Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 131


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Suara mobil polisi semakin dekat, dengan cepat sudah mendekati tepi Danau Cinta, dari dalam mobil turun dua orang polisi.



Feli langsung menyambut begitu melihat polisi. Dia menunjuk Linda dan berkata, “Dia, dia! Linda yang sudah mendorong Herli ke dalam Danau Cinta.”



Polisi memandang ke arah yang ditunjuk oleh Feli . Hanya terlihat Linda berlutut di atas tanah dan sedang melakukan CPR kepada Herli dengan konsentrasi.



“Lihat ke sana.” Seorang polisi lelaki yang lebih tua berkata.



“Baik Polisi Wang.” Polisi wanita satunya mengangguk dan mengikuti Polisi Wang.



“Apa yang terjadi?” Polisi Wang melihat Herli yang berbaring di atas tanah dan bertanya suram.



“Dia jatuh ke dalam Danau Cinta dan tenggelam.”



Jonatan baru bicara, Feli sudah tidak sabar memotong perkataannya, “Herli bukan jatuh sendiri! Linda yang sudah mendorongnya masuk ke dalam danau. Aku dan temanku sudah melihatnya!”



Selesai bicara, Feli memberi isyarat kepada Taufik .



Taufik segera mengerti, dia maju dan mengiyakan, “Benar, aku juga sudah melihatnya. Kami bisa bersaksi.”



Kedua polisi saling bertatapan. Polisi Wang berkata datar, “Begitukah?”



“Tentu saja bukan.” Jonatan mengernyitkan alis.



“Jonatan, ketika kamu datang, Herli sudah jatuh ke dalam air. Kamu sama sekali tidak melihat apapun, atas dasar apa mengatakan kalau bukan Linda yang sudah mendorong Herli ke dalam danau?” Feli mempertanyakan.



Jonatan mendengus dingin, tangan besar dengan tulang jelas menunjuk Linda, “Berdasarkan dengan Linda sekarang yang berusaha keras menyelamatkan Herli ! Kalau Linda sengaja mendorong Herli ke dalam danau, kenapa dia sekarang harus menolongnya?”



“Apakah kalian masih tidak paham? Linda sedang berakting. Herli sudah mati tenggelam. Linda sekarang sedang berpura-pura menyelamatkannya. Hanya ingin menghilangkan kecurigaannya saja.” Feli berkata sinis, “Melakukan CPR pada orang mati, sungguh konyol!”



“Jangan ribut, dia belum mati, masih bisa diselamatkan.” Linda mengernyitkan alis. Dalam tekanan kuat dia lagi, Herli memuntahkan air.



Feli tercengang, apakah Herli benar tidak akan mati?



Memikirkan ulang, kalau memang Herli ingin membunuh Linda, maka sekalipun sadar juga tidak akan mengampuni Linda



Tidak peduli Herli mati atau tidak, Linda tetap mati!


__ADS_1


Disaat itulah, mobil ambulans tiba. Dokter membawa peralatan pertolongan pertama datang dengan buru-buru.



“Polisi, bagaimana kondisinya sekarang?” Dokter bertanya dengan buru-buru.



“Perempuan ini jatuh ke dalam air.” Polisi Wang menunjuk Herli .



Melihat dokter sudah tiba, Linda berdiri. Dia melakukan CPR begitu lama, hampir sudah lemas tak bertenaga.



Dadanya naik turun dengan hebat, Linda menarik nafas dengan kuat barulah mereda.



Dia menjelaskan kondisi Herli kepada dokter, “Waktu tenggelam sedikit lama, saya sudah melakukan CPR selama setengah jam padanya. Sekarang sudah ada denyut nadi yang lemah, tetapi kondisi tetap tidak bagus.”



“Baiklah, saya sudah tahu.” Dokter memberi arahan kepada petugas medis yang datang bersamanya. Mereka mengangkat Herli ke atas tandu. Setelah melakukan pertolongan pertama dengan sederhana langsung mengangkatnya ke dalam mobil ambulans.



Mobil ambulans langsung menuju rumah sakit.



Linda akhirnya merasa lega, dia sudah berusaha semampunya.



Mengenai apakah Herli bisa diselamatkan, semua tergantung nasibnya.



“Nona , apakah bisa memberitahuku apa yang terjadi?” Polisi wanita menatap Linda dengan lembut.




Linda mengangguk, hendak berbicara malah dipatahkan oleh Feli dengan marah, “Bukankah aku barusan sudah mengatakannya? Linda mendorong Herli ke dalam danau. Menunggu Herli mati tenggelam barulah berpura-pura turun dan menolongnya, lalu melakukan CPR.”



“Feli , diam kamu!” Linda melotot dingin pada Feli .



Raut wajah Feli berubah, dalam aura Linda yang kuat, dia anehnya menjadi diam.



“Dua polisi, masalah begini. Hari ini perusahaan kami melakukan pemotretan iklan di Danau Cinta. Ketika saya mengambil gambar di sekitar sini, Herli mendadak menyerbu keluar dan hendak mendorongku masuk ke dalam danau, tetapi malah tidak sengaja tergelincir dan jatuh ke dalam.”



Linda menceritakan kejadian dengan tenang.



“Kamu bicara sembarangan.” Feli takut polisi percaya dengan perkataan Linda jadi segera menuduh Linda, “Polisi, kalian jangan percaya dengan dia. Mana ada pembunuh akan mengakui dirinya membunuh? Aku dan temanku sudah melihatnya, memang Linda yang sudah mendorong Herli ke dalam danau. Kami adalah saksi.”



Melihat Feli secara tegas mengatakan Linda yang sudah mendorong Herli ke dalam danau. Polisi Wang membersihkan tenggorokan dan berkata, “Kalau begitu, maka kalian semua ikut ke kantor polisi berikan pernyataan.”



......



Ketika Edgar bangun sudah pagi pukul 10 lewat.



Membuka mata yang masuk ke dalam matanya adalah lampu kristal putih.

__ADS_1



Ini bukan kamarnya!



Edgar menjadi waspada dalam sekejap. Tatapan yang tajam melihat ke sekeliling, dia ada di mana?



Disaat itulah, suara pintu kamar dibuka.



Seorang perempuan yang bertubuh indah dan mengenakan gaun tidur sutra merah seksi berjalan masuk dengan menawan, adalah Milla .



“Edgar, kamu sudah bangun? Aku buatkan sarapan untukmu.” Tatapan Milla terbuai dan menatap Edgar dengan erat.



“Milla ? Kenapa adalah kamu. Kenapa kamu bisa di sini?” Wajah tampan Edgar menjadi kelam dan bertanya dengan dingin.



Milla tersenyum lebar, “Ini adalah kamarku. Aku tidak di sini, kalau begitu aku di mana?”



“Kamarmu?” Edgar menaikkan alis dengan kaget.



Bercanda, kenapa dia bisa di dalam kamarnya Milla ?



“Semalam kamu mabuk, aku yang mengantarmu pulang.” Milla menggerakkan pinggang dan berjalan ke depan ranjang lalu duduk di samping Edgar.



Edgar menggosok pelipisnya, ingatan semalam berangsur kembali.



Kemarin adalah hari kematian ayahnya. Edgar pergi menyembah ayahnya di kuburan.



Di depan batu nisan ayah, dia memang minum banyak arak dan kemudian mabuk.



Tetapi kemudian ... kemudian apa yang terjadi?



Oh iya, semalam, dia sepertinya sudah melihat Candy ....



“Candy ....” Edgar refleks bergumam.



Milla menggigit bibirnya dan wajahnya tersipu, dia menatap Edgar dengan penuh kasih, “Edgar, sebenarnya ... sebenarnya aku adalah Candy.”



“Kamu adalah Candy ?!” Wajah tampan Edgar menegang dan tatapan dinginnya ada maksud mengamati jatuh pada Milla .



Milla adalah Candy??



Bagaimana mungkin!



Milla mengangguk tanpa ragu, dia berhadapan langsung dengan tatapan meragukan Edgar, “Iya. Dulu kita diculik bersama, apakah kamu masih ingat?”

__ADS_1


__ADS_2