
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Karena Jonatan? Pemikiran macam apa itu, Edgar?
Linda terdiam. Dia melirik ke arah Edgar yang ada di sampingnya, "Edgar,kenapa kamu harus meladeni Jonatan? Apa iya seorang Presdir Edgar kehilangan rasa percaya dirinya?"
Lalu tanpa ragu Linda melanjutkan langkah setelah menyampaikan luapan hatinya, tidak menoleh sedikitpun.
Edgar seperti sedang mempertimbangkan sesuatu, bibirnya membentuk kerucut, menunjukkan rasa ketidaksenangannya.
Bagaimana mungkin dia kehilangan rasa percaya diri?
Meski memang tidak bisa dipungkiri Jonatan adalah seorang aktor terkenal yang sangat tampan. Tapi, perawakan, penampilan, kemampuan dan hal lain dari Edgar tidak kalah jauh dengan Jonatan.
Ternyata, dia sedang memikirkan kata-kata Linda barusan. Membuatnya merenung serius.
Kita lihat saja, suatu saat nanti, dia, Edgar, pasti akan membuktikan bahwa dirinya lebih segalanya dari Jonatan.
.......
Sampai pada sore keesokan harinya,Linda dan Nia juga Jonatan janjian untuk mengikuti audisi.
Audisi itu berlangsung di Perusahaan Lion.
Ternyata, Jonatan sudah daritadi menunggu Linda di studio foto. Sayangnya, dia tidak melihat Nia disana.
__ADS_1
"Linda." Jonatan mendekat begitu melihat Linda tiba.
"Kamu cepat sekali sudah ada disini." Tanya Linda heran sambil melihat arloji yang melengkung di bagian tangannya, "Kurang 10 menit lagi kita akan mulai, kenapa Nia belum datang. Tunggu ya."
Jonatan mengangguk, lalu melanjutkan bicaranya, "Ngomong-ngomong, aku sudah dapat hasil dari yang kemarin kamu bicarakan padaku."
"Maksudmu, kamu sudah tahu siapa yang mengambil foto itu secara diam-diam?" Tanya Linda penasaran, "Siapa?"
"Lenira. Putri sulung Keluarga Bai. Apa kamu kenal?" Jawab Jonatan menyipitkan matanya.
Ternyata dia.
Ekspresi Linda pun tenggelam dalam lamunan panjang.
Dan selama ini, rasa benci Milla terhadap dirinya begitu dalam, bahkan sempat beberapa kali mencoba mencelakainya.
Jadi, dalang di balik semua ini kemungkinan besar adalah Milla.
Tidak heran Edgar bisa menerima foto itu. Ternyata, Milla yang merencanakan semuanya. Tujuannya adalah untuk membuat Edgar salah paham tentang hubungan antara dia dan Jonatan.
"Linda, apa kamu butuh bantuan lagi?" Kedua mata Jonatan menatap Linda.
Linda menggeleng, "Tidak perlu."
Masalah ini terbilang sepele, dia bisa menyelesaikannya sendiri.
__ADS_1
Jonatan pun tahu, Linda adalah wanita yang cukup cakap, kemampuannya tidak usah diragukan lagi. Tapi, tetap saja, rasanya dia ingin bisa terus segenap tenaganya membantu Linda.
Waktu menunjukkan tepat pukul dua, Nia masuk dengan sepatu hak tingginya.
Tidak ketinggalan kain brucenya.
"Belulm terlambat, kan?" Tanya Nia sambil menebar senyumnya yang mempesona.
"Waktunya ngepas." Jawab Linda sambil segera meraih tangannya dan menghampiri Jonatan.
"Perkenalkan, dia adalah pasangan mainmu, Nia." Jelas Linda sambil tersenyum memperkenalkannya, "Kalau dia, tidak perlu aku kenalkan lagi ya. Jonatan, aktor terbaik yang sangat terkenal itu."
Tanpa pikir panjang, Nia segera memeluk Jonatan dengan sapaan yang ramah, "Akhirnya berjumpa dengan aktor terbaik Jonatan. Ternyata aslinya jauh lebih tampan daripada saat di TV."
Jonatan hanya tersenyum ringan, "Semoga bisa bekerja sama dengan baik."
"Kalau begitu, kita mulai saja." Tiba-tiba semua staff terhenti begitu baru saja mereka akan memulai pemotretan ini.
"CEO Lion? Ada apa tumben kemari?" Kata penanggung jawab fotografer itu dengan nada heran saat melihat ke arah pintu.
Awalnya dia kira ini hanya pemotretan biasa, siapa sanka ternyata Pak Presdir datang langsung.
CEO Lion?
Linda menoleh ke bagian studio pintu dan Edgar berhasil menarik perhatiannya.
__ADS_1