Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 279


__ADS_3

“Nona , silakan masuk ke mobil!” Kedua pengawal itu membungkuk dan mengajukan permintaan.



Linda berpikir selama dua detik, lalu melangkah ke dalam mobil.



Dia ingin melihat apa yang direncanakan Rendy.



“Ada keperluan apa mencariku?” Linda mengangkat alisnya sedikit, melirik ke samping ke arah Rendy, dan bertanya.



Rendy menyipitkan mata sedikit, dan menatap Linda dengan tatapan dalam, "Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengundang Nona makan malam, apakah kamu bersedia?"



Tatapannya seperti citah yang menatap mangsanya, yang membuat Linda merasa sedikit tidak nyaman.



Linda menatap matanya dan mengangguk ringan.



Setengah jam kemudian, Rendy membawa Linda ke hotel berkelas yang mewah, "Nona , silakan."



Linda mengikuti di belakang Rendy dan berjalan ke dalam ruang VIP\*.



“Tuan Li, kamu mencariku, tidak sesederhana hanya mengundangku untuk makan malam, kan?” Linda duduk dan bertanya dengan blak-blakan.



Rendy mengatupkan bibirnya, "Nona , kamu pernah menyelamatkanku, tidak berlebihan bukan jika aku mentraktir kamu makan?"



Setelah berhenti sejenak, dia mengeluarkan cek dan menyerahkannya kepada Linda, "Uang ini untuk berterima kasih kepada Nona ."



"Hanyalah sekedar membantu saja, siapa pun juga akan melakukannya.” Linda diam-diam mendorong cek itu kembali.



Melihat penolakan Ljnda, Rendy mengerutkan kening, "Karena menolak untuk menerimanya, aku juga tidak akan memaksa. Namun, aku berharap bisa berteman dengan Nona Linda"



“Kamu dan aku memiliki posisi yang berbeda dan ditakdirkan untuk tidak berteman. Terima kasih untuk makan malam hari ini.” Linda tiba-tiba berdiri dan berjalan ke luar pintu ruangan VIP.



Pengawal di pintu mengulurkan tangan dan menghentikan Linda, "Nona , silakan kembali duduk."



Mata Linda tenggelam, dan dia berkata dengan dingin, "Minggir!"



Suaranya tidak keras, tetapi memiliki daya tembus yang tak terbatas. Kedua pengawal itu saling memandang, hanya untuk mendengar suara dingin Rendy, "Biarkan Nona pergi."



“Baik, Tuan Li!” Kedua pengawal itu segera berdiri di samping untuk membuka jalan.



Linda keluar dari hotel dan kembali ke Taman Lubiri. Begitu memasuki gerbang komunitas, tiba-tiba telepon berdering.



Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat ke bawah, itu adalah nomer telepon Anthony.



“Anthony, apakah ada perkembangan terbaru tentang Lalita ?” Linda memegang ponselnya erat-erat dan menyambungkan panggilan itu.



Anthony menjawab, "Kak , coba tebak aku di mana sekarang?"


__ADS_1


Linda mengerutkan kening, "Bicaralah langsung!"



Anthony tertawa terbahak-bahak, "Kamu melihat ke atas."



Linda mendongak tanpa sadar, dari atas petak bunga di tepi jalan, melompat seorang anak laki-laki dengan tubuh rata-rata, rambut dicat kuning, dan terlihat sedikit berandalan, menatapnya dengan setengah tersenyum.



“Anthony? Mengapa kamu datang ke kota A?” Linda sedikit terkejut.



Anthony mengangkat alisnya dan berpura-pura sedih, "Kenapa, Kak , kamu tidak menyambutku?"



Linda menutup telepon, menyimpan telepon, dan berkata dengan tenang, "Bukankah kamu pergi keliling dunia?"



“Maka dari itu, aku berkeliling hingga sampai ke Kota A, dan aku mampir untuk melihat kamu, Kak .” Anthony mengaitkan sudut bibirnya dengan keras kepala.



Linda mengangkat kelopak matanya, "Katakan soal urusan tadi!"



Dengan apa yang dia ketahui tentang Anthony, penampilannya jelas tidak sesederhana itu.



Ternyata benar, saat dia berjalan ke pintu, Anthony membuang seringainya, dan nadanya menjadi serius, "Kak , aku menemukan beberapa informasi tentang identitas Lalita , dan aku khusus datang mencarimu."



“Bagaimana dengan hasil penyelidikanmu?” Mata Lindq menjadi muram dan menatap Anthony dengan acuh tak acuh.



Anthony mengeluarkan laptopnya, membuka sebuah video dengan perlahan dan menolehkan kepala berkata pada Linda, “Kak , kamu lihat ini.”



Dalam video itu, Lalita dengan kedua lelaki yang menagih hutang padanya hari itu.




Anthony menganggukkan kepala, “Kak , terus ini.”



Sambil mengatakannya, Anthony menunjukkan selembar foto.



Dalam foto tersebut, Lalita bersama dengan lelaki lain.



Meskipun hanya terpotret sosok lelaki itu, Linda masih bisa mengenali bahwa lelaki itu adalah Bagas .



Linda menyipitkan matanya dan menjadi dingin.



Ternyata di antara Lalita dan Bagas bahkan ada rahasia yang tidak diketahui oleh orang.



Linda berkata dengan acuh tak acuh, “Anthony, apakah masih ada yang lain?”



“Sementara hanya ada itu saja.” Anthony memberikan semua file pada Linda, “Kak , kamu harus berhati-hati.”



Linda tersenyum ringan, “Aku tahu.”



“Kalau begitu, aku pergi dulu.” Anthony membereskan laptopnya.

__ADS_1



Linda mengerutkan alisnya, “Anthony, kamu bantu aku selidiki lagi, apakah ada hubungan di antara Lalita dengan Rendy?”



Firasat memberitahunya bahwa Rendy tiba-tiba mengundangnya makan malam tidak hanya ingin berterima kasih padanya saja.



“Baik.” Anthony langsung menyetujuinya.



Keesokan harinya, Linda pergi ke Perusahaan lebih awal. Dia menghitung ulang penawaran proyek North Bay dengan cermat, kemudian pergi ke kantor CEO.



“Edgar, kamu coba lihat, ini adalah penawaran yang aku hitung.” Linda menyerahkan dokumennya pada Edgar



Tangan Edgar yang ramping menerima dokumen tersebut dan melihatnya dengan teliti.



“Bagaimana?” Linda bertanya dengan nada suara yang tenang.



Edgar menunjuk data di dokumen dan berkata, “Tambah hingga 300 juta Yuan saja.”



“Baiklah.” Linda menganggukkan kepala mengambil dokumen di atas meja dan memegang di tangannya, “Aku akan pergi merevisi datanya lagi.”



Saat dia membalikkan tubuh hendak berjalan keluar dari pintu kantor CEO, suara Edgar yang lembut berbunyi dari belakang, “Linda”



Langkah kaki Linda menjadi berhenti, “Apakah masih ada hal lain?”



Edgar berdiri dan berjalan ke depannya, “Bukankah kamu harus pergi melakukan akupuntur pada Kakek besok?”



Linda tersenyum, “Aku telah menghubungi Paman Qi dan memberitahu kondisi Kakek akhir-akhir ini padanya. Paman Qi bilang kondisi Kakek sedikit khusus dan harus ditunda.”



“Ditunda?” Edgar tertegun, “Kenapa?”



Hati Edgar menjadi tegang.



Seharusnya, Kakek hanya perlu melakukan akupuntur yang terakhir kalinya maka bisa sadarkan diri.



Kenapa tiba-tiba harus ditunda?



“Hm.” Linda menjelaskannya dengan tenang, “Dokter Ni akan memberitahuku kondisi Kakek setiap hatinya, sehingga kamu tidak perlu khawatir, setelah beberapa hari Paman Qi bilang boleh melakukan akupuntur yang terakhir kalinya, aku tentu saja akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan akupuntur pada Kakek Lion”



“Begitu.” Edgar berkata dengan acuh tak acuh, “Tolong rawat Kakek dengan baik.”



Linda mengerutkan bibirnya, “Sudah seharusnya.”



Linda kembali ke ruangnya setelah berjalan keluar dari kantor CEO dan mengubah penawarannya menjadi 300 juta Yuan.



Teringat dengan dokumen Anthony kemarin, Linda mengetik beberapa baris kode dengan cepat.



Jika tidak salah, penawaran Perusahaan Lion kali ini akan segera dibocorkan.

__ADS_1



Sedangkan tender dalam proyek North Bay kali ini, Perusahaan Lion juga tidak akan mendapatkannya.


__ADS_2