
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
"Tapi aku tidak suka hutang kepadamu." Lalita menurunkan kepalanya dan terus berkata "Edgar, aku takut kamu akan melihat rendah diriku."
"Bagaimana mungkin?" Edgar berpikir sebentar dan berkata, " kalau begitu, kamu datang bekerja untuk perusahaanku saja."
"Bolehkah?" Lalita tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan terlihat pandanganya yang bersinar dengan bahagia.
Edgar tersenyum dan berkata, "Tentu saja."
....
Di Bandara.
Yuna dan Linda naik jadwal pesawat paling cepat untuk menuju ke Gunung Elimati.
Ketika Linda akan mematikannya ponselnya tiba tiba dia menerima panggilan dari Jonathan .
"Jonathan ?" Carryn Shu bingung sambil mengangkat alisnya.
Suara magnetik Jonathan datang dari ujung telepon sana, "Linda, aku baru saja pergi ke Taman Lubiri, tetapi kamu tidak ada di sini."
"Betul, aku sekarang sedang berada di bandara , dengan Yuna." Kata Linda
Jonathan bertanya-tanya, "Bandara? Kalian ingin pergi kemana?”
"Aku ada beberapa hal penting yang harus dilakukan." Linda berpikir sebentar dan berkata, "Ngomong-ngomong, ada banyak gosip tentang kamu dan aku di Internet. Kamu tolong cari cara untuk menghapusnya."
"Aku akan urus itu." Jonathan berkata dengan serius, "Linda, apakah kamu benar-benar tidak mempertimbangkan saranku? Dengan mengumumkan siapa sebenarnya dirimu itu adalah cara terbaik yang dapat kamu lakukan."
Linda berpikir sejenak dan berkata, "Tunggu aku pulang baru kita bicarakan lagi."
Setelah itu pesawat berangkat dan langsung melucur ke langit.
Melihat keluar jendela, pikiran Linda mulai hilang dan tidak fokus.
Karena sebenarnya tidak suka naik pesawat karena dia takut ketinggian.
Terakhir kali dia naik pesawat itu, dia bersama dengan Edgar.
Peristiwa dan adegan bersama Edgar mulai teringat dan melompat dari pikirannya.
Ketika pesawat jatuh, dia dan Edgar jatuh bersama menggunakan payung terjun.
Saat itu juga Linda benar-benar menyadari perasaannya terhadap Edgar.
Sekarang jika teringat ulang, itu sudah seperti kehidupan masa lalu.
__ADS_1
Cukup menyakitkan.
Dia memberikan semua hatinya untuk Edgar, tapi hatinya sudah untuk wanita lain.
"Linda, apa yang sedang kamu pikirkan?" Suara Yuna memotong pikirannya.
Linda sadar kembali, melihat Yuna dan berkata, "Aku tidak memikirkan apapun."
"Kamu berpikir tentang Edgar, kan?" Yuna mengatakan dengan tajam, "Sebenarnya, kamu tidak bisa melepaskan dia sama sekalikan."
Apa yang dikatakan Linda dikatakan oleh Yuna dan dia terkejut, "Mengapa kamu bisa mengatakan itu?"
"Intuisi saja."Kata Yuna sambil minum jus dan tersenyu.
Daripada dikatakan itu intuisi, lebih baik dikatakan itu berdasarkan pemahaman Yuna terhadap Linda. .
Yuna dan Linda sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Mereka punya intuisi yang orang lain tidak dapat rasakan.
Linda diam sejenak lalu dia berkata, "Aku juga tidak tahu."
Hatinya sedikit bingung.
Meskipun dia dimemutuskan untuk membatalkan acara pertunangan dengan Edgar, dia masih saja suka teringat dengan Edgar.
"Jangan menipu dirimu sendiri." Yuna memukul ringan Linda di bahu dan mengatakan "Aku bisa melihat bahwa kamu masih memiliki perasaan untuk Edgar, dan begitu juga dia."
Bagaimana mungkin?
Linda berkata, "Yuna, jangan bercanda. Apakah kamu tidak tahu bahwa orang yang disukai Edgar adalah Candy?"
"Aku tahu, itu sebabnya kamu tidak ragu-ragu untuk membatalkan pertunanganmu dengan Edgar ."
Yuna meletakkan jus, melihat ke sisi Linda dan berkata serius, "Karena kepribadianmu yang mengejar kesempurnaan, terutama dalam menghadapi masalah hubungan, yang tidak menerima ruang untuk kesalahan apapun.
Tapi apakah kamu pernah berpikir bahwa semua ini terlalu kebetulan? "
"Kebetulan?" Linda mengkerutkan kening.
"Ya." Yuna mengangguk, mengerutkan bibirnya dan bertanya, "Aku bertanya padamu, kapan Candy muncul?"
"Pada hari aku dan Edgar bertunangan." Linda menjawab sambil berpikir.
"Sebelum ini? Apakah Candy muncul?" Yuna mengangkat bibirnya dan berkata, "Aku membacanya di gosip hiburan, bahwa Candy adalah Charming Bar, nama panggungnya bernama Angel."
"Ya, dulu perayaan ulang tahun Edric Lin, aku pernah bertemu dengannya di Charming Bar." Linda mengangguk, dia sudah mengerti maksud Yuna.
__ADS_1
"Itu sangat aneh. Aku mendengar perkataanmu bahwa sebelumnya Edgar terus mencari Candy, dan orang-orangnya telah mencarinya beberapa tahun, tetapi tidak ada berita. Kamu juga meminta Anthony untuk memeriksanya, tetapi tidak menemukan apa-apa.
Candy itu hanyalah seorang penyanyi di bar saja, apakah annthony tak mampu menemukannya? Tidak masalah jika orang lain tidak menemukannya, tetapi Anthony adalah salah satu peretas terhebat di dunia, kemampuan dia, kamu juga mengetahuinya."
Linda menyipitkan matanya yang indah dan setuju, "Yuna, kamu benar, ada beberapa hal yang benar-benar aku abaikan sebelumnya."
"Linda, kamu menjadi binggung karna ini terjadi padamu. Dan kamu langsung membatalkan upacara pertunangan karena emosi sesaat, membiarkan Candy memanfaatkannya." Yuna mendengus dingin, "Aku bahkan ragu, mungkin saja Candy itu palsu."
"Palsu?" Linda mengerutkan keningnya.
Entah kenapa, dia teringat adegan di Perusahaan Lion di pagi hari.
Candy yang berpura polos tapi berhati busuk, sama sekali tidak seperti yang dikatakan Edgar, gadis yang baik dan cantik.
Ini benar-benar ada yang aneh.
Linda menggosok pelipisnya, "Tapi, Edgar harusnya tidak salah mengenal orang."
Dikarenakan Edgar sangat yakin bahwa Lalita adalah Candy, maka seharusnya tidak ada yang salah.
Ini masalahnya muncul dimana?
Yuna tidak setuju, "Kenapa tidak? Bukankah kamu sudah mengatakan sebelumnya bahwa Edgar pernah mengenalimu sebagai Candy? Lalu apakah dia tidak mungkin tidak salah mengira orang lain?
Apalagi Candy ini tidak muncul lebih awal dan tidak terlambat muncul, tetapi malah muncul pada hari pertunangan kalian. Begitu muncul, langsung mengacaukan upacara pertunangan kalian, ini sangatlah kebetulan sekali!"
Memang kebetulan.
Linda berpikir sejenak dan berkata, "Tunggu aku pulang kembali baru memeriksanya, Yuna, jangan bicarakan ini untuk saat ini, keinginan terbesarku sekarang adalah menemukan Paman Qi sesegera mungkin dan menyembuhkan Kakek Lion."
"Linda, kamu harus memeriksanya. Kamu dengan tidak mudah baru bertemu seseorang yang kamu sukai, jangan menyerah begitu saja," kata Yuna santai.
Setelah perjalanan panjang, Linda dan Yuna akhirnya sampai di Gunung Elimati.
Ini adalah hutan es dan salju pegunungan yang berkesinambungan, dengan salju di mana-mana dan hamparan yang luas.
"Linda, apakah kamu yakin Paman Qi ada di sini?" Yuna menggigil kedinginan.
"Jika perasaanku benar..." Linda menggosok kedua tangannya dan menghangatkan dengan mulutnya, "Aku ingat dia pernah berkata bahwa tempat yang paling ingin dia tinggali di masa yang akan datang adalah Gunung Elimati."
"Baiklah, langsung…" Yuna sedikit tak berdaya.
Linda menatap Yuna yang membeku, "Kenapa kita tidak bertanya pada seseorang dulu."
"Ok." Yuna mengangguk dan melihat sekeliling.
Di kaki gunung, ada sebuah desa kecil dengan beberapa rumah pertanian kecil yang tersebar di sana-sini.
__ADS_1
Linda dan Yuna mengetuk salah satu rumah, "Apakah ada orang di dalam?"