
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Edgar selesai bicara, lalu melangkah pelan-pelan menuju Linda. Dia mengulurkan tangan panjangnya dengan elegan dan sopan.
“Of course.” Linda tersenyum datar dan mengulurkan tangan memegang tangannya Edgar.
Edgar membawa Linda berjalan ke lantai dansa.
Seiringan dengan musik yang indah dan merdu, Edgar dan Linda mulai menari di tengah lantai dansa.
Mereka berdua pertama kali berdansa bersama, namun bekerja sama dengan begitu baik. Seperti pasangan dansa yang sudah bekerja sama selama bertahun-tahun.
Edgar menunduk, mata yang dalam melihat wajah Linda. Dia bertanya dengan raut wajah datar, “Linda, apakah kita sangat cocok?”
Linda mengangguk, “Em, lumayan. Jika ritmemu lebih pelan sedikit, seharusnya bisa menari lebih baik.”
Bibir tipis Edgar mendadak mendekati telinga Linda dan berkata pelan, “Bukan ini yang aku bilang.”
Nafas yang panas itu bertiup di kulit wajahnya dan sedikit gatal.
Wajah Linda anehnya sedikit panas.
Memang, antara dia dan Edgar sangat cocok.
Selama satu bulan ini terjadi banyak masalah.
Herli menuduh Linda mendorongnya ke dalam air. Linda mencari rekaman dan membongkar Herli di depan semua orang. Edgar menemukan video menambahkannya.
Konferensi pers sore ini juga begitu. Menghadapi tuduhan plagiat Marilyn, Linda mencari Yuna dan membuktikan kalau dialah pencipta “Ice and Fire”, sedangkan Edgar menemukan bahwa Joan yang sudah mencuri gambar desain dan menjualnya untuk Marilyn.
Antara berdua bekerja sama dengan baik, seperti memiliki kontak batin saja.
Linda tersenyum dan mengakui, “Memang sangat cocok.”
Mata Edgar tidak tahan menjadi lebih lembut, “Kalau memang kita begitu cocok, usulanku sebelumnya, apakah kamu bisa pertimbangkan kembali?”
Usulan Edgar ....
Bertatapan dengan matanya yang dalam bagaikan samudera, jantung Lindabmendadak berdetak kencang.
Dia tahu apa yang Edgar katakan.
Cocok atau tidak satu hal, serasi atau tidak hal lain lagi.
Seorang lelaki yang merindukan wanita lain di dalam hatinya, tidak cocok dengan Linda.
__ADS_1
Mengingat sampai sini, Linda tersenyum datar, “Apakah kamu tidak merasa kalau dalam acara seperti ini tidak terlalu cocok mengungkit hal itu?”
“Iyakah?” tanya Edgar dengan menaikkan alisnya.
Linda berkata sinis, “Tentu saja. Apalagi aku sebelumnya sudah mengatakan dengan jelas padamu. Bapak tidak akan begitu pelupa kan?”
Wajah Edgar dalam seketika menjadi suram. Matanya ada rasa gagal, dia tidak lagi mengatakan apa-apa, hanya melanjutkan berdansa dengan wajah tanpa ekspresi.
Lelaki ini ... marah lagi.
Sungguh pemarah.
Dalam hati Linda mengkritik, dan segera mengikuti ritme Edgar.
Melihat sepasang lelaki tampan dan wanita cantik yang menarik perhatian semua orang di tengah lantai dansa, mata Milla penuh dengan rasa cemburu yang tidak bisa dikendalikan.
Edgar mengundang Linda dalam dansa pembukaan di depan semua orang. Sama saja dengan mengakui hubungan dia dan Linda,membuat Linda bersinar!
Linda kampungan ini sebenarnya ada sihir apa, bisa memikat Edgar?
“Milla, jangan khawatir, Linda tidak akan bersinar lama.” Melihat ekspresi Milla yang marah, Lenira menghibur di samping.
Milla ersadar, dia mengalihkan pandangan dan tidak lagi melihat Linda di tengah lantai dansa, lalu berkata dengan geram, “Benar, Linda, aku mau lihat kamu masih bisa sombong seberapa lama!”
Satu lagu berakhir, perjamuan dimulai secara resmi.
Sejenak, Edgar minum beberapa gelas, ketika mendongak kembali malah tidak melihat Linda.
Linda sebenarnya tidak begitu suka dengan acara yang ramai seperti ini. Oleh karena itu, dia duduk di sebuah sudut.
Dia sedang bersiap pergi mengambil kue, tiba-tiba terdengar suara yang magnetis, “Linda, apakah aku boleh duduk?”
Linda mendongak, ternyata adalah Jonatan .
“Terserah.” kata Linda.
Jonatan duduk di samping Linda, lalu memiringkan tubuh melihatnya, “Linda, mengenai rencana Star Entertainment, aku masih belum selesai menjelaskannya.”
Terakhir kali dia dan Linda janjian di restoran merundingkan proposal, namun dipatahkan oleh kemunculan Edgar yang mendadak.
“Em, nanti kirim ke emailku saja, aku akan melihatnya kalau ada waktu.”Linda mengambil jus jeruk di atas meja dan meneguknya.
Jonatan tiba-tiba mengalihkan pembicaraan, “Linda, apakah aku boleh bertanya?”
Linda mengangguk, “Apa?”
“Antara kamu dan Edgar ... benarkah hanya hubungan kontrak?” tanya Jonatan dengan mata suram.
Jonatan tahu, Edgar terhadap Linda bukan hanya hubungan kontrak semata.
__ADS_1
Linda menaikkan bibirnya, “Kalau tidak?”
Jawaban Linda membuat Jonatan merasa senang, dia bertanya lagi, “Kalau begitu, kamu tidak pernah menyukai Edgar?”
Menyukai Edgar?
Ini adalah pertanyaan yang selalu Linda hindari.
Sebenarnya saat ini, Linda sendiri juga tidak jelas. Sebenarnya perasaan dia terhadap Edgar itu apa.
Namun ada satu hal Linda sangat jelas. Yaitu, orang yang Edgar sukai adalah Candy.
Mengingat sampai sini, Linda merapatkan bibirnya, kemudian berkata dengan santai, “Tidak ada, aku tidak menyukai Edgar . Antara aku dan dia hanya hubungan kontrak, itu saja.”
Sosok Edgar yang tinggi bersembunyi di bawah lampu yang redup.
Dia mencari Linda kemana-mana, malah melihat Linda dan Jonatan duduk di sofa sudut.
Dia berjalan ke sana, malah mendengar suara Linda yang tidak peduli.
“Aku tidak menyukai Edgar.
Antara aku dan dia hanya hubungan kontrak, itu saja.”
Edgar berwajah dingin berjalan ke sana dan memandangi Linda , “Linda , ulangi sekali lagi perkataan barusan.”
Linda tercengang, Edgar kenapa tiba di depannya tanpa suara.
Apa yang dia katakan pada Jonatan barusan, dia sudah mendengar semuanya?
Linda tersenyum datar, “Maaf, aku bicara tidak suka mengulangi dua kali.”
Empat mata saling bertatapan, LInda merasakan tekanan rendah di sekujur tubuh Edgar, udara seperti sudah menjadi padat.
Disaat itulah, Milla menginjakkan highheels berjalan datang dan berkata manis, “Edgar, apakah boleh aku meminta berdansa?”
Terdiam selama dua detik, Edgar mengangguk dan berkata, “Boleh.”
“Edgar, benarkah kamu bersedia berdansa denganku?” Milla sungguh tidak percaya dengan telinganya, nada suaranya begitu senang.
Edgar setuju berdansa dengannya, dia tidak sedang bermimpi kan?
Mengingat malam itu, Linda salah paham dia dan Milla bersama lalu cemburu. Edgar lantas mengaitkan sudut bibirnya.
Dia melihat LInda dengan dalam, kemudian memeluk Milla memasuki lantai dansa.
“Edgar, aku tahu, di dalam hatimu ada aku.” Milla tidak bisa mengendalikan rasa haru di dalam hatinya. Seluruh dirinya menempel pada Edgar.
__ADS_1
Edgar melirik dia sekilas dengan datar. Sudut mata malah terus menatap erat pada sosok cantik di sudut itu.