Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 86


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Melihat Edgar berwajah suram dan nada suara tegas, Linda pada akhirnya kompromi dengan tidak berdaya: “Baiklah, kamu adalah bos, kamu yang menentukan.”


Bagaimanapun juga dia sekarang adalah karyawan perusahaan lion dan Edgar merupakan bos. Tidak peduli bagaimana, bos menyuruhnya untuk lembur, dia juga hanya bisa mematuhinya, ini adalah perilaku profesional Seorang bawahan.


Berjalan keluar dari ruangan kantor CEO, Linda menelepon Edric Lin, memberitahunya malam ini ada urusan jadi tidak bisa pergi.


Edric Lin nampak sangat kecewa: “Kak Linda, kamu barusan bukankah sudah berjanji padaku? Kenapa mendadak ada urusan?”


“Sungguh maaf, mendadak ada urusan mendesak, lain kali aku yang traktir kamu.” Linda juga tidak berdaya. Kalau bukan Edgar lelaki berhati hitam itu, bagaimana mungkin dia mendadak lembur?


Kembali ke tempat duduk, Linda merevisi proposal dengan serius.


Baru mengerjakan sedikit, Linda mendadak mendapat telepon Dari Edgar.


“Ada apa?” Linda mengangkat telepon dan bertanya.

__ADS_1


Suara Edgar yang rendah terdengar dari telepon sana: “Bukankah kamu bilang akan menunjukkan notulen rapat? Aku sudah menunggumu setengah jam.”


Tidak mungkinlah, baru setengah jam sudah mendesak lagi?


Lelaki ini tidak ada habisnya ya? Belakangan ini apakah sudah bermasalah dengannya dan sengaja menyulitkannya ?


Dalam hati Linda mengkritik dan berkata kesal: “Masih belum selesai dibereskan.”


“Beginikah efisiensi kerjamu?” Suara Edgar dingin dan tidak sabar.


Linda berkata dengan sabar: “Nanti aku sudah membereskan notulen rapat dan memperbaiki proposal akan menunjukkan padamu sekaligus.”


“Baik.” Bibir tipis Edgar mengerucut dan menjawab singkat.


Selesai membereskan notulen rapat, lalu memperbaiki proposal, Linda merasa sudah tidak ada kesalahan, lantas membawa notulen rapat dan proposal tiba di ruangan kantor CEO.


“Sudah selesai?” Melihat Linda berjalan masuk, Edgar mendongak dan menatapnya dengan datar.


Linda mengangguk dan berjalan ke hadapan Edgar, lalu menyerahkan notulen rapat dan proposal padanya.


Edgar menunduk melihat sekilas notulen rapat dan berkata datar: “Apakah tidak jelaskan dengan spesifik padaku?”


“Saya sudah menulisnya dengan sangat jelas. Topik utama rapat adalah membahas masalah produksi Ice and Fire serta pengaturan selanjutnya.” Linda menunjuk notulen rapat dan menjelaskan satu persatu kepada Edgar.

__ADS_1


Lelaki ini pasti sengaja, dia masih ingat beberapa hari lalu Milla Xu membawa proposal kerja sama dari perusahaan Xu pada Edgar.


Edgar sama sekali tidak melihatnya sudah menyuruh Milla Xu meletakkannya dan mengatakan dia akan melihatnya sendiri.


Kenapa dia sini, bahkan Edgar ingin dia menjelaskan setiap kalimat bahkan kata?


Apakah lelaki ini masih kesal karena dia tidak sengaja menendangnya kemarin.


Sungguh pemarah deh.


Linda tidak hentinya bergumam di dalam hati.


Susah payah sudah selesai menjelaskan notulen rapat, Linda kembali membuka proposal, baru saja hendak menjelaskan kepada Edgar, mendadak dipotong olehnya.


“ Kamu sudah makan malam belum?” Edgar berkata tanpa ekspresi.


“Belum.” Linda menggelengkan kepala, sibuk sepanjang sore, mana ada waktu makan malam?


Edgar mendadak berdiri, lalu memandangnya dari atas: “Ayo jalan.”


Linda kaget: “Pergi kemana?”


“Tentu saja makan malam.” Edgar berkata dengan acuh.

__ADS_1


Wanita ini bekerja begitu keras, tidak tahu memperhatikan dirinya sendiri, Saat bekerja hingga melewatkan makan malam.


__ADS_2