
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Linda baru hendak bicara, Edgar sudah berjalan ke sampingnya dan memeluk pinggangnya, kemudian berkata suram, “Dia tidak ada waktu.”
Di depan Jonatan , gerakan mesra Edgar membuat Linda menjadi canggung dan wajahnya tidak tahan memerah.
Lelaki ini sungguh deh, ini sedang mengumumkan kedaulatan ya?
Tetapi dia sepertinya juga bukan siapanya deh? Atas dasar apa membantunya membuat keputusan?
Apalagi, Jonatan mencarinya makan malam bersama karena urusan kerja.
Gerakan mesra ini juga menusuk sakit sepasang mata Jonatan . Dia menutup rapat bibir tipisnya dan berbalik pergi tanpa kata.
“Jonatan ....” Linda hendak mengejar dan menjelaskan. Tetapi tangan Edgar malah memegangnya dengan kuat.
Linda melototi Edgar dengan kesal, “Lepaskan aku.”
“Kenapa, begitu tidak sabar ingin bersama dengan Jonatan ?” Raut wajah Edgar begitu suram dan menakutkan.
__ADS_1
“Apakah Ada hubungan denganmu?” Linda melepaskan diri dari Edgar dengan kuat, “Kedepannya kurangi urus masalahku.”
Dalam tatapan dingin Edgar, Linda berbalik pergi.
...........
Milla merasa gusar beberapa hari ini, tadinya ingin menghasut Nia An untuk menghadapi Linda. Tetapi siapa sangka Nia An begitu tidak berguna, sudah kalah dalam satu babak saja.
Juga entah apa kemampuan Linda, kemalangan selalu bisa menjadi berkah.
Milla sedang berencana mengajak Lenira untuk jalan-jalan. Tiba-tiba, pengurus rumah datang melaporkan padanya, “Nona, di luar ada Nona Xia mencarimu.”
Nona Xia?
“Baik.” Pengurus rumah berbalik keluar.
Milla menelepon Lenira dan berdua janjian untuk pergi jalan-jalan.
Menyetir mobil, Millabaru saja berkendara keluar dari pintu masuk rumah Xu, mendadak ada sebuah sosok menyerbu keluar.
Milla menginjak rem dan seluruh dirinya hampir saja menabrak kaca depan.
__ADS_1
“Orang gila darimana?” Milla turun dari mobil dengan marah barulah melihat jelas kalau orang yang mencegatnya adalah Herli ..
“Kamu?” Milla mengrnyitkan alis melihat Herli , “Kamu sudah gila? Buat apa menghadang mobilku?”
“Nona Xu, kamu harus membantuku.” Rupa Herli saat ini sedikit berantakan.
Sejak dia diusir dari perusahaan Lion, dia dilarang dan tidak bisa menemukan pekerjaan. Sekarang sudah berada di jalan buntu.
Tidak berdaya, Herli teringat dengan Milla yang pernah menariknya.
“Membantumu? Aku masih belum cari perhitungan denganmu!” Milla berkata marah, “Siapa yang suruh kamu melukai Edgar?”
“Ini kecelakaan! Targetku adalah Linda.” Begitu mengungkit Linda, Herli begitu geram Dan suram, “Tetapi siapa sangka, CEO Lion akan menghadang semuanya untuk Linda! Semua salah Linda si j414ng itu. Kalau bukan dia, bagaimana mungkin aku dipecat oleh CEO Lion. Sekarang juga bagaimana mungkin tidak bisa menemukan pekerjaan!”
Milla menaikkan sudut mulutnya, “Kamu juga sudah bilang, orang yang mencelakaimu adalah Linda. Kenapa kamu tidak mencari perhitungan dengan dia?”
“Aku juga mau buat perhitungan dengannya !” Herli mengepalkan tinju, “Tetapi Linda kalau bukan di perusahaan maka di rumah Edgar. Aku sama sekali tidak ada kesempatan mendekatinya, apalagi mencari perhitungan dengannya.”
“Begitu ya.” Milla penuh perenungan, “Dengar-dengar, Linda besok akan melakukan pemotretan iklan di Danau Cinta. Orang yang mati tenggelam di Danau Cinta setiap tahun begitu banyak, kalau besok terjadi sesuatu dengan LInda ....”
“Betul, kecelakaan!” Mata Herli timbul kekejaman begitu mendengarnya.
__ADS_1
Besok adalah kesempatan terbaiknya!