemarnya yang melakukannya, maka dia sudah melibatkan Linda.



“Em,” Linda mengangguk, “masalah lainnya adalah, proyekku ‘Ice and Fire’ di perusahaan Lion akan segera diluncurkan, aku berharap kamu bisa menjadi juru bicara. Apakah kamu punya jadwal?”



“Ada.” Jonatan Shen menyetujui langsung tanpa ragu.



Asalkan Linda yang meminta, apapun itu dia juga tidak akan menolaknya.



Sekalipun tidak ada jadwal, dia juga akan mengundur kerja sama yang lain.



“Terima kasih, datanglah untuk audisi di perusahaan Lion besok sore, bisa tidak?” Linda bertanya lagi.



“Tidak masalah.” Begitu teringat bisa bertemu dengan Linda besok, Jonatan langsung tersenyum.



Linda lalu janjian dengan Nia An mengenai waktu audisi besok sore dan kembali ke perusahaan Lion.



Baru saja kembali ke ruangan dan masih belum duduk. Susi di sampingnya sudah berkata, “Sekretaris Linda, CEO menyuruhmu ke ruangan kantornya begitu kembali.”



Linda mengangguk dengan datar, “Baik.”


__ADS_1


Alarm di dalam hatinya berbunyi, Edgar mencarinya? Ada apa?


__ADS_2