Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 79


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


"Tidak ada hubungannya denganmu." Edgar pelan-pelan memejamkan matanya dan menjawab dengan dingin.



Sikap dinginnya membuat hati Feli terasa berat.



Di dalam hatinya, dia berharap Edgar sama sekali tidak menyukai Linda. Hanya karena Kakek, dia baru menerima Linda sebagai tunangannya.



Tapi... baru saja, tatapan mata Edgar saat melihat LInda jelas-jelas tampak rasa sayang.



Tatapan mata seperti itu, sama sekali belum pernah terlihat oleh Feli .



"Apa masih ada yang lain?" Melihat Feli melongo di sana, Edgar bertanya sambil mengerutkan alisnya.



Feli kembali tersadar. Pandangan matanya jatuh pada kasa balut pada tangan kanan Edgar. Dia bertanya dengan penuh perhatian. "Kakak Sepupu, apa yang terjadi pada tanganmu?"



"Tidak apa-apa. Aku sedikit terluka." wajah Edgar tidak berekspresi.



"Terluka? Bagaimana bisa terluka? Apakah ada hubungannnya dengan Linda?"



"Tidak apa-apa." Edgar mengetkan bibirnya yang tipis. Dengan suara berat dia mengingatkan: "Jangan beri tahu Ibuku."


__ADS_1


"Aku tidak akan membuat Bibi khawatir." Feli mengangguk. Tidak lupa menyalahkan Linda, dia kembali berkata: "Kakak Sepupu, kamu sedang terluka, mengapa Linda tidak tinggal dan menjagamu? Apakah ada hal yang lebih penting baginya daripada dirimu?"



Mata Edgar tampak meredup. "Ada urusan di kantor."



"Kakak Spupu. Kalau bgitu, aku saja yang menjagamu." Nada suara Feli terdengar penuh harap.



Edgar menolaknya. Dengan dingin dia memberi perintah: "Tidak perlu. Ada yang harus aku lakukan. Cepatlah pulang."



Setelah berkata demikian, Edgar membalikkan tubuhnya dan kembali ke ruang baca. Dia hanya meninggalkan bayangan punggungnya yang dingin untuk Feli..



Di atas lantai masih terburai makan pagi yang telah dia siapkan sendiri.



Antusiasme Feli bagaikan disiram dengan seember air dingin.




Dia pasti akan memikirkan segala cara untuk mengusir LInda.



.........................................................................



Saat Linda tiba di kantor, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas. Dia membuka komputernya, lalu kembali mengerjakan tabel yang sedang disusunya semalam.



Saat sedang berkonsentrasi bekerja, ponselnya tiba-tiba berbunyi.



Dia menundukkan kepala dan melihat, Bruce yang meneleponnya.

__ADS_1



Linda mengangkat telepon itu dan berkata: "Halo Tuan Bruce. Anda bicara dengan Linda."



"Nona Linda, apa kabar." Suara Bruce terdengar dari ujung telepon yang satu lagi. Nada bicaranya terdengar tidak sabar lagi: "Mengenai seri Ice and Fire. Kapan kita bisa memasarkannya secara resmi? Kami ingin mengerti lebih jauh tentang perencanaan kuantitas produksi. Apakah Nona Linda ada waktu?"



"Tidak masalah. Sore ini, bisa." Linda melihat layar ponselnya. Sore nanti, seharusnya dia bisa menyelesaikan proposal rancangan.



"Baiklah. Sampai jumpa sore nanti." Bruce memutuskan sambungan telepon itu dengan puas.



Kemarin, rancangan Ice and Fire milik LInda benar-benar menakjubkan. Hal ini membuat Bruce tidak sabar ingin segera memasarkannya. Dia percaya, produk ini pasti akan memecahkan rekor penjualan sebelumnya.



Dan juga, Linda... sedikit menarik.



Jam tiga sore, Bruce membawa asistennya dan tiba tepat waktu di Perusahaan Lion.



Linda sudah menyiapkan segalanya. Wajahnya dipenuhi senyuman. "Tuan Bruce. Proposal untuk seri Ice dan Fire sudah kusiapkan. Mari kita bicarakan di dalam ruang pertemuann."



"Oke!"



Mereka masuk ke dalam ruang rapat. Baru saja duduk dan menunggu Linda bersiap membuka komputer, tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki yang bergegas mendekat.



Pintu ruang rapat berdebam terbuka.



Linda mengerenyit. Siapa yang begitu tidak sopan?

__ADS_1


__ADS_2