Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 278


__ADS_3

"Kamu!" Lalita tersedak sampai tidak bisa berbicara.



Saat ini, terdengar suara dingin Edgar terdengar, dengan nada yang tegas dan, "Candy, Kamu duduk di belakang sana."



"Baiklah, bisnis adalah yang paling penting." Jawab Lalita sambil mengambil beberapa napas dalam dan akhirnya berhasil menekan kemarahan di hatinya lalu dia lanjut berpura-pura pintar lemah lembut kepada Edgar.



Lalita akhirnya dengan rasa kesal dan tidak puas duduk di kursi belakang.



Saat Edgar menghidupkan mobilnya, Linda tiba-tiba berbalik kepalanya ke sisi dan melihatnya dengan pandangan yang penuh dengan rasa ingin diperhatikan oleh Edgar, "mengapa kamu sekarang sudah tidak pernah membantuku untuk memasang sabuk pengaman hari ini?"



"Huh?" Ketika Edgar mendengar apa yang dibilang oleh Linda, dia mengangkat ujung alis mata dengan secara tidak terduga.



Wanita ini, kenapa sedikit berbeda dari biasanya? Edgar sedikit terkejut.



Sejak Linda secara umum mengumumkan pembatalan upacara pertunangan dengannya, dia selalu menghindarinya dan menjaga jarak dengannya.



Dan sekarang, dia dengan inisiatif memintanya memasangkan sabuk pengamanya?



Apakah karena Lalita datang untuk membawakan sarapan, lalu dia cemburu?



Memikirkan ini, Edgar tersenyum tipis dan dia mulai membalikan badannya untuk membantu Linda mengkaitkan sabuk pengamanya dengan tanganya yang besar dan terlihat jelas tulang-tulang ditanganya.



Linda bersandar kearah tubuh Edgar, dan bibirnya tipis terbuka dan mendekati telinganya lalu berkata, "Terima kasih."



Bukankah hanya pamer kemesraan? Dia juga bisa.



Sebelumnya, dia tidak begitu suka melakukan seperti ini karena merasa tidak penting.



Tapi sekarang, untuk memancing amarah Lalita agar dia bertindak gila, Linda memutuskan untuk mengambil jalan sebagai wanita genit untuk membuat wanita genit yang sesungguhnya itu kehabisan kesabaran!



"Kak , bukankah kamu ingin terburu-buru ke perusahaan untuk mempersiapkan berkas dan dokumen itu secepat mungkin? Ayo jalan saja!” Lalita akhirnya tidak tahan dan buka mulut.



Setiap kepikiran adegan Edgar dan Linda tadi, Lalita langsung kesal dan geram.



Jelas-jelas itu tempat duduknya, seharusnya dia duduk di sebelah Edgar, tapi sekarang malah direbut oleh perempuan itu! !



Linda!!



Lalita mengepalkan tangan, pandanganya yang cemburu dan dengan rasa benci menatap Linda dari belakang.



Lalita diam-diam bersumpah dalam hati bahwa dia pasti akan mengusir Linda jauh dari Edgar!!



20 menit kemudian, Edgar mengendarai mobil sampai di Perusahaan .



Linda turun dari mobil dan berkata, "Aku pergi mempersiapkan data dan dokumenya terlebih dahulu."



"Ok." Edgar menjawab Linda dengan pandangan yang dalam dan penuh rasa cinta, "Nanti aku akan memanggilmu untuk pergi bersama-sama."



Lalita segera bilang, "KaKak , kamu jangan lupa untuk memanggilku juga nanti!"


__ADS_1


Edgar menggangukan kepalanya dengan ekspresi datar.



Linda menyiapkan berkas dokumen yang perlu dijelaskan nanti. Dan memastikan semuanya sudah lengkap, aman, dan jelas. Setelah lengkap Linda baru bisa menghebus nafas panjang dengan lega.



Ia baru saja memasukkan semua berkas dan dokumen ke dalam tas berkas, tiba-tiba Edgar berdiri di depannya, "Linda, kamu sudah siap?"



"Ya, aku sudah siap." Linda melihat ke atas kearah Edgar dan berkata, “Kita sudah boleh jalan."



"Ayo pergi!" Edgar mengangkat ujung bibirnya dan langsung jalan kearah pintu keluar.



Lalita mendengar suara itu langsung menghentikan Edgar dan segera mengikuti, "Kak , tunggu aku!"



Di ruang konferensi, sudah ada beberapa perwakilan dari beberapa perusahaan.



Ketika Edgar masuk, semua orang berdiri dan menyambutnya dengan hormat, "CEO ."



Edgar menganggukan kepalanya dengan dingin dan serius untuk membalas salamnya.



Linda mengikuti Edgar dan ikut duduk di kursi dekat pintu.



Melihat sekitarnya, Linda sama sekali tidak melihat Rendy Li.



Dia melihat waktu saat itu pertemuan sudah akan dimulai dalam sepuluh menit. Dan perwakilan perusahaan BPL masih belum tiba, apakah mereka akan menyerah begitu saja?



Tepat ketika Linda bertanya-tanya, pintu aula konferensi dibuka kembali, dan seorang pria jangkung dan ramping, mengenakan mantel hitam, melangkah masuk.




Itu dia!



Pria yang dia ketemu di bandara.



Yaitu Rendy , Presdir Perusahaan BPL.



Dan pria paruh baya yang mengikuti di belakang Rendy ternyata adalah Bagas Lin!



Linda menyipitkan matanya sedikit, kapan Bagas terlibat hubungan dengan Rendy ?



Apakah kecelakaan yang menimpa dirinya dan Edgar ada hubungannya dengan Bagas?



Edgar telah menyelidiki begitu lama, tetapi belum menemukan bukti yang pasti.



Jika itu benar-benar dilakukan oleh Bagas L, dan tidak meninggalkan jejak sama sekali, maka masalah ini jelas tidak sederhana.



Tapi Bagas ingin merebut kekuasaan di saat Edgar menghilang, itu sudah merupakan bukti yang kuat.



Dan juga karena kebesaran hati Tuan besar , Bagas menjadi bebas hukuman.



Tanpa diduga, Bagas mengandalkan Rendy dan mengarahkan senjatanya ke Perusahaan Lion.



Bagas telah bekerja di Perusahaan selama lebih dari 20 tahun dan mengetahui operasi Perusahaan Lion dengan baik.

__ADS_1



Sekarang Bagas sudah masuk Perusahaan BPL, terhadap Perusahaan Lion merupakan hal yang tidak baik.



Pembawa acara melangkah ke atas panggung, berdeham dan berkata, "Selamat datang di Konferensi Penawaran Proyek North Bay. Selanjutnya, dipersilahkan masing-masing perusahaan untuk memperkenalkan rencana proyek North Bay."



Saat pembawa acara memanggil Perusahaan Lion, Linda berjalan ke atas panggung dengan langkah penuh percaya diri.



“Rencana Perusahaan kami untuk proyek North Bay adalah membangun taman bermain skala besar. Seperti yang kita semua tahu, Kota A selalu kekurangan tempat seperti ini, dan tidak ada taman bermain skala besar seperti milik kita sendiri. Rencana kami adalah untuk membangun taman hiburan kelas dunia..." Linda memulai pidatonya dengan senyuman yang sopan.



Edgar duduk di kursi, matanya yang dalam tertuju pada wanita yang percaya diri di atas panggung



Dia masih sama, tenang, percaya diri dan elegan.



Ini sangat mempesona hingga membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.



Melihat Edgar menatap Linda , dengan kelembutan di matanya yang belum pernah dia lihat sebelumnya, hati Lalita melonjak dengan kecemburuan yang tak terbendung.



Dia diam-diam mengepalkan tinjunya dan menatap Linda.



Linda, kamu tidak akan berpuas diri telalu lama!!



Segera, aku akan memberi tahu kamu betapa hebatnya aku!



Tatapan jahat melintas di mata Lalita .



Saat itu, dia akan membuat Linda kalah dengan tragis dan diusir dari Perusahaan oleh Edgar!



Dua jam kemudian, pembawa acara mengakhiri pertemuan, "Semua perusahaan telah memperkenalkan rencana masing-masing, dan dua hari kemudian, kami akan mengadakan pertemuan penawaran resmi, di mana pada saat itu tawaran terendah dari masing-masing perusahaan akan diumumkan, dan penawar dengan harga tertinggi akan menjadi pemenang tender."



Kembali ke Perusahaan, Edgar memanggil Linda ke kantor direktur.



"Hitung harga penawaran sesegera mungkin," kata Edgar dengan nada ringan.



Linda mengangguk, "Oke."



Kembali ke kursi, Linda membenamkan dirinya dalam pekerjaannya, dan awalnya menghitung keluar tawaran terendah.



Saat hendak pulang kerja, Linda keluar dari gedung Perusahaan dan hendak kembali ke Taman Lubiri.



Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di depannya.



Kedua pengawal berpakaian hitam itu turun dari mobil dan berjalan ke sisi Linda, "Nona , tuan mudaku mengundangmu."



Linda melirik mereka dengan santai, dan berkata dengan ringan, "Siapa tuan mudamu?"



“Aku.” Jendela mobil perlahan turun, dan wajah tampan dengan kulit berwarna gandum muncul di hadapan Linda, dengan sedikit kebanggaan dan ketidakpedulian.



“Rendy Li?” Melihat pria yang duduk di jok belakang mobil di depannya,Linda sedikit terkejut.



Bagaimana mungkin dia?

__ADS_1


__ADS_2