Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 85


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Linda sedikit tersenyum: “Paham sedikit saja.”


Dia berjongkok di depannya, membantunya mengolesi obat dengan patuh Dan hati-hati . Edgar anehnya merasa waktu begitu tenang.


“Linda.” Edgar mendadak berkata dengan rendah.


“Ada apa?” Linda mendongak menatapnya sekilas, hanya nampak di matanya yang dalam ada panas yang berkedip.


“Kamu benar.....” Edgar baru saja ingin berkata: “Kamu benar tidak menyukaiku?” Nada handphone Linda berbunyi dan mematahkan perkataannya.


“Maaf, aku angkat telepon.” Linda mengeluarkan handphone dari dalam kantong, melihat layar, telepon dari Edric Lin.


Melihat nama “Edric Lin” berkedip di atas layar, raut wajah Edgar langsung menjadi kelam.


Apakah Linda dan Edric Lin memang adalah hubungan itu?


Tangan Linda masih ada salep obat jadi tidak leluasa mengangkat telepon, dia lantas meletakkan handphone di atas meja samping dan menekan loudspeaker.


“Kak Linda, apakah sedang sibuk?” Suara Edric Lin terdengar dari telepon sana.

__ADS_1


Linda tersenyum berkata: “Tidak, ada apa?”


Edric Lin tidak senang, sengaja bertanya dengan berlebihan: “Ada urusan baru boleh mencarimu?”


“Tentu saja bukan, selamat datang kapan saja.” Linda sambil mengolesi salep obat pada Edgar sambil tersenyum berkata.


Edric Lin tertawa pelan: “Kalau begitu Kak Linda malam ini ada waktu tidak?”


“Ada, kenapa?”


“Tempo hari aku ulang tahun, Kak Linda tidak sehat dan pulang awal, masih belum puas bermainnya. Kebetulan malam ini aku ada waktu, bagaimana kalau aku traktir kamu makan?” Edric Lin mengajak dengan antusias.


“Oke tidak masalah.”


Linda langsung setuju, namun tidak melihat wajah lelaki di depan sudah semakin hitam.


Linda di depannya secara terbuka saling menggoda dengan lelaki lain??


Dia tidak menyukainya karena Edric Lin?


Terhadapnya rupa tidak bersedia, terhadap Edric Lin malah tersenyum lebar?


Linda menyukai Edric Lin tipe muda imut?


“Kalau begitu sudah diputuskan ya, Kak Linda sungguh baik, cinta sekali sama kamu! Malam pukul 7, aku akan pergi menjemputmu.” Edric Lin menutup telepon dengan senang.


Linda berdiri hendak menyimpan hendphone, siapa sangka berjongkok terlalu lama kakinya kebas, tidak sengaja jatuh pada Edgar.

__ADS_1


Tanpa sengaja tangannya pas menekan pada luka Edgar .


Punggung tangan Edgar terasa sakit dan mengerang pelan.


“Maaf, Edgar, kamu tidak apa-apa?” Linda malu-malu dan segera berdiri.


“Kamu suka dengan Edric Lin?” Edgar bertanya dengan wajah buruk.


Suka dengan Edric Lin?


Linda bengong sejenak.


Dia hanya menganggap Edric Lin sebagai adik saja, apakah Edgar salah paham dengan hubungan mereka lagi?


Salah paham ya sudah, dia juga malas menjelaskan lagi.


“Lumayan.” Linda menjawab dengan santai.


Lumayan?


Itu juga berarti sudah suka?


Raut wajah Edgar menghitam sepenuhnya, dia berkata dengan dingin: “Apakah kamu lupa sekarang waktu penting ‘Ice and Fire’? Malam ini lembur, perbaiki lagi proposalnya.”


“Tetapi saya malam masih ada urusan.” Linda mengernyitkan alis Dan merasa tidak senang: “Lagian proposalku sudah sangat bagus, Bruce juga sepenuhnya menyetujuinya.”


Edgar mendadak berdiri dan memandangi Linda dari atas, seluruh tubuhnya memancarkan rasa dingin: “Aku adalah atasanmu, aku yang menentukan pekerjaanmu!”

__ADS_1


__ADS_2