
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
Jika Edgar tidak mencintainya, mengapa harus melakukan banyak hal untuknya?
Apakah hanya karena dia memiliki kemiripan dengan Candy ?
Ia berusaha mengusir prasangka buruk dari pikirannya.
Saat ini yang terpenting adalah penyakit kakek Lion.
Jika Edgar tidak mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan Tuan Besar ,terpaksa dia harus memikirkan jalan keluar lainnya.
Linda dengan pelan melepaskan cincinnya dan melihat ke arah Jonatan , dengan ragu dia berkata, "Jonatan , bisakah kamu membantuku?". "Tentu saja bisa." Jonatan menjawab tanpa bertanya.
Linda menjawab dengan lesu, "Bantu aku untuk menemukan rumah, langsung beli saja. Aku ingin segerah pindah."
Berhubungan dia telah membatalkan pernikahannya dengan Edgar, tidak ada lagi ada alasan baginya untuk tetap tinggal di Kota Baru Air Moon.
Jonatan tertawa, "Tidak perlu susah payah, aku memiliki sebuah apartemen di dekat Taman Lubiri, jika kamu ingin, kapanpun kamu boleh segera pindah."
"Kalau begitu terimakasih." Linda berterimakasih dengan tulus sambil menyandarkan dirinya kekursi penumpang.
Jonatan terdiam sejenak lalu berkata, "Aku kira kamu akan meninggalkan kota ini, pergi keluar untuk mencari hiburan."
Linda yang dia kenal akan pergi dengan mudah untuk keluar dari masalah pengkhianatan yang dilakukan calon suaminya.
Tetapi sekarang, Linda masih tetap berada di kota ini.
Apakah dia masih tidak dapat melupakan Edgar?
Dengan susah payah Lindamenjawab, "Kakek masih terbaring di rumah sakit, aku juga ada tanggung jawab atas semua yang kakek alami. Aku tidak bisa pergi begitu saja."
Jonatan hanya menanggapi perkataannya dengan menundukan kepala pertanda dia mengerti, "Kamu tenang saja, Tuan Besar akan baik-baik saja."
Apa alasan Linda untuk terus berada disini hanya karena Tuan Besar ?
Mereka berdua saling berdiam, Jonatan mengemudikan mobil membawa Linda sampai ke Kota Baru Air Moon.
"Apa benar disini ?" Jonatan menghentikan dan memarkirkan mobilnya.
Linda tersadar dari lamunannya, "Benar Jonatan , tunggu aku sebentar."
Linda membuka pintu rumah, terasa sepi dan sunyi.
Jam segini harusnya Edgar sedang berada dirumah sakit.
Dia berjalan kelantai dua, kamar tempatnya tidur dulu, Linda sedikit merenung.
Walaupun hanya semalam dia tidak tinggal disini, dia tetap merasa sangat merindukan semuanya dan ingin memilikinya secara abadi.
Linda tinggal disini selama bulan, dan disini banyak menyisakan kenangan manis yang tidak terlupakan.
__ADS_1
Sekarang, dia akan pergi.
Awalnya berpikir dia akan pergi dengan mudahnya, tetapi sekarang perasaannya mala dilanda dilema.
Kenangannya bersama Edgar dirumah ini sedikit-sedikit mulai bermunculan dipikirannya tanpa diminta.
Kenangan itu begitu jelas bagaikan baru terjadi kemarin.
Edgar adalah laki-laki pertama yang berhasil meluluhkan Linda.
Mengenai Edgar, Linda benar-benar mencintainya dengan tulus,Linda dengan serius ingin berpasangan dengannya selama sisa umur hidupnya.
Sayangnya dia terlalu bodoh dan salah memberikan perasaannya.
Edgar sudah memiliki Candy, mungkin saja sekarang mereka sedang bermesraan.
Mengapa dia harus bersedih disini?
Menyimpan kembali rasa sedihnya, Linda dengan cepat menyimpan barang-barangnya kedalam koper.
Linda mengangkat kopernya dengan cepat turun ke lantai bawah, saat dia sudah sampai diruang tamu tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka.
Ia langsung menghentikan langkahnya.
Seketika jantungnya berdetak dengan kencang.
Jangan-jangan Edgar sudah pulang?
Saat pintu terbuka, Ibu Wang yang pertama kali terlihat olehnya.
"Nona Lindq?" Ibu Wang sedikit terkejut karena dia mengira tidak ada orang dirumah saat ini.
Linda sedikit kecewa, disaat yang bersamaan dia pun merasa lega, "Ternyata kamu Ibu Wang."
Bagaimana dia bisa lupa jika Ibu Wang akan selalu datang membersihkan rumah saat jam segini setiap harinya.
"Nona , kamu ini?" Ibu Wang bertanya saat melihat koper yang dibawa Linda.
Linda menjawab dengan pelan, "Aku akan pergi, mohon titip salam dariku untuk Edgar."
Permasalah Linda dengan Edgar sangatlah menggemparkan, Ibu Wang tentunya juga mendengar isu tersebut.
Tetapi dia selalu merasa jika tuan mudanya bukanlah orang seperti itu.
Ibu Wang juga merasakan ketulusan dari sikap Edgar kepada Linda pada biasanya.
Sebagai pekerja paruh waktu yang bekerja selama ini, dia belum pernah melihat Edgar yang sangat perhatian seperti itu.
Linda adalah yang pertama.
Tapi, tak disangka jika Linda akan pergi begitu cepat.
__ADS_1
Ibu Wang sedikit kebingungan dan berusaha untuk menahannya, "Nona , apa kamu tidak ingin menunggu tuan muda kembali dahulu? Kalian bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan berdiskusi, kenapa harus pergi?"
Linda menggeleng-gelengkan kepalanya, saat akan berbicara tiba-tiba Jonatan muncul didepan pintu.
"Linda apa sudah selesai?" Jonatan bertanya sambil berjalan mendekat ke arah Linda.
"Hmm sudah." Linda menjawab sambil menganggukan kepalabya.
Jonatan mengambil alih koper yang berada ditangan Linda, dengan penuh kelembutan dia bertanya, "Apa semuanya sudah dibereskan, tidak ada yang ketinggalan, kan?"
"Tidak ada." Linda menjawab dengan datar tanpa ekspresi apapun.
Jonatan tersenyum dengan lembut, "Kalau begitu ayo kita pergi."
Ibu Wang terperanjat melihat interaksi mereka.
Nona dengan pria ini.... memiliki hubungan apa?
Di bawah tatapan terkejut Ibu Wang, Linda berhenti, dia tiba-tiba teringat sesuatu, mengeluarkan kunci dari sakunya, dan menyerahkannya kepada Ibu Wang, "Tolong bantu aku kembalikan kuncinya ke Edgar."
“Nona , mengapa kamu tidak memberikannya sendiri kepada Tuan Muda ?” Ibu Wang masih berusaha untuk menjaga Linda.
“Tidak perlu.” Jawab Linda , berbalik dan mengikuti di belakang Jonatan , dan turun.
“mari masuk ke mobil.” Jonatan memasukkan koper Linda ke bagasi, lalu membukakan pintu untuk Linda dengan sangat sopan.
“Terima kasih.” Linda melihat ke belakang, mengerucutkan bibirnya, dan duduk di kursi penumpang.
Suasana hatinya entah kenapa menjadi berat.
“Linda, jangan terlalu banyak berpikir, kembalilah dan istirahatlah dengan baik.” Jonatan mengulurkan tangannya untuk mengencangkan sabuk pengaman untuk Linda dan berkata.
“Jonatan , aku baik-baik saja, tolong berikan aku waktu untuk menenangkan diri.” Linda bersandar di kursi sedikit lelah dan menutup matanya.
Jonatan tidak mengatakan apa-apa, memutar mobil, dan menuju keluar dari gerbang komunitas.
Edgar sedang mengemudi kembali dari rumah sakit, ketika dia hendak mencapai gerbang komunitas, dia tiba-tiba melihat sebuah mobil yang dikenalnya keluar dari gerbang komunitas.
Bukankah itu mobil Jonatan ?
Apa yang dia lakukan di Kota Baru Air Moon?
Alis Edgar mengerjit.
Melihat ke luar jendela tanpa sadar, samar-samar aku melihat wajah cantik.
Itu Linda!
Kedua mobil itu saling melewati, dan Edgar menginjak rem.
Mobil dibelakang terus membunyikan klakson, Edgar ingin memutar untuk melihat lebih jelas tetapi mobil Jonatan sudah tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Apa Linda dan Jonatan sudah berpacaran?