Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 124


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


“Ayah, aku datang menjengukmu.” Wajah tampan Edgar dingin dan nampak lelah.


Ketika dia berusia 15 tahun, terjadi kecelakaan dengan Gugun.


Tahun itu, Gugun menaiki kapal pesiar dan bertemu sebuah badai hujan. Kapal pesiar tenggelam dan Gugun menghilang.


Tuan besar Lion membawa orang mencari selama tujuh hari barulah menemukan Gugun. .


Hanya sayangnya, dia disaat itu sudah menjadi sebuah jasad dingin.


Semua orang mengatakan itu adalah kecelakaan, tetapi Edgar tidak berpikir begitu.


Kapal pesiar Gudun adalah produksi pabrik berkelas top di dunia. Kemampuan menghadapi badai hujan sangat kuat. Sekalipun tenaga angin pada hari itu sangat besar, tetapi kapal pesiar tidak akan mudah tenggelam.

__ADS_1


Apalagi Gugun sangat pandai mengendarai kapal pesiar, keterampilan berenang juga sangat bagus. Di sekitar tenggelamnya kapal pesiar ada beberapa pulau. Sekalipun kapal pesiar tenggelam, dia juga masih bisa hidup. Dengan kemampuan berenangnya yang hebat, dia bisa berenang ke atas pulau, bagaimana mungkin mati tenggelam?


Dulu, Tuan besar Lion bukan tidak curiga, tetapi menyelediki semua orang terkait juga tidak mendapati petunjuk dan kejanggalan.


Orang mati sudah tidak bisa hidup kembali. Sejak saat itu, beban berat perusahaan Lion jatuh pada Edgar.


Edgar menuang dua gelas penuh arak kuat, dan menyiram salah satunya ke depan batu nisan. Wajah yang tampan penuh dengan kesedihan dan kemurungan, “Ayah, segelas arak ini aku bersulang untukmu.”


Edgar meneguk habis satu gelas arak di tangannya dan tatapannya tegas, “Ayah, masalah tahun itu pasti bukan kecelakaan. Kamu tenang saja, aku pasti akan menyelediki kebenarannya dan tidak akan membiarkanmu mati begitu saja!”


Hujan mulai turun.


Arak berada di tenggorokan, Edgar perlahan-lahan mulai mabuk. Dia bersandar di atas batu nisan dan mengelus foto Ayahnya di atas batu nisan dengan pelan-pelan.


Dia menceritakan masalah di dalam hatinya.


“Ayah, apakah kamu tahu? Aku masih belum menemukan Candy. Sudah bertahun-tahun ... kakek menjodohkanku dengan orang lain, namanya Linda. Kalau tidak ada Candy, aku rasa mungkin akan menerima pernikahan ini. Tetapi aku sudah berjanji kepada Candy akan menikahinya.”


Ketika Milla membawa payung dan mendaki ke puncak gunung dengan ngos-ngosan, dia melihat pemandangan seperti ini.


Edgar duduk di atas tanah dengan basah kuyup dan bersandar di atas batu nisan dengan mabuk, wajah tampannya penuh dengan kesedihan.

__ADS_1


“Edgar, kamu tidak apa-apa kan?” Milla berjalan maju dan menutupi tubuh Edgar dengan payung, “Kamu sudah basah kuyup.”


Edgar malah tidak mendengarnya, dia mengambil botol arak dan menuangkan satu botol ke dalam mulutnya.


Milla merebut bootol arak, “Edgar, kamu jangan minum lagi, kamu sudah mabuk!”


Edgar mendongak dengan bingung, hanya terlihat sosok cantik sedang memandanginya dengan khawatir.


“Candy?” Edgar mabuk parah. Dia tidak bisa melihat jelas rupa wanita di depan, hanya secara spontan merasa kalau orang yang mengkhawatirkannya adalah Candy-nya.


Candy??


Milla pertama kali mendengar nama ini, dalam hatinya tidak tahan penuh kewaspadaan.


Siapa Candy?


Apakah Linda? Tidak mirip juga ....


Millamenurunkan tubuhnya dan memegang Edgar dengan kuat. Dia berkata dengan menawan dan lembut, “Edgar, kamu sudah mabuk, aku antar kamu pulang dulu.”


Mata Edgar dalam, mabuk dan kabur, dia kembali memanggil, “Candy....”

__ADS_1


__ADS_2