
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Malah Nia An tidak menghargai kesempatan ini. Dia melakukan begitu banyak intrik yang mempermalukan dirinya.
"Bukan. Bukan begitu, Honey. Aku tidak melakukannya." Karena diminta pertanggungjawaban di hadapan semua orang oleh Bruce, Nia An kehilangan kendali. Kedua tangannya mencengkeram lengan Bruce. "Dengarkan penjelasanku. Aku benar-benar tidak melakukannya. Ini semua dilakukan Linda untuk menjebakku."
Tatapan mata Bruce sekilas tertuju pada Nia An, kemudian mendarat pada diri manajernya. "Jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Wajah Bruce terlihat dingin dan suram. Seluruh tubuhnya mengeluarkan aura yang menakutkan. "Bila kamu berbohong, aku akan membuat sisa hidupmu tidak tenang."
Wajah manajernya memucat. Dia tahu betul apa yang sanggup dilakukan oleh Bruce. Apapun yang dia katakan, pasti akan dilaksanakannya. Bila dia berani berbohong, habis sudah seluruh hidupnya.
Baru saja Linda mengunakan cahaya lampu untuk membuktikan bahwa Nia An yang menggunting kancing itu.
__ADS_1
Sekalipun dia berbohong demi Nia An, itu hanya dapat menjadi perdebatan sementara. Tidak akan ada yang percaya.
Apalagi, setelah sekian lama ikut Nia An, dia merasa Sifat Nia An mudah marah. Sering memintanya untuk melakukan ini dan itu. Sama sekali tidak pernah memandangnya.
Kalau begitu, untuk apa dia membela Nia An dan mencari masalah dengan Bruce dan Edgar dengan meresikokan dirinya sendiri?
Setelah berpikir demikian, manajer itu membuat keputusan. Dia ingin mengatakan hal yang sebenarnya.
Dia berdehem, lalumulai berkata: "Tuan Bruce. Kancing pada gaun itu memang benar digunting oleh Nia An di dalam ruang ganti pakaian."
Mendengar itu, Nia An berteriak marah: "Berani-beraninya kamu mengkhianatiku!"
"Kalau begitu, ada di mana kancing itu sekarang?" Linda bertanya dengan serius.
"Dibuang Nia An ke dalam lubang kloset," kata manajer itu dengan sejujurnya.
"Tidak. Kamu sembarangan bicara. Aku tidak melakukannya. Aku tidak pernah melakukannya." Nia An menggigit bibirnya, dan bergumam pada dirinya sendiri.
"Apakah aku perlu meminta orang untuk turun ke dalam saluran pembuangan air untuk mencari kancing itu?" Linda tertawa dingin.
__ADS_1
Tebal muka sekali Nia An ini. Dia belum menyerah juga.
Saat itu juga, Edgar yang sejak awal diam saja, tiba-tiba berkata dengan nada berat pada Robert di sebelahnya: "Kirim orang untuk mencarinya."
......
Robert L sangat cekatan. Sebentar saja, dia sudah berhasil meminta orang untuk mencari kancing itu di saluran pembuangan air.
"CEO , apakah kancing ini yang dicari?" Robert mengantarkan kancing itu ke hadapan Edgar dengan sangat berhati-hati.
"Betul. Kancing ini."Linda mengambilnya, lalu menunjukkannya kepada semua orang. "Kancing yang diproduksi oleh LUIS Design Studio pasti memiliki logo perusahaan mereka."
Linda segera menemukan logo yang terlihat pada kancing itu. Hanya saja kancingi ini telah terendam air kotor untuk waktu yang cukup lama. Tidak dapat digunakan lagi. Sayang sekali.
"Sepertinya, kali ini, tidak ada lagi yang dapat kamu katakan, bukan?" Linda menatap Nia An dengan pandangan merendahkan. "JIka bukan disaksikan sendiri oleh manajermu, bagaimana mungkin dia tahu kamu membuang kancing ini ke dalam saluran air?"
Wajah Nia An tampak sangat pucat. Dia membuka mulutnya, tetapi tidak ada kata-kata yang berhasil keluar dari dalamnya.
Linda berkata dengan serius: "Saksi dan barang bukti sudah lengkap. Kebenaran telah terungkap. Nia An. Aku tidak tahu mengapa kamu harus melakukan hal ini. Tetapi, apapun itu, kami dari Perusahaan Lion, tidak akan melanjukan kerjasama kami denganmu."
__ADS_1
"Apa? Kamu ingin memutuskan kontrak denganku?" Nia An membelalakan kedua belah matanya dengan tidak percaya.