Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 108


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Linda tercengang dan membatin penuh tanda tanya, kenapa Edgar bisa datang kemari?


Edgar mengambil langkah tegas dan berjalan mendekati Linda, meliriknya lalu bertanya, "Bagaimana persiapannya, Apakah Ada yang kurang?"


"Semua lancar, dan kita akan segera mulai." Jawab LInda sambil merapikan beberapa skrip yang dipegangnya.


"Ok, bagus" Edgad sambil melihat-lihat dekorasi di tempat, lalu mengambil langkah besar menuju kursi yang terletak di samping, dan duduk tanpa basa-basi.


Kakinya menyilang santai. Namun demikian, auranya cukup membuat orang yang ada disekitarnya merasa tegang.


Linda JugA merasa Tegang. Dia mengerutkan keningnya dan bertanya dalam hati, Edgar mau melihat proses pemotretan kita?


Karena menurut Linda, ini hanya pemotretan iklan biasa, untuk apa seorang presdir terjun ke lapangan dan mengawasinya?


"Mulai saja." Celetuk Edgar ringan.

__ADS_1


Semua staff yang mendengarnya tidak banyak basa-basi lagi dan bergegas memulai.


Tepat di saat itu juga, tiba-tiba suara pintu terbuka kencang.


Linda menoleh, mendapati sosok Milla yang berdiri tegas dan ingin menerobos masuk, namun dihadang oleh beberapa pekerja.


"Maaf Kak Milla, Anda dilarang masuk." Ujar salah satu staff di ruangan dengan nada sopan.


"Kenapa tidak boleh?" Tanya Milla dengan pandangan sinis.


Tapi Edgar masih bisa duduk tenang menghadapi situasi ini.


Tadi pagi, Kakaknya Milla datang ke Perusahaan Lion menemuinya, ingin berdiskusi mengenai rencana kerjasama.


Seperti sebelumnya, Edgar masih acuh padanya, hal itulah yang sangat membuat Milla merasa sakit hati.


Tidak jarang Milla berusaha menunjukkan yang terbaik untuknya, Edgar justru bersikap biasa saja.


Sekarang, sudah dengan susah payah dia bisa menemui Edgar, tapi justru dilarang masuk.


Terlebih lagi, dia melihat ada Linda, musuh bebuyutannya di dalam.


Semua ini pasti karena akal-akalannya wanita tidak tahu diri itu. Jika tidak, bagaimana mungkin Edgar cuek dengan dirinya, dan tidak memedulikan rencana kerjasama ini, memilih berdiam diri berada di studio foto dan melihat proses pemotretan itu?

__ADS_1


"Aku kesini ingin bertermu dengan Edgar, biarkan aku masuk." Bentak Milla, "Kamu tidak mengenalku? Aku adalah putri sulung Keluarga Xu."


Setelah mendngar penjelasan Milla, tentu saja sebagai staff biasa merasa ragu apa yang harus diperbuat, "Kalau begitu, akan saya tanyakan terlebih dahulu."


Staff tersebut mendekati Edgar, "CEO Edgar,ada seorang wanita bernama Milla mengatakan ingin bertemu dengan Anda, dia ingin masuk. Bolehkah?"


"Suruh dia pergi." Jawab Edgar ketus.


"Mohon maaf, Kak Milla, kita sedang menjalankan proses pemotretan, selain staff dilarang masuk." Kata staff itu berusaha menghadang Milla.


"Kalau begitu aku tunggu disini, boleh kan!" Milla tidak mau kalah.


Melihat ekspresi Milla yang melakukan segala cara, Linda tidak bisa menyetabilkan perasaannya, dia pun membuang muka darinya, fokus pada proses pemotretan Nia dan Jonatan.


Untung Jonatan adalah aktor terbaik, hampir semua penampilannya terlihat sempurna.


Sayangnya, Nia sedikit kurang memuaskan.


"Berhenti." Linda menyela.


"Kenapa?" Tanya Jonatan ketika melihat Linda jalan mendekati mereka.


Mata LInda tertuju pada Nia, lalu mengatakan acuh, "Nia, ekspresimu barusan kurang tepat."

__ADS_1


Nia berhenti dan menatap Linda dengan tatapan kurang menyenangkan, "Apanya yang salah?"


__ADS_2