Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 204


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""__""


Namun, Edgar tetap tidak sadarkan diri, air yang baru saja disuapkan akan mengalir keluar dari sudut mulutnya.



Linda mengerutkan keningnya, dia meminum air tersebut tanpa ditelan, kemudian sedikit menundukkan kepala, tanpa ragu dia mendekatkannya ke bibir sang pria.



Kelopak bibir Linda menempel dikelopak bibir yang meskipun sedang tidak sadarkan diri tetapi tetap terlihat seksi dan menggoda.



Linda hanya merasa bibir sang pria terasa sedikit hangat bagaikan sengatan aliran listrik yang menyengat bibirnya dan membuta bibirnya juga terasa hangat.



Mukanya sedikit tersipu dan merah.



Tetapi ini bukan saatnya memikirkan hal itu, Linda menarik nafasnya dengan panjang, ditahan dengan sekuat tenaga, kedua tangannya digunakan untuk mengunci kepala Edgar, menyuapkan air didalam mulutnya ke dalam mulut sang pria.



Edgar batuk tanpa sadar dan hendak memuntahkan kembali air tersebut, namun Linda langsung membekap bibirnya dengan erat.



Tenggorokannya sedikit terbuka, dan air tersebut pun berhasil ditelannya.



Berhasil!



Linda menghela nafas panjang, dengan menghiraukan rasa malunya, mengulangi hal yang sama untuk menyuapi air ke sang pria.



Linda menemukan sebuah handuk dari dalam ransel Edgar, dibilasnya dengan air kemudian diletakannya diatas kening Edgar untuk menurunkan suhu tubuhnya.



Setelah itu, dia memperhatikan disekitaran pulau ini.



Tempat yang dekat dengan lautan, adalah sebuah padang pasir.



Sedangkan bagian dalam pulau adalah sebuah hutan dengan pohon yang besar dan daun yang lebat.



Linda menaikan sudut bibirnya, jika ada tumbuhan pasti ada air tawar, dan itu cukup bagi dirinya dan Edgar untuk bertahan hidup.



Hanya saja apakah di pulau ini terdapat binatang buas?



Ia sedikit gelisah saat mengingat ikan besar yang dijumpainya di tengah lautan tadi.



Jika bukan karena Edgar yang tidak takut mati dan berada didepannya mungkin yang terluka parah sekarang adalah dirinya sendiri.



Melihat pria yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri ini, Linda tiba-tiba menjadi sendu dengan mata yang berkabut.



Dia berusaha menyemangati dirinya sendiri, harus kuat.



Disaat seperti ini, dia harus menghadapi semuanya dengan tenang.



Edgar masih menunggu pertolongan dari dirinya.



Lagian, dia telah mengirimkan signal pertolongan kepada kakek, mungkin saja saat ini kakeknya sedang dalam perjalanan kesini.

__ADS_1



Linda memegang lehernya dan dia sangat terkejut saat kalungnya tidak terpasang dilehernya.



Pasti tidak sengaja terjatuh saat kekacauan akibat ikan besar yang menakutkan itu!



Linda merasa sedikit kesal di dalam hatinya, sekarang dia tidak bisa lagi mengirimkan signal pertolongan pada kakeknya.



Semoga saja signal yang dikirimakn kemarin, dapat diterima oleh kakek.



Saat Linda masih merasa kesal, suara lemah terdengar meminta, "Air, air..”



Linda sedikit tersentak dan terkejut.



"Edgar, kamu sudah sadar?" Dengan sedikit menunduk dan rasa senang, dia melihat ke arah laki-laki itu.



Hanya saja yang membuat Linda kecewa adalah, Edgar masih tidak sadarkan diri, hanya alam bawah sadarnya yang sedang meracau.



kamu pasti akan baik-baik saja, pasti baik-baik saja!



Linda terus berdoa di dalam hatinya, sambil mengambil botol dan meminum air lalu menundukan kepala dan memberikannya kepada Edgar dengan saling menempelkan bibir mereka.



Kedua bibir saling bersentuhan, membuat Edgar merasa sedikit nyaman dan sejuk, alisnya yang semula bertaut juga sudah sedikit meregang, nafasnya juga kembali stabil.



Dengan serakah dia menghisap bibir yang terasa sejuk baginya, muncul perasaan yang tidak asing di otaknya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.



Candy apa itu kamu?




Seluruh diri Edgar terbakar menjadi linglung. Hanya tahu kalau bibir wanita di depan seperti mata air yang sejuk, sangat sejuk dan nyaman.



Dia refleks mengulurkan sepasang tangan memeluk sang wanita dan menempel pada tubuhnya.



Sangat lembut, sangat sejuk, sangat nyaman.



Edgar menginginkan lebih banyak.



Linda tidak menyangka Edgar mendadak ada tindakan seperti ini. Dia berdiri tidak stabil dan seluruh diri masuk dalam pelukannya.



Merasakan tenaga dari sepasang tangannya, hati Linda menjadi senang.



Kelihatannya pemberian minum dan pendinginan fisik masih ada efeknya.



“Edgar, sadarlah.” Linda menempelkan wajahnya padanya, dan berkata pelan di telinganya, “Kamu pernah bilang akan mengejarku, akan mencintai dan melindungiku seumur hidup. Kamu tidak boleh ingkar janji.”



Suara wanita yang lembut masuk ke dalam telinga Edgar, dia mengernyitkan sepasang alisnya yang indah.



Siapa yang sedang memanggilnya?



Suara yang begitu familiar dan lembut, Candy? Linda?

__ADS_1



Sosok Linda dan Candy tumpang tindih secara bertahap.



Kenapa dia selalu ada perasaan kalau Linda adalah Candy?



Edgar perlahan membuka mata, wajah wanita di depan menjadi jelas.



Dia menaikkan sudut mulut dan berkata, “Linda....”



“ kamu sudah sadar?” Di dalam mata Linda ada kejutan.



“Em.” Edgar menganggukkan kepala dengan berat, “Kenapa denganku?”



Kenapa sekujur tubuhnya terasa runtuh, sakit dan tak bertenaga?



“Kamu terluka, luka kamu infeksi dan panas tinggi.” kata Linda dengan sedih.



Edgar menarik nafas dan ingatan berangsur kembali.



Iya, pesawatnya jatuh.



Dia dan Linda jatuh ke dalam laut, bertemu angin dan ombak, lalu bertemu dengan ikan besar yang ganas.



Dia samar-samar ingat, dirinya sudah hampir tidak mampu, dan menyuruh Linda untuk tidak perlu pedulikan dia lagi.



“Linda, kamu yang sudah menyelamatkanku?” Edgar melihat ke sekeliling, menyadari dirinya sedang berbaring di pantai. Perasaan setelah bencana membuat kelopak matanya melompat.



Linda tersenyum datar, “Kamu sudah menyelamatkanku berkali-kali, aku hanya menyelamatkanmu satu kali saja, masih hutang banyak padamu.”



Edgar menggenggam tangannya dan berkata dengan rendah, “Kalau begitu kamu hanya bisa membayarnya dengan dirimu”



Suhu panas membuat nafas Linda tertahan. Dia melihat sekilas.



Lelaki ini, baru saja membaik dan masih belum lepas dari bahaya sudah mulai tidak serius.



Dulu kenapa dia tidak tahu kalau wajah Edgar begitu tebal!



Melihat Linda terdiam, tangan Edgar yang menggenggamnya lebih kuat, “Kamu jangan lupa janji denganku, tidak boleh menyesal.”



Linda tersenyum, “Iya, yang aku janjikan tentu saja tidak akan menyesal. Hanya saja sekarang kita harus mencari tempat aman dulu.”



Edgar sudah sadar, kelihatannya kondisi juga membaik. Hatinya yang khawatir juga menjadi rileks.



Sakitnya Edgar yang utama karena lukanya terendam air laut kemudian panas tinggi dan infeksi. Hanya mengandalkan pendinginan fisik tidak realistis. Sekarang langit sudah terang, matahari yang panas langsung menyinari pantai. Sekalipun orang normal juga tidak mampu bertahan, apalagi Edgar masih panas tinggi.



Yang paling buruk lagi, dia tidak memiliki obat-obatan, sungguh khawatir.



Setelah merenung sejenak, dia lantas ada ide.


__ADS_1


Untuk saat ini, dia hanya bisa mencari tempat yang aman untuk Edgar, kemudian pergi ke sekeliling pulau mencari apakah bisa beruntung menemukan obat herbal untuk meredakan panas dan menurunkan demam.


__ADS_2