Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 134


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Dia benar mengira, berdasarkan beberapa kata sudah bisa memutarbalikkan fakta?


Sungguh bodoh!


Linda berkata serius, “Feli , aku ke kantor polisi sama denganmu, hanya bekerja sama membuat pernyataan. Tolong kamu jangan terus berkata pembunuh, kalau tidak aku akan menggugatmu atas pencemaran nama baik!”


“Kamu!” Feli H membalas mencibir, “Aku melihat dengan mata kepala sendiri, kenapa jadi pencemaran nama baik?”


Dia melihat pada Kepala kantor polisi, “Linda jelas-jelas adalah pembunuh, kenapa melepaskannya? Kenapa tidak menangkapnya masuk penjara?”


Kepala kantor polisi kehilangan kata.


Apa yang dilakukan oleh kedua bersaudara keluarga Lion ini?


Adik perempuan terus menuduh calon kakak ipar sebagai pembunuh?


Bagaimana dipikirkan juga aneh.


Masalah keluarga kaya memang tidak bisa dipahami oleh orang biasa.


“Cukup Feli. Masalah ini akan diselediki kantor polisi. Sebelum kebenaran terungkap, aku tidak berharap mendengar gosip apapun tentang Linda.” Edgar mengernyitkan sepasang alis dan berkata dingin.


Edgar sama sekali tidak percaya kalau Linda akan mendorong Herli ke dalam danau.


Sebaliknya, dia percaya dengan perkataan Linda, semua salah Herli sendiri.


Herli sebelumnya sudah hendak bertindak pada Linda di parkiran, itu adalah bukti terbaik.


“Kak ....” Feli menggigit bibir dengan terluka dan menatap Edgar tidak percaya.


Jelas-jelas dia sudah menunjuk pada Linda, kenapa Edgar masih membantu LInda !


Edgar tidak lagi pedulikan Feli . Mata yang dalam jatuh pada Linda dan berkata datar, “Ayo jalan.”


Linda melihat Edgar lalu melihat Milla di belakangnya. Teringat dengan telepon semalam, dalam hatinya tidak tahan tertekan.


“Tidak perlu. Aku sudah janjian dengan Jonatan .” Linda mencari sosok Jonatan .


Jonatan terus menemaninya tiba di kantor polisi, kenapa sekarang menghilang.


Linda melihat sekeliling, akhirnya melihat Jonatan sedang menelepon di sudut ruangan.


Dia melangkah ke sana, “Jonatan , aku sudah selesai membuat pernyataan, ayo kita pergi.”

__ADS_1


Jonatan baru saja selesai mengangkat telepon sudah melihat Lindaberdiri di hadapannya. Dia berdiri dan tersenyum lalu berkata lembut, “Baik.”


Melihat cinta Jonatan pada Linda yang tidak ditutupi, wajah Edgar menghitam, “Linda, coba saja pergi kalau berani?”


“Kenapa aku tidak berani?” Dalam tatapan dingin Edgar, Linda dan Jonatan pergi bersama.


Edgar dan Milla bersenang-senang semalaman, atas dasar apa mengurusnya?


“Kak, ayo kita pulang!”


“Edgar, ayo kita pulang!”


Feli dan Milla berkata bersamaan.


Sedangkan Edgar menaruh pandangan dingin pada Robert dan berkata, “Kembali ke kantor!”


Ditatap dingin oleh CEO sendiri, Robert tidak tahan menggigil dan segera mengangguk, “Baik Pak.”


Melihat punggung dingin Edgar yang menjauh, di dalam hati Milla penuh rasa tidak rela.


Kenapa Edgar begitu kejam padanya. Jelas-jelas dirinya sangat mencintainya. Tetapi kenapa dia rela baik pada Linda juga tidak bersedia menatapnya? Sebenarnya dia kalah apa dari Linda orang kampungan ini?


Sedangkan Linda malah tidak mati!


Tidak hanya tidak mati, masih tidak apa-apa dan berjalan keluar dari kantor polisi dengan baik.


Herli orang bodoh ini, hal kecil saja tidak bisa melakukannya dengan baik!


Keluar dari kantor polisi, Edgar menaiki mobil Robert .


Robert menghidupkan mobil dan menyetir ke arah kantor.


Wajah tampan Edgar penuh dengan rasa dingin. Mata yang dingin menatap mobil di depan dengan erat.


Itu adalah mobilnya Jonatan .


Dan Linda saat ini sedang duduk di kursi depan penumpang.


“Ikuti mereka.” Edgar berkata suram.


Robert tercengang dan mengingatkan Edgar dengan hati-hati, “Pak, bukankah kita kembali ke kantor? Malam masih ada rapat petinggi.”


Edgar menatap dingin padanya, “Batalkan rapat.”


“Baik.” Melihat wajah dingin CEO sendiri, Robert menganguk dan segera mengikuti mobil Jonatan.


Jonatan membawa Linda tiba di restoran barat yang berkelas.


Sebelumnya, dia sudah menyuruh asisten memesan restoran barat ini.


Penggemar di dalam negeri terutama penggemar wanita terlalu gila.

__ADS_1


Bersama dengan Linda, Jonatan tidak ingin diganggu siapapun.


Demi mencegah masalah tempo hari terjadi lagi, Jonatan khusus berpesan kepada bos restoran untuk tidak membiarkan siapapun masuk.


“Linda, ingin makan apa? Steak sapi di restoran ini enak.” Jonatan menyodorkan menu kepada Linda dan berkata.


Linda mengambil menu dan membalikkan dengan asal lalu berkata dengan tidak fokus, “Kalau begitu steak sapi saja.”


“Linda, kamu kenapa? Masih tidak senang dengan masalah Herli ya?” Jonatan melihat Linda tidak bersemangat jadi bertanya dengan perhatian.


Linda tersenyum datar, “Masalah kecil seperti itu aku sama sekali tidak menaruhnya di dalam hati.”


“Kalau begitu kenapa suasana hatimu buruk?” Jonatan bertanya lagi.


Pagi ini ketika melihat Linda, Jonatan sudah merasakan suasana hati dia buruk.


Kalau memang bukan karena masalah di Danau Cinta, maka kenapa?


Apakah berhubungan dengan Edgar?


Menghadapi perhatian Jonatan , Linda mengalihkan pembicaraan, “Oh iya, bukankah kamu bilang proposal perkembangan perusahaan sudah selesai dibuat? Sekarang lihat bersama.”


“Baik.” Jonatan mengeluarkan IPAD dan membuka proposal lalu mulai menjelaskan kepada Linda.


Linda duduk di samping Jonatan . Kepala berdua berdekatan dan membahas perkembangan perusahaan di masa depan.


Pemandangan menusuk inilah yang dilihat oleh Edgar ketika dia tiba.


Linda dan Jonatan duduk bersama dan berdekatan. Mereka berdua entah sedang membicarakan apa.


Wajah Linda masih membawa senyuman datar.


Pandangan dingin Edgar mengunci pada Linda.


Sebenarnya apa hubungan dia dan Jonatan ?


Edgar berwajah dingin hendak berjalan masuk, malah dihadang oleh bos restoran, “Maaf Tuan, restoran kami malam ini sudah dipesan semua, jadi tidak melayani tamu lain.”


“Menyingkir.” Edgar memancarkan nafas dingin dan aura kuatnya membuat orang sesak.


Ketika melihat jelas rupa Edgar bos restoran tidak tahan gemetaran. “CEO Edgar.”


Yang berdiri di depannya ternyata adalah Edgar penguasa keluarga kaya pertama!


Lelaki ini tidak mampu dia singgung!


Ragu sejenak, bos restoran tetap membiarkan Edgar masuk.


Mendengar suara, Linda mendongak melihat Edgar sedang berjalan masuk padanya dengan wajah suram.


Linda mengunci layar IPAD hendak bicara, malah melihat Edgar mengernyitkan alis dan berkata dingin, “Linda, pulang denganku.”

__ADS_1


__ADS_2