Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 105


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Ketika mendengar nama Jonatan Shen, garis wajah Edgar tampak menegang.



“Jonatan Shen?” Edgar menyipitkan sepasang mata yang dalam dan wajahnya suram, "Linda, kamu sengaja? Menggunakan tugas untuk hal pribadi?”



Wanita ini sudah berani sekali?



Beraninya mencari Jonatan menjadi juru bicara?



Apakah hendak secara terbuka menggoda lelaki lain di depannya?



Linda menggosok alisnya dan merasa tidak berdaya.



Dia sudah tahu reaksi Edgar pasti begini.



Menyambut mata dinginnya, Linda berkata datar, “Edgar, kepalamu penuh dengan pikiran kotor ya? Mencari Jonatan sebagai juru bicara diputuskan oleh Tuan Bruce. Apakah kita tidak seharusnya memuaskan permintaan klien? Apalagi, apa yang tidak bagus dari Jonatan ? Memiliki tampang, postur tubuh dan popularitas. Aku juga merasa kalau dia adalah pilihan paling cocok.”



Wajah Edgar yang tampan sedikit marah.



Di dalam hati Linda, apakah Jonatan begitu sempurna?



Dia mendadak berdiri dan melangkah mendekati Linda, “Jadi, ini alasanmu menyukai Jonatan ?”



Linda , ??



Kapan dia menyukai Jonatan !



“Edgar, kita sekarang sedang membahas kerjaan.” Linda tidak ingin membahas masalah ini dengannya, “Kalau tidak ada masalah lain, aku keluar dulu.”



Demi menghindari rasa canggung menghadapi Edgar,Linda memutuskan untuk lembur semalaman.



Langit mulai gelap, seluruh sekretariat hanya ada Linda yang sedang bekerja.



Linda sedang memperbaiki jadwal audisi besok, handphone-nya mendadak berbunyi.



Mengambil handphone dan melihat, telepon dari kakek.



Linda segera mengangkatnya, “Kakek.”



“Cucu kesayangan, kenapa begitu lama tidak menelepon kakek? Kamu masih baik kan?” Suara tawa Kakek King yang cerah terdengar dari telepon.



Dalam hati Linda muncul rasa bersalah.



Iya, dia sudah lama tidak menelepon kakek.



“Kakek, aku baik, hanya saja belakangan ini terlalu sibuk.”Linda tersenyum berkata.



“Sibuk itu bagus,” Kakek Shu tertawa, “bagaimana, cucu menantu yang kucarikan masih bagus kan?”

__ADS_1



“Maksudmu Edgar ?” Linda mengerucutkan bibir dan bermanja, “kakek, apakah kamu tidak salah? Lelaki ini pelit, pemarah, sifat tidak menentu dan masih suka menindas orang.”



“Jarang-jarang ada yang bisa menindasmu, bagus, bagus.” Kakek King mengelus janggutnya, dan berkata penuh makna, “Cucu kesayangan, berhubungan yang baik dengan Edgar, kamu akan tahu kalau kakek tidak akan salah menilai orang.”



Kakek King berkata dan menutup telepon.



Mendengar suara telepon dimatikan, Linda kehilangan kata.



Juga entah ada apa dengan kakek, kenapa begitu yakin dengan Edgar?



Sifat lelaki ini tidak menentu, terkadang gila, membuat orang tidak bisa melihat jelas.



Dia tidak berharap, suami dia kedepannya adalah orang yang berubah tidak menentu seperti ini.



Linda baru saja hendak meletakkan handphone, tiba-tiba merasa di depan ada sebuah bayangan. Dia mendongak memandanginya dan yang muncul di depannya adalah sosok yang tinggi.



Lelaki mengenakan jas hitam, sudah hampir menyatu dengan kegelapan. Sosok tingginya bersandar di dinding, dua buah kancing kemejanya terbuka, samar-samar menunjukkan dada yang kokoh.



Linda menatap lelaki di depan dengan terkejut.



Edgar? ?



Kapan dia datang



Edgar mengernyitkan alis pedangnya, sekujur tubuhnya memancarkan tekanan rendah dan membuat suhu di sekitarnya turun ke nol.




Ini adalah penilaian Linda padanya?!



Di mata orang lain, dia adalah Raja di atas, adalah putra kebanggaan yang berkuasa, adalah keberadaan yang tidak bisa dicapai orang.



Kenapa di mata Linda menjadi buruk semua?



Apakah dia tidak sebaik Jonatan Shen?



“Edgar, kenapa kamu datang?” Linda berdiri dan terkejut melihat lelaki di depan yang raut wajahnya tidak baik.



Telepon dia dan kakek barusan, entah apakah dia sudah mendengarnya?



Sungguh gawat ...



Lelaki pelit ini kalau mendengarnya, masih belum tahu akan marah seperti apa.



Edgar malah berkata datar, “Ayo pulang.”



Pulang?



Apa maksud Edgar?



Menyuruhnya pulang bersamanya?

__ADS_1



Teringat dengan kecanggungan hari itu, Linda segera menggelengkan kepala, “Kamu jalan dulu, aku masih harus lembur, malam ini tidak pulang.”



“Apakah kamu sudah lupa dengan gula rendahmu? Bagaimana kalau seandainya pingsan lagi? Aku tidak mau carikan dokter lagi untukmu pada tengah malam.” Edgar menyipitkan mata dan berkata dingin.



Wanita ini demi menghindarinya, malah lembur semalaman? Bahkan sudah tidak pedulikan kesehatan sendiri?



Dia benar begitu tidak suka dengannya?



Melihat Edgar kembali mengungkit masalah hari itu. Linda sedikit canggung, “Mana ada pingsan semudah itu? Waktu itu hanya kecelakaan saja, apakah kamu bisa jangan terus mengungkit masalah ini.”



“Cepat jalan!” Edgar menunduk melihat jam tangan, sudah pukul 12 malam. Dia mengernyitkan alis dan mendesak, “sebagai Bos, aku perintahkan kamu sekarang untuk segera pulang.”



Nada suara mendominasi, membuat orang tidak bisa melawannya.



Baiklah ...



Linda ingin lembur semalaman juga karena ingin menghindari Edgar. Tetapi sekarang Edgar malah bersikap akan menunggunya di sini, maka Linda juga tidak perlu lembur lagi.



Hujan mulai turun.



Linda duduk di dalam mobil Edgar, melihat hujan rintik yang jatuh di kaca depan dan wiper yang mengalir deras, pikirannya melayang jauh.



Dia sudah hampir satu bulan datang ke kota A. Tadinya berpikir, kalau memang sudah menyetujui kakek, maka selama tiga bulan pura-pura saja. Lagian, dia dan Edgar saling tidak suka, tetapi perkembangan sepertinya sudah mulai menyimpang dari jalur yang diharapkan.



Edgar sudah melampaui perjanjian ketika melakukan hal itu padanya. Terkadang dia merasa kalau lelaki ini mendominasi dan tidak masuk akal, tetapi terkadang dia malah begitu perhatian padanya.



Tempo hari, ketika Herli menikamnya dengan pisau, Edgar yang sudah melindunginya.



Dan hari ini, Edgar takut dia terlalu lelah lembur semalaman, jadi memaksanya pulang.



Meskipun dia mendominasi, tetapi apakah bukan sebuah perhatian?



Kenapa dia perhatian dengannya?



Hanya karena dia adalah tunangannya dengan nama?



Sama sekali tidak perlu.



Linda selalu melihat orang dengan tepat, tetapi sekarang, dia malah tidak bisa melihat jelas lelaki di sampingnya.



Sebenarnya apa yang dia pikirkan?



Tiga bulan kemudian, apakah dia benar bisa mengakhiri ikatan pernikahan dan mundur sepenuhnya dengan Edgar ?



Linda menoleh melihat Edgar diam-diam. Hanya nampak wajah tampannya tidak berekspresi. Tangan yang bertulang jelas memegang kemudi, mata dalam melihat depan dan sedang menyetir dengan konsentrasi.



Mereka berdua tidak berbicara. Di dalam ruang mobil yang sempit, hening yang memberikan rasa sesak kepada orang.



Linda memejamkan mata, bekerja kuat selama berhari-hari, dia memang sedikit lelah.


__ADS_1


Dia sedang memejamkan mata istirahat, tiba-tiba suara Edgar yang magnetis berbunyi, “Linda, apakah aku benar-benar seburuk itu?”


__ADS_2