Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 115


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Tubuh Edgar yang tinggi menjulang berjalan masuk ke dalam studio. Dia berjalan dengan langkah yang mantap. Jas yang potongannya sangat rapi itu menonjolkan semua keunggulan bentuk tubuhnya.



Wajah tampan menawan tampak sedikit dingin. Sepasang mata yang tajam menatap lurus ke depan dengan penuh fokus. Seluruh aura di sekitar tubuhnya membuat orang merasa segan.



Pembawaannya yang berwibawa membuat orang-orang ingin melayaninya.



Orang-orang yang sedang berdesas-desus tiba-tiba menjadi tenang. Semua mata mereka berpindah ke arah pintu utama.



"CEO Lion. Anda datang tepat pada waktunya." Begitu Nia An melihat Edgar, dia langsung bergegas menginjakkan sepatu hak tingginya untuk menyambutnya.



Meskipun keberadaan Edgar sangat kuat hingga membuat orang-orang menahan napas, tetapi Nia An tahu, saat ini dia harus menghentikannya dan membuat Edgar percaya. Apa yang terjaid hari ini, semua salah Linda. .

__ADS_1



Linda menghilangkan kancing sehingga mengganggu kelangsungan pemotretan. Linda sengaja memfitnahnya.



Asalkan Edgar mempercayai kata-katanya, nasib Linda akan berakhir mengenaskan.



Dengan pemikiran sepeti itu, Nia An membalikkan tubuhnya agar Edgar dapat melihat bagian punggungnya. Lalu dengan wajah sedih, dia berkata: "CEO Lion,lihatlah. Ini adalah gaun yang disiapkan Sekretaris Linda untukku."



Tatapan dingin Edgar mendarat pada gaun yang ada di tubuh Nia An. Deretan kancing-kancing berlian itu, hilang satu di tengah. Tampak jelas sekali.




Melihat Edgar tidak bersuara, Nia An kembali berpura-pura. Dia menyinyirkan ujung bibirnya dan berkata:"Bagaimana pemotretan berlangsung dengan gaun seperti ini? Lagipula kancing gaun LUIS dibuat secara khusus. Kalau hilang satu, harus mencari penanggung jawab LUIS untuk memesan sebutir kancing. Tidak tahu harus menunggu berapa lama.



Hanya karena kesalahan Sekretaris Linda, seluruh kelancaran pembuatan iklan ini terhambat. Tetapi itu tidak separah, demi menghindari tanggung jawab, dia mencemari nama baikku. Dia berkata, aku yang menggunting kancing itu. Mana mungkin? Aku menggunting kancing, menghambat syuting dan menyia-nyiakan waktuku sendiri? Benar-benar pembicaraan yang tidak masuk akal!"



"Mengapa tidak mungkin?" mata Linda yang dingin menatap lurus ke arah Nia An.

__ADS_1



Karena ditatap seperti itu, bulu kuduk Nia An berdiri. Dia memutar bola matanya, dan berkata: "Jangan sembarangan bicara. Apakah kamu punya bukti yang bisa menunjukkan bahwa aku yang menggunting kancin gitu?"



Linda berkata dengan datar: "Sebelum aku menyerahkan gaun itu padamu, aku sudah memeriksanya dengan teliti. Saat itu, sepuluh butir kancing tersemat di sana tanpa kurang satu pun. Sedangkan saat kamu mengenakan gaun itu di kamar ganti, kancingnya berkurang satu.



Tidak salah lagi, kancing itu hanya bisa hilang di kamar ganti. Dan sengaja digunting oleh seseorang.



Bila ia terlepas karena benangnya longgar, pasti akan ada ujung benang yang tertinggal. Sekarang kita semua bisa lihat pada gaun ini, di tempat di mana kancing itu hilang. Licin tak berbekas.Berarti ini hanya bisa disengaja."



Setelah berhenti sejenak, Linda kembali berkata: "Mengenai siapa orangnya, sebenarnya cukup jelas. Karena yang tadi ada di dalam ruang ganti, hanya Nia An dan manajernya."



"Jangan memfitnah orang." Nia An mendelik ke arah Linda. "Kalau kancing itu sengaja digunting di ruang ganti, mengapa ia tidak dapat ditemukan di ruang ganti?"



Linda membalikkan kata-katanya: "Kalau begitu, aku ingin berbalik bertanya padamu. Ke mana kamu buang kancing itu?"


__ADS_1


Nia An mendengus dingin: "Jangan ngawur. Jelas-jelas kamu sendiri yang menghilangkan kancing. Apakah kamu bisa begitu saja melakukan pemeriksaan? Hanya kata-kata saja tidak ada artinya. Bukankah hanya kamu sendiri yang berkata demikian? Bukankah kamu hanya mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahanmu sendiri?"


__ADS_2