Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 142


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Malam yang sunyi, Linda berbaring di atas sofa menatap layar handphone. Di atas ada berbagai macam orang yang memakinya.



Ada yang lebih parah mengatakan ingin Linda membayar dengan nyawa.



Semua menantikan siaran langsung wawancara besok, menunggu bagaimana Herli membuka wajah asli wanita kejam ini.



Linda tersenyum, besok? Dia juga sangat menantikannya.



Saat ini, handphone Linda mengeluarkan nada dering yang indah.



Dia menunduk melihat, telepon dari Anthony.



“Kak , data yang kamu mau sudah berhasil aku selediki dan sudah dikirimkan ke emailmu.” Anthony berkata di telepon sana.



Linda mengangguk dengan puas dan tersenyum, “Sangat bagus.”



“Itu siapa, Herli berani menginjak kepala Bos, sungguh sudah bosan hidup.” Anthony tersenyum sinis, “Kak , kamu jangan sampai melepaskan mereka!”



“Kenapa, aku mirip orang yang berhati lembut ya?” Suara Linda sangat datar, tetapi membuat orang merasa menggigil.



Anthony sengaja mendesah berlebihan, “Kak yang turun tangan, langsung dalam jangkauan!”



LInda tertawa ringan, “Paling pandai gombal.”



Linda menutup telepon hendak membuka email melihat data yang dikirimkan Anthony untuknya, namun mendengar suara jelas di pintu masuk, “Sedang telepon dengan siapa?”



Linda mendongak melihat Edgar sedang bersandar di pintu dan ada sebuah senyuman samar-samar di mulutnya.



Linda tercengang, seingatnya dia barusan sudah menutup pintu deh?



Entah telepon barusan ... dia sudah mendengar berapa banyak?



Dia sepertinya tidak mengatakan yang tidak seharusnya deh.


__ADS_1


Linda duduk tegak dan bertanya datar, “Kenapa kamu datang? Aku ingat sudah menutup pintu deh.”



Edgar berjalan masuk ke dalam kamar dan menaikkan bibir dengan sewajarnya, “Ini adalah rumahku.”



Linda kehilangan kata, “Baiklah ....”



Edgar duduk di samping Linda kemudian menyilangkan kaki dengan santai, “Sudah lihat pencarian panas? Dengar-dengar Herli besok akan lakukan siaran langsung wawancara?”



“Di internet memang berkata begitu.” Linda berkata santai.



“Tidak takut?” Edgar menolah dan mata yang dalam mengamati Linda.



“Bersih tetap bersih, aku takut apa?” Sudut mulut Linda membawa cibiran, “Yang seharusnya takut adalah, orang yang berkata sembarangan, bukankah begitu?”



“Em.” Edgar berkata datar.



Kalau wanita lain disalahkan dan dijebak, serta menghadapi berbagai makian, takutnya sudah terluka dan ketakutan sekali.



Tetapi Linda begitu tenang, seperti sama sekali tidak mendapatkan pengaruh.



Kualitas mentalnya sungguh sangat kuat.




Tadinya Edgar masih ingin menyuruh Linda untuk tidak mengkhawatirkan siaran langsung besok. Tetapi sekarang kelihatannya dia yang terlalu berlebihan.



Dia menatap Linda dengan dalam dan berdiri lalu berkata, “Tidurlah lebih awal.”



Edgar pergi, Linda segera membuka emailnya dan membuka data yang dikirimkan Anthony untuknya.



Linda menaikkan bibirnya dengan puas. Herli orang bodoh ini, siaran langsung wawancara besok, dia akan membuatnya tidak bisa mengelak!



Keesokan paginya, wartawan dari berbagai media sudah berkumpul di pintu masuk rumah sakit. Takut terlewat dengan informasi pertama.



Begitu tiba saat untuk menjenguk, para wartawan berlomba memasuki kamar pasien.



Selain Herli yang berbaring di atas ranjang dengan wajah sakit, Feli juga ada. Bahasa halusnya dia datang menjenguk Herli.



“Semua rekan wartawan, terima kasih kalian bisa datang hari ini.” Herli berpura-pura lemah dan berjuang bangun dari atas ranjang.

__ADS_1



Di depan media, Feli segera memegang Herli , “Hati-hati.”



Wartawan media gosip yang memimpin memulai siaran langsung, “Halo penonton, percaya semuanya penuh rasa penasaran terhadap masalah Linda karyawan perusahaan Lion dengan Herli mantan karyawan belakangan ini. Apa kebenaran dari masalah ini, hari ini kami sudah tiba di dalam kamar pasien Herli , untuk menanyakan langsung pada yang bersangkutan.”



Wartawan pertama-tama mewawancarai Feli , “Nona Lion, dengar-dengar Linda adalah tunangan CEO Lion, apa pandanganmu terhadap masalah ini?”



Feli segera membersihkan tenggorokan dan menjelaskan, “Ini hanya rumor saja. Apakah kalian tidak tahu orang seperti apa kakak sepupuku? Bagaimana mungkin dia memiliki tunangan yang begitu kejam? Keluarga kami adalah keluarga kaya terpandang, bagaimana mungkin ada hubungan dengan pembunuh?”



“Ternyata begitu.” Para wartawan mengangguk mengerti. Tadinya mereka masih khawatir akan menyinggung Edgar.



Tetapi kalau memang Feli sudah berkata begitu, maka Linda dan Edgar tidak ada hubungan apapun, mereka juga tidak perlu takut lagi.



Wartawan beralih kepada peran utama hari ini – Herli.



“Nona Xia, sebenarnya ada apa dengan jatuhnya kamu di Danau Cinta hari itu? Apakah bisa ceritakan kepada kami? Banyak netijen yang sangat perhatian padamu.”



Herli mengangguk dengan wajah pucat, dan berkata dengan mata merah, “Terima kasih atas perhatian semuanya.”



“Hari itu, aku pergi bermain ke Danau Cinta dengan teman. Tetapi temanku ada urusan mendadak jadi tidak datang. Karena aku sudah pergi jadi hanya bisa berjalan sendirian.



Tetapi siapa sangka aku bertemu dengan Linda di Danau Cinta. Hari itu dia langsung memakiku ketika bertemu, dan menyuruhku mati. Aku sama sekali belum sempat merespon dia sudah maju dan mendorongku ke dalam air, masih berkata menyuruhku mati!!”



Herli menyeka air mata dan selesai berkata dalam sekejap.



Kamera wartawan tidak hentinya berkedip dan bertanya, “Kalau begitu, kenapa Linda mendorongmu ke dalam air?”



Mata cantik Herli ada air mata, “Ketika aku masih di perusahaan , Linda cemburu padaku dan tidak suka denganku. Tadinya aku mengira kalau Linda hanya tidak suka denganku, tetapi tidak menyangka dia begitu kejam, malah bertindak jahat padaku dan mendorongku ke dalam danau!



Aku sama sekali tidak bisa berenang, meronta di dalam air dengan putus asa dan berteriak meminta tolong. Tetapi Linda malah berdiri di tepi dengan tenang, bahkan melihatku meronta dengan kejam dan menyuruhku mati dengan sombong!”



Feli menambahkan di samping, “Memang begitu. Hari itu aku dan teman sekolahku bermain di Danau Cinta, secara kebetulan melihat pemandangan ketika Linda mendorong Herli ke dalam danau.”



“Sungguh tidak menyangka, kebenaran masalah seperti yang semuanya tebak sebelumnya. Nona Xia sengaja didorong Linda ke dalam air, kami percaya sudah berbuat jahat tidak akan bisa lari dari hukuman. Sudah melakukan kejahatan maka harus mendapatkan hukuman yang seharusnya. Kebenaran tidak akan pernah terlambat!” Wartawan berkata dengan penuh kebenaran.



Perkataan wartawan menarik pujian dari penonton di dalam ruang siaran langsung, kebencian semua orang terhadap Linda sudah mencapai puncak.



Ketika Linda tiba di bangsal kebetulan mendengar perkataan ini.

__ADS_1



Dia melangkah dengan tenang memasuki kamar, melihat sinis Herli yang berpura-pura di atas ranjang lalu berkata suram, “Benar sekali. Kebenaran selamanya tidak akan terlambat. Sudah melakukan kejahatan maka sudah seharusnya menerima hukuman. Herli , menurutmu benar tidak?”


__ADS_2