
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
“Lepaskan aku.” Edgar berkata dingin.
Milla malah menarik lengannya semakin kuat.
Dasar mata Edgar penuh rasa jijik dan menghempaskan Milla dengan kejam.
Dia terbiasa mengulurkan tangan mengambil handphone di dalam kantong baju dan melihatnya.
Handphone dimatikan.
Jari tangan Edgar yang panjang menekan tombol buka, ada banyak telepon tak terjawab dan juga pesan.
“Pak , hari ini ada pemotretan iklan di Danau Cinta. Sudah tiba waktunya, kamu di mana?”
“Pak , handphone-mu tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Kami pergi dulu.”
Semua pesan dari Robert..
Edgar mengangkat tangan melihat jam tangan, sudah hampir siang.
Tadinya dia hari ini akan pergi ke Danau Cinta bersama Linda untuk mengawasi pemotretan iklan “Ice and Fire.”
Tetapi sekarang ....
Edgar sedikit kesal, kenapa dia mabuk semalam?
Disaat itulah, handphone Edgar berdering, telepon dari Robert Lin.
Mengangkat telepon, Edgar bertanya suram, “Ada apa?”
“Pak Edgar, akhirnya menemukanmu juga.” Robert berkata di telepon sana, “Terjadi sesuatu dengan Nona Linda.”
Terjadi sesuatu dengan Linda?
Alis Edgar berkedut, nadanya perhatian dan tegang, “Kenapa dengan Linda?”
Robert menjawab jujur, “Feli menuduh Linda mendorong Herli ke dalam air. Sekarang sudah dibawa polisi untuk membuat pernyataan di kantor polisi.”
“Aku segera ke sana.” Edgar menutup telepon dan berjalan keluar.
“Edgar,kamu pergi ke mana?” Milla memanggilnya di belakang.
Barusan dia samar-samar mendengar di dalam telepon mengungkit Linda dan Herli .
Menghitung waktu, disaat ini Herli seharusnya sudah berhasil deh.
Melihat Edgar yang tegang, pasti terjadi sesuatu dengan Linda.
__ADS_1
Mungkin saja, Linda sekarang sudah mati tenggelam.
Milla menunjukkan senyuman senang, “Edgar, kamu tunggu aku.”
Tetapi Edgar sama sekali tidak pedulikan dia, langsung berjalan keluar gerbang rumah Xu.
Milla segera mengejarnya, “Edgar, apakah kamu ada urusan mendesak? Kamu pergi ke mana? Aku menyetir antar kamu ke sana akan lebih cepat.”
Vila keluarga Xu berada di kaki gunung pinggiran kota. Sangat sulit mendapatkan taksi di sini dan Edgar buru-buru untuk pergi ke kantor polisi menemui Linda.
Dia terdiam dan berkata, “Baik.”
Melihat Edgar setuju, Milla tidak tahan merasa senang dan segera membawa Edgar pergi ke garasi.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, Milla duduk di kursi kemudi dan menyetir langsung.
Dia menoleh melihat sekilas lelaki yang begitu dia sukai dan bertanya, “Edgar, pergi ke mana?”
“Kantor polisi.” Edgar berkata dan penuh kekhawatiran.
Kantor polisi? Kenapa pergi ke kantor polisi?
Bukankah seharusnya pergi ke Danau Cinta mengambil jasad Linda?
Menekan kebingungan di dalam hati, Milla menyetir dan dalam desakan Edgar dia menerobos beberapa lampu merah kemudian tiba di pintu masuk kantor polisi.
Begitu mobil berhenti, Edgar sudah tidak sabar membuka pintu mobil dan turun lalu memasuki kantor polisi.
“Pak , kamu sudah datang.” Robert sedang di kantor polisi dan menunggu Edgar dengan cemas.
Begitu Edgar bicara, seluruh ruangan kantor polisi langsung menjadi hening.
Di kota A, hampir tidak ada orang yang tidak kenal dengan Edgar.
Kepala keluarga Lion, keluarga kaya top di kota A. CEO dari perusahaan Lion, adalah tokoh bagaikan Dewa di dalam legenda.
Robert Lmelihat ke arah ruang pengakuan dan menjawab dengan hati-hati, “Dia dan Feli sedang membuat pernyataan.”
Edgar adalah orang yang tidak panik sekalipun gunung runtuh. Robert pertama kali melihat raut wajah CEO-nya yang begitu khawatir.
Kelihatannya,Linda di dalam hati Bapak Ceo tidak biasa.
Edgar mendengarnya langsung berkata dingin, “Kita lihat ke sana.”
Milla yang berdiri di belakang Edgar mendengar ini, jantungnya tidak tahan berdetak kencang.
Linda dan Feli sedang membuat pernyataan?
Pernyataan apa?
Linda bisa melakukan pernyataan maka berarti ... dia tidak apa-apa?!
Apa yang sedang dilakukan Herli ? Kesempatan yang begitu bagus juga tidak berhasil dimanfaatkan?
Kepala kantor polisi datang langsung dan begitu hormat pada Edgar, “Pak Edgar, silahkan di sini.”
__ADS_1
Edgar melangkahkan kaki yang tenang berjalan ke pintu masuk ruang pengakuan. Hanya terlihat Linda sedang duduk di dalam dengan tenang.
Di depan Linda duduk seorang polisi wanita dan sedang mencatat pernyataannya.
“Linda.” Edgar melangkah masuk dan terlintas perhatian di matanya, “Kamu tidak apa-apa kan?”
Linda mendongak dan tatapannya melampaui Edgar jatuh pada Milla di belakangnya.
Jadi, semalam Edgar benar bersama dengan Milla.
Hati Linda sedikit sakit.
Dia menarik tatapan dengan datar dan berkata mencibir, “Kenapa, kamu berharap terjadi sesuatu denganku?”
Edgar tercengang.
Dia dengan jelas merasakan dingin yang berasal dari Linda.
Apakah wanita ini sedang menyalahkan dia yang tidak tepat waktu pergi ke Danau Cinta?
Memang, kalau hari ini dia pergi ke Danau Cinta maka pasti tidak akan terjadi masalah seperti ini.
Dia tidak akan membiarkan Linda pergi sendiri dan pergi ke tempat yang begitu terpencil, lebih tidak akan membiarkan siapapun melukainya.
“Bukan itu maksudku.” Edgar menjelaskan dengan sabar.
Linda menunduk dan tidak lagi pedulikan Edgar.
Sepasang mata Edgar menyipit dan melihat pada polisi wanita yang sedang mencatat pernyataan Linda. Dia bertanya dengan dingin, “Situasi apa sekarang?”
“Baru selesai mencatat pernyataan.” Polisi wanita tidak berani lengah dan segera berkata.
Bisa membuat Kepala kantor polisi menemani langsung maka pasti adalah tokoh besar.
Edgar mengangguk dan bertanya suram, “Kalau begitu apakah tunanganku sudah boleh pergi?”
Tunangan?
Kepala kantor polisi dan polisi wanita tercengang.
Bisa membuat Bapak CEO Huo datang langsung menjemput maka pasti bukan orang biasa. Tetapi tidak menyangka kalau Linda adalah tunangannya Edgar.
Kalau memang Edgar sudah datang langsung menjemput, maka tunangan Bapak CEO , Nyonya perusahaan Lion di masa depan, bagaimana mungkin adalah pelaku?
Kepala kantor polisi segera mengangguk, “Boleh, boleh. Pak tenang saja, masalah ini kami pasti akan menyelediki dengan jelas dan berikan penjelasan kepada Nona Linda.”
Edgar menjawab em dengan datar.
Edgar dan Linda berjalan keluar dari ruang pengakuan. Kebetulan bertemu dengan Feli yang selesai melakukan pernyataan dan berjalan keluar dari ruang satunya.
Begitu bertemu dengan Edgar, Feli segera berlari datang, “Kak, kamu sudah datang!”
Raut wajah dia menjadi kelam dan menunjuk Linda, “Kak, hari ini di Danau Cinta, Linda sudah mendorong Herli ke dalam danau. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kenapa kamu masih bersama dengan pembunuh ini?”
Linda mengernyitkan alis. Feli ini tidak ada habisnya, terus berkata pembunuh?
__ADS_1