Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 217


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""__""


Ketika lelaki jenggot itu melihat nomor di cek, matanya bersinar, ia cepat mengambil cek dari tanah, dan mengatakan "Baiklah, aku segera pergi."



"Kakak Edgar, terima kasih." Lalita menarik tangan Edgar dan melihat matanya dengan kegembiraan, kebahagiaan, dan kaget.. semua jenis perasaan tergabung menjadi satu setelah sudah lama tidak bertemu.



Tampaknya ada ribuan kata yang ingin dibicarakan, tapi tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan.



Suhu dingin dari ujung jari wanita di depannya datang dari tangannya Edgar mempersempit matanya dan melihatnya dengan nada yang agak ragu, "Apakah kau benar-benar Candy?"



"Betul! Aku Candy." Lalita mengangguk keras tanpa ragu-ragu.



Dia Candy !



Dia adalah Candy !!



Angin dingin melewati tubuh Lalita . Rok tipisnya yang telah dirobek oleh dua orang lelaki tadi. tubuhnya yang tipis seperti sepotong kertas tipis, gemetar dan tampak akan jatuh kapan saja.



Edgar Sebenarnya dia benar-benar memiliki terlalu banyak keraguan untuk bertanya, tapi untuk sementara dia tidak tahu harus mulai dari mana untuk bertanya.



Setelah bertahun-tahun, kemana Candy pergi? Kenapa dia tidak menemukannya!?



"Kakak Edgar ... akhirnya aku menemukanmu..." melihat Edgar melihatnya dengan matanya yang ragu Lalita dengan suaranya yang bergemetar, menggoyang dengan pelan tubuhnya, dan jatuh ke pelukan Edgar



"Candy?" Edgar tanpa sadar langsung memegangnya, "Ada apa denganmu?"



Wanita di pelukanya, terlihat pucat, kulit mata tertutup, dan tanpa sadar.



....


Di Butik RD.


Setelah Linda dan Yuna tiba di sana, manajer toko menyambut mereka secara hangat. "Nona, gaun dan stylist kamu telah siap. Ini semua dipilih dan disiapkan oleh CEO ”



"Terima kasih." Linda tersenyum dengan sopan dan mengambil alih gaunnya.



Harus dikatakan bahwa Edgar memiliki standard keestetikaan yang baik. Bahkan Yuna memuji, "Gaun ini sama dengan kami, terlihat suamimu pasti banyak menghabiskan waktunya memikirkanmu”



"Apanya yang suami? Jangan sembarangan berbicara!" Linda berpura-pura menatap Yuna dengan marah dan lalu mengikuti stylist ke dalam.



Melihat bosnya berperilaku seperti seorang wanita yang feminim Yuna tersenyum.



Hanya pria yang hebat seperti Edgar yang layak mendapatkan bos saya.



Satu jam kemudian, setelah menyelesaikan model, Linda keluar, dan Yuna melihat Linda dengan matanya yang berlebihan dan kaget.


__ADS_1


Yuna tahu bosnya cantik, tapi dia tidak pernah tahu dia bisa begitu cantik!!



Rambut elegan dan sedikit melengkung, dan gaun merah cerah menggambarkan dia yang baik, mulia dan elegan.



" kamu benar-benar cantik hari ini!" Melihat wanita cantik dan mulia seperti seorang yang abadi berada di hadapannya, Yuna berkata dengan jujur, "Kamu akan menjadi pengantin yang paling menakjubkan malam ini!"



Linda dipuji hingga ia pun merasakan sedikit tidak nyaman. Dia melihat ke arah bawah untuk melihat waktu saat itu ia berkata, "Tampaknya sudah terlambat."



"Bagaimana kabarmu?" Yuna bercanda berkata, "Sepertinya sudah tidak sabar untuk melihat suamimu?"



"Aku akan meneleponnya." Linda mengambil ponselnya dan menelepon ke nomor Edgar.



Di ponsel Edgar, terdengar bahwa nomor yang kamu hubungi tidak aktif. Linda menggigit bibirnya sambil menggelengkan kepalanya.



Melihat sesuatu yang salah dengan wajah Linda, Yuna cepat melepaskan senyumnya dan bertanya dengan khawatir, "Apa yang terjadi ?"



"Teleponku tidak diangkat Edgar." LInda mengkecutkan alis mata dan menjawab.



"Tidak terhubung?"Yuna bertanya dengan heran,"Apakah mungkin sedang sibuk?"



"Tidak aktif."Mata Linda meredup tanpa sadar, apa yang sedang Edgar lakukan?



Jelas-jelas dia mengatakan akan menjemputnya, kenapa tiba-tiba tidak dapat dihubungi?




Linda mengangguk-angguk kepala,"Kita tunggu dia sebentar disini, seharusnya dia akan datang setelah dia selesai kesibukkannya.



Mereka berdua duduk di sofa, mata Linda tertuju pada pintu.



"Linda, kamu jangan khawatir, mungkin suamimu ingin memberimu kejutan, tiba-tiba muncul dihadapanmu sekarang.”



Melihat wajah Linda yang kecewa, Yuna menepuk-nepuk pundaknya.



"Ya.” Linda menbalas dengan suara ringan, sedikit linglung.



Tidak tahu mengapa, tiba-tiba perasaan yang tidak enak muncul di dalam hatinya, seolah-olah akan terjadi sesuatu masalah yang besar.



Setelah memikirnya, Linda kembali menelepon Robert .



"Halo, Nona.” Suara Robert terdengar dari ujung telepon lainnya.



Linda mengerutkan bibirnya, dan bertanya, "Apakah Edgar ada di perusahaan?"



"CEO ? Dia tidak datang ke perusahaan hari ini."Robert agak terkejut, "Apakah dia tidak bersama kamu?"



"Apa? Dia tidak ke Perusahaan?” Hati Linda membeku sesaat, segera bertanya, "Apakah kamu yakin?"

__ADS_1



"Tentu."Robert mengangguk, dengan nada pasti.



Awalnya Edgar hari ini membuat janji bertemu dengan klien, akan tetapi Robert tidak melihat Edgar datang ke perusahaan, jadi menelepon dia dan tidak dapat dihubungi.



Robert masih mengira, bahwa hari ini merupakan hari penting ritual upacara pertunangan CEO-nya, Edgar ingin menemani Linda, sehingga dengan sengaja mematikan telepon supaya orang lain tidak menganggu mereka.



Sekarang menerima telepon Linda, Robert sangat bingung, "Nona , aku pikir CEO sedang bersamamu, dan membantunya untuk membatalkan janji bertemu dengan klien, mengapa kalian tidak bersama?”



"Tidak, jika kamu ketemu dia, atau memiliki berita tentang dia, tolong beritahu aku segera."Sudut mulut Linda sedikit kaku, dia menarik nafas dalam-dalam berkata.



"Oke, Nona , CEO mungkin memiliki sesuatu hal yang mendesak, aku akan mengirim orang untuk mencarinya, aku akan memberitahumu begitu ada kabar."Robert menyetujuinya.



Setelah menutup telepon, jantung Linda mulai menegang.



"Bagaimana?” Tanya Yuna dengan khawatir



Linda mengerutkan kening, "Dia tidak ada di perusahaan.”



Perasaan gelisah didalam hati Linda semakin kencang.



Kemana perginya Edgar ?



Pagi hari, dia jelas jelas mengatakan bahwa dia akan pergi ke perusahaan, sekarang mengapa dia bayangannya saja tidak kelihatan? Bahkan ponselnya tidak aktif.



Edgar bukanlan orang yang tidak bertanggung jawab, bagaimana mungkin dia bisa hilang tanpa alasan?



Terlebih lagi, hari ini merupakan hari upacara pertunangan yang penting bagi mereka.



Jangan – jangan terjadi sesuatu…….



Memikirkan sampai sini, Linda tiba-tiba berdiri,"Aku akan mencari dia.”



Yuna segera mengikutinya, "Aku ikut bersamamu.”



Linda sudah tidak peduli dengan mengganti gaunnya, mengangkat roknya dan berjalan keluar.



"Tunggu aku.” Yuna mengejar dan meraih Linda ,"Linda, kamu tenanglah sebentar. Apakah Kamu tahu kemana mencari Edgar?”



Linda menggelengkan kepalanya, kemudian muncul ide dibenaknya



Dia dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan memutar nomer Anthony.



"Kak , bukankah hari ini hari besar pertunanganmu? Kenapa ada waktu luang mencariku?” Anthony bercanda di ujung telepon, "Apakah kamu tidak takut suamimu akan cemburu?”



Linda mengerutkan kening, dengan suara yang dingin dan mendesak, "Anthony, segera bantu aku menemukan posisi nomer telepon ini.”

__ADS_1


__ADS_2