
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
Namun, Edgar bahkan tidak memandang Milla sama sekali, mengabaikannya secara langsung, dan berjalan langsung ke kursi Linda yang berada di sampingnya.
Edgar berjalan ke depan Linda, mengangguk sedikit, matanya yang dalam menatap wajahnya, menyerahkan boneka kucing ke tangannya, "Linda , ini untukmu."
Jawaban atas misteri itu terungkap, dan semua orang yang hadir mulai berdiskusi:
"Ternyata CEO memberikannya kepada tunangannya."
" CEO sangat menyayangi tunangannya, benar-benar membuat iri."
"..."
Melihat Edgar berjalan ke depannya selangkah demi selangkah, napas Linda tersedak.
Edgar mengikuti lelang boneka kucing yang dia buat sendiri, untuk diberikan padanya?
Namun, baru saja di atas panggung, di depan semua orang, dia mengatakan bahwa dia akan memberikannya kepada wanita yang paling dia cintai.
Sekarang dia memberikannya padanya, yang berarti ... dia adalah wanita yang paling dia cintai?
Apa maksudnya?
“Linda?” Melihat Linda acuh tak acuh, Edgar sedikit mengernyit.
Linda sadar kembali, menenangkan diri, dan berkata dengan dingin, "Maaf, aku tidak suka boneka kucing ini."
Linda menolak di depan umum, ekspresi Edgar berubah menjadi sedikit jelek, "Bukankah tadi kamu masih mengikuti lelang untuk mendapatkan boneka kucing ini?"
“Aku tidak menyukainya sekarang.” Linda berkata dengan tanpa ekspresi, berkata dengan memiliki maksud lain, “Aku tidak akan pernah menginginkan sesuatu yang bukan milikku.”
Setelah berbicara, Linda berdiri, "Permisi, aku mau pergi ke kamar mandi."
Dia berbalik dan berjalan menuju kamar mandi.
Melihat Linda pergi, Edgar sedikit menyipitkan matanya.
Dia tahu bahwa Linda masih bingung tentang perasaannya.
Tadi malam di kincir ria, dia bisa merasa sebenarnya lInda juga benar-benar menyukainya.
Tapi kemudian mengenai Tata secara tidak sadar, menariknya menjauh dari Linda.
Edgar duduk di sofa sambil merokok sepanjang malam, hari ini dia pergi ke kamar Linda pagi-pagi sekali.Namun tidak menemukannya.
Dia bertanya kepada pelayan di lobby, baru mengetahui Linda keluar tengah malam.
__ADS_1
Butuh banyak usaha bagi Edgar untuk mengetahui bahwa Linda akan datang ke pelelangan amal malam ini.
Jadi, dia segera bergegas ke sini, melihat Linda dan Milla merebut boneka kucing mewah itu, dia langsung mengikuti lelangnya tanpa ragu-ragu.
Dia berencana menggunakan boneka kucing itu untuk menyatakan perasaannya pada Linda di depan semua orang, tapi dia tidak menyangka bahwa Linda tidak menghargainya dan pergi tanpa menoleh ke belakang.
Rasa frustrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuat Edgar sangat tidak senang.
“Edgar, Linda benar-benar keterlaluan.” Melihat Edgar yang sedang memasang muka hitam, Milla berkata dengan masam.
Edgar mengikuti lelang boneka kucing itu untuk Linda, membuat kecemburuan di hati Milla membara.
Di depan banyak orang, dia mengatakan bahwa Linda adalah wanita yang paling dicintainya, membuat Milla cemburu.
Namun, yang tidak disangka oleh Milla adalah, Linda, orang dusun yang bodoh menolak Edgar.
Tapi, tak tahu apakah dia sengaja main tarik ulur agar lebih menarik perasaan.
Namun, ini adalah kesempatan yang baik.
Jadi, Milla berkata dengan menambah-nambahkan, "Mungkin kamu tidak tahu, bahwa tadi malam Linda pergi ke bar untuk berkencan dengan seorang pria tanpa memberitahumu."
Wajah tampan Edgar langsung berubah sedingin es, yang dapat membuat orang bergidik.
"Beneran. Linda itu memang wanita gatal yang senang menggoda laki-laki, dia tidak pantas kamu perlakukan dengan segitu baik."
Milla tidak berhenti mengatakan keburukan Linda," Dulu, ketika dia dekat dengan Jonatan , dia juga berhubungan dengan Edric , dan sekarang di Paris pun dia masih sempat menggoda laki-laki diklub malam, Elson dia berselingkuh dibelakang kamu, kenapa kamu masih tidak mengerti."
Linda pergi ke toilet sudah cukup lama, kenapa belum kembali?
Apakah dia masih marah dan pulang duluan?
Edgar mengambil ponselnya dan menelepon Linda tetapi ponselnya malah tidak aktif.
Dia merasa khawatir, kemudian Edgar pun menyusul ke toilet.
"Edgar, kamu mau kemana?" Milla bertanya.
Edgar sedikit pun tidak menghiraukannya.
Milla langsung berdiri dan menyusul Edgar.
Sebuah cahaya terang melintas dimatanya.
Menghitung waktu, Nia An seharusnya sudah berhasil, bukan?
Linda , kali ini kamu pasti tidak akan lolos!
….
__ADS_1
Di toilet.
Linda berdiri di depan wastafel, membasuh wajahnya dengan percikan air dingin, melihat pantulan dirinya di cermin.
Karena semalam kurang istirahat mebuat mukanya terlihat sedikit kelelahan dan kusam, dua mata pandanya terlihat sangat jelas.
Sebenarnya, Linda bukan tidak senang atas tindakan Edgar tadi.
Edgar adalah laki-laki yang terkesan sangat dingin mala menyatakan cinta dihadapan orang banyak. Siapapun yang diberlakukan seperti itu, pasti akan sangat terharu.
Tetapi sebutan" Candy" di hati Edgar, membuat Linda meragukan ketulusan hatinya.
Linda memejamkan matanya sambil memijat kepalanya dan menghembuskan nafasnya untuk menetralkan perasaannya.
Tiba-tiba lehernya terasa dingin dan dia merasakan benda tajam yang ditujukan kepadanya.
Adalah sebuah pisau belati yang tajam!
Linda merasa terkejut dan mengerjapkan matanya.
Dalam pantulan cermin, Linda dapat melihat orang yang menodongkan pisau ke lehernya adalah Nia An.
"Nia An, apa yang kamu lakukan?" Linda bertanya dengan penuh rasa takut dan kebingungan.
Dalam hatinya merasa sedikit kesal dan menyesal karena melamunkan masalah terlalu focus sehingga dia tidak menyadari kehadiran Nia An.
Semua karena Edgar!
Jika bukan karena Edgar, mana mungkin dia akan melamun?
"Linda, hari ini adalah hari kematianmu!" Ucap Nia An dengan kejam sambil menekan pisau belati itu ke leher Linda.
Tidak disangka hari ini akan sangat lancar, Nia An merasa kegirangan.
Kali ini, dia akan membuat Linda merasakan apa yang dia rasakan sebelumnya bahkan mungkin lebih parah!
Linda merasa heran, apakah Nia An masih belum mendapatkan pelajaran? Masih tidak sadar diri dan mencari masalah dengannya?
Kalau begitu, tidak akan sungkan lagi.
"Nia An, bukankah Bruce juga berada di acara ini? Kamu tidak pergi mencarinya?" Linda berbicara dengan tenang.
Mendengar nama Bruce, tatapan Nia An menjadi sendu."Linda , dasar murahan! Jika bukan karena kamu, mana mungkin Bruce putus dengan aku?"
Mengingat kekejaman Bruce, melihat dirinya yang tidak memiliki pilihan sampai harus bersama dan melayani kegilaan Joseph, batinnya Nia An langsung terguncang kembali," Jika bukan karena dirimu yang menjebakku, membuat aku dipermalukan didepan banyak orang, bagaimana mungkin aku menjadi seperti sekarang ini?"
"Wah, kamu mengatakan masalah tempo hari itu?" Linda yang masih santai dan semakin menantang walaupun pisau tajam diarahkan ke lehernya, sambil tersenyum dan berkata" Bukankah kamu yang duluan menjebakku?"
__ADS_1
Nia An merasa kaget dengan perkataan Linda, pisau ditangannya menggores ke atas pada leher Linda ," Linda, bukankah kamu mengandalkan kecantikanmu? Hari ini aku akan menghancurkan wajahmu ini, kita lihat bagaimana kamu akan bisa menggoda laki-laki lagi!"