
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Edgar menatap dingin pada Herli, “Bagaimana dengan kebenarannya, tidak perlu aku katakan lagi”
“Tidak, Pak Edgar, dengarkan penjelasanku ....” Raut wajah Herli pucat dan berkata dengan panik.
Linda memotong perkataan Herli dengan datar, “Herli , keadilan ada di hati manusia. Semua bukti ini kami akan serahkan kepada polisi. Kalau kamu masih ada hati nurani maka aku sarankan kamu sebaiknya menyerahkan diri.”
Menyerahkan diri ....
Tidak, dia tidak bisa menyerahkan diri!
Dia tidak boleh masuk penjara!
Rasa putus asa itu merambat ke seluruh diri Herli .
Semua ini salah Linda!
Kalau bukan Linda, dia tidak akan dipecat oleh Edgar dan tidak akan kehilangan pekerjaan.
Kalau bukan Linda, Edgar akan jatuh cinta padanya.
Kalau bukan Linda, dia sekarang tidak akan menjadi tikus jalanan yang diteriaki orang!
__ADS_1
“Linda, sekalipun mati aku juga tidak akan lepaskan kamu!” Di dalam mata Herli terlintas kekejaman. Dia mengambil pisau buah di lemari samping ranjang dan mendadak menerkam Linda.
Sekalipun mati, dia juga ingin Linda ikut dikuburkan dengannya!!
Raut wajah Linda berubah, pemandangan ini seperti pernah terjadi.
Tempo hari di garasi bawah tanah perusahaan. Sekarang, Herli secara terbuka melakukan pembunuhan di depan begitu banyak orang!
Dia benar sudah bosan hidup !
Demi menghindari kecanggungan tempo hari terjadi lagi, Linda berdiri di tempat dengan diam.
Sedangkan Edgar kembali melindunginya di dalam pelukan.
Sedikit lagi, pisau buah di tangan Herli akan menikam tubuh Linda.
Perubahan mendadak ini membuat penonton siaran langsung terkejut, beberapa detik kemudian barulah ada yang bereaksi.
Da semakin menggila.
“Shit, aku tidak salah lihat kan? Herli secara terbuka melakukan pembunuhan??”
“Yang atas tidak salah lihat! Herli adalah pembunuh, sudah terbukti!”
__ADS_1
“Pangeran Tampan sungguh ganteng!!”
“Lepaskan Linda, biar aku saja!”
Kejadian ini terjadi begitu mendadak, Robert menyuruh wartawan menghentikan siaran langsung dan menyuruh mereka pergi.
Bagaimanapun juga, tujuan Bapak Ceo hari ini hanya demi membersihkan nama Linda. Sekarang tugas sudah selesai maka sudah tidak ada urusan dengan wartawan.
Edgar membuat Herli terjatuh dengan kejam. Dia memandanginya dari atas, tatapannya memancarkan sinar dingin yang haus darah, “Herli, kamu masih tidak menyerah?”
“Edgar, kenapa? Kenapa kamu begitu baik pada Linda! Dia hanya murahan!! Suatu hari nanti dia akan mencelakaimu!” Herli terjatuh di atas lantai.
Satpam rumah sakit datang dan membawa pergi Herli..
“LInda , kamu tidak apa-apa kan?” Ketika Herli mengambil pisau, Jonatan juga dalam waktu pertama ingin melindungi Linda, tetapi pada akhirnya telat satu langkah.
“Dia tidak apa-apa.” Melihat Jonatan begitu perhatian pada Linda , raut wajah Edgar menjadi kelam. Lengan yang merangkul pundak Linda sedikit kuat dan membuat Linda bersandar padanya.
Linda barulah menyadari kalau dirinya masih berada di dalam pelukan Edgar. Dia segera mendorongnya, “Barusan terima kasih.”
Edgar menaikkan alis, “Buat apa begitu sungkan denganku.”
“Kak, kamu sudah gila. Barusan begitu berbahaya, bagaimana kalau Herli benar-benar melukaimu!” Melihat pemandangan yang menusuk di depan, Feli maju dan mendorong Linda, lalu dirinya berdiri di samping Edgar.
__ADS_1
Raut wajah Linda menjadi dingin, “Feli, bukankah kamu terus mengatakan kalau kamu melihat dengan mata kepala sendiri aku yang sudah mendorong Herli ke dalam air? Kamu ada penjelasan apa sekarang?”