
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Linda bertanya-tanya.
"Bukankah kamu ingin membalas budi?" Wajah Edgar terlihat dingin. Dia berdehem lalu berkata seperti itu.
Bukankah itu hanya candaan belaka. Dia menanggapinya dengan sangat serius.
Linda melihat luka Edgar dengan tidak berdaya. "Ya, sudah, kamu tidak usah makan.."
Siapa suruh Edgar menangkis serangan itu.
Melihat wajah wanita di hadapannya tampak tidak bersedia, tatapan mata Edgar menjadi suram. Dia mengambil mangkok dan sumpitnya dari tangan Linda. Ujung bibirnya melengkung ke atas dan dia berkata: "Aku hanya bercanda. Aku akan melakukannya sendiri."
Linda menghela napas lega. Biasanya pria ini tampak dingin dan angkuh. Sejak kapan dia bisa bercanda?
Memang tidak biasa rasanya menggunakan tangan kiri. Edgar tampak bersusah payah memakan mie itu, lalu mengusap ujung bibirnya dengan tissue. "Rasanya cukup enak."
"Yang penting kamu suka, kalau begitu habiskan" LInda bangkit berdiri dan bersiap-siap untuk membereskan alat makan.
__ADS_1
"Letakkan saja, biar besok pekerja harian yang membereskannya." Jari panjang Edgar memijat-mijat pelipisnya. "Aku lelah,bantu aku ke kamar"
"Aku akan menuntunmu kembali ke kamar untuk beristirahat." Linda juga merasa sangat lelah. Dia hanya ingin cepat-cepat tidur.
Lagipula besok sudah bertumpuk pekerjaan yang sedang menunggunya.
"Hm,." Edgar menanggapinya dengan datar.
Linda mengerahkan seluruh tenaganya, dan akhirnya berhasil menuntun Edgar ke kamar tidurnya.
Linda mendorong pintu hinga terbuka. Baru saja hendak menuntun Edgar ke arah ranjangnya, saat lewat di depan pintu kamar mandi, Edgar tiba-tiba menghentikan langkahnya. "Aku ingin mandi."
Kelopak mata Linda seketik berkedut. Kata-katanya langsung meluncur keluar dari dalam mulutnya. "Kamu tidak bermaksud membiarkanku membantumu untuk mandi, kan?"
Melihat wanita di sisinya itu begitu waspada, Edgar melonggarkan dasinya dengan tangan kirinya. Wajahnya kini bertambah seringai penuh arti. "Bantu aku untuk mengisi air."
Terdengar suara aliran air dari dalam kamar mandi. Linda duduk di atas sofa. Tadinya dia ingin menunggu Edgar selesai mandi, lalu bertanya di mana kamar tidurnya. Alhasil, karena terlalu lelah, dia berbaring di atas sofa dan tertidur dengan lelap.
Setelah selesai mandi, Edgar berjalan keluar dari kamar mandi. Dia melihat Linda tidur tergeletak di atas sofa. Suara dengkur yang pelan memenuhi kamar itu.
Kuliatnya putih halus. Alis matanya melengkung indah. Cahaya lampu jatuh ke atas bulu matanya yang lentik dan panjang sehingga membentuk bayangan seperti kipas pada pipinya.
Edgar menyunggingkan senyuman. Tatapan matanya menjadi lembut. Dia membungkuk lalu menggendong Linda.
Dengan perlahan dan hati-hati, dia meletakkannya di atas ranjang. Edgar menyelimutinya dengan selimut Tipis, lalu berbaring di sebelah Linda .
__ADS_1
"Beruang kecil, biarkan aku memelukmu." Linda sedang bermimpi memeluk boneka beruang. Dia mengigau dan membalikkan tubuhnya, menjulurkan lengan dan memeluk Edgar yang ada di sebelahnya.
Tubuh Edgar menjadi kaku. Perasaan ini... sangat familiar.
Dia mengulurkan tangan dan membelai rambut Linda. Tatapan matanya berkilat. " Candy, apakah itu kamu?"
Edgar habya bisa diam dan pasrah di peluk oleh Linda, Dia Perlahan-lahan menutup matanya, mungkin karena terlalu nyaman Edgar mudah terlelap.
Kesokan harinya, sinar matahari menembus kelambu yang berlapis-lapis.
Linda pelan-pelan terbangun karena merasa silau.
Yang pertama kali tampak di depan matanya adalah sebuah lampu kristal mewah.
Ada di manakah dia?
Linda memijat-mijat pelipisnya. Pelan-pelan ingatannya akan kejadian semalam kembali.
Dia ingat, semalam, Edgar menangkis tusukan pisau yang terarah padanya.Lalu mengantar Edgar ke rumah sakit. Dia mengantarnya pulang. Setelah makan malam, dia mandi. Linda teringat bahwa dirinya ketiduran di sofa.
Lalu?
Lalu, apa yang terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak ingat?
Mengapa dia bisa berada di atas ranjang Edgar?
__ADS_1
Di dalam rumah hanya ada dia dan Edgar. Kalau bukan dirinya sendiri yang naik ke atas ranjang Edgar, artinya... Edgar yang menggendongnya naik ke atas ranjang?