
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
“Buka dan lihatlah.” Kata Edgar lembut.
Dengan perasaan sedikit curiga, Linda perlahan membukanya, aroma masakan lezat pun menyapu seluruh ruangan, semua isinya adalah makanan favoritnya.
“Darimana semua ini?” Linda terus mencium aroma itu. Barusan, dia memang terlalu fokus bekerja hingga lupa makan malam, namun kini, setelah mencium aroma makanan kesukannya, perutnya tiba-tiba mulai keroncongan.
Edgar tersenyum melirik ke arahnya, “Aku yang memasaknya.”
Dia tahu bahwa begitu Linda fokus bekerja, maka dia akan lupa makan malam. Edgar pun memutuskan untuk pulang sebentar, memasak beberapa makanan kesukaannya lalu kembali ke kantor untuk membawakannya makan malam.
Hatinya tersentuh, ada kehangatan yang tidak bisa dijelaskan, dia pun tersenyum, “Terima kasih.”
“Coba dulu suka atau tidak.” Edgar duduk di kursi yang ada di sebelah Linda , menatapnya dalam-dalam, sudut bibirnya mulai melengkung dan menebarkan senyuman.
__ADS_1
“Lezat sekali.” Linda mengangguk dan memujinya dengan jujur.
Tepat saat itu juga, ponsel Linda berdering, dia melirik melihat nama Jonathan pada layar ponselnya.
Namun ekspresi Edgar mulai sedikit tenggelam begitu tak sengaja melihat nama Jonathan terpampang di layar ponsel Linda.
Linda melirik kea rah Edgar,sedikit mengabaikan ekspresinya, lalu segera menjawab telponnya, “Jonathan, ada apa malam-malam menghubungiku?”
“Iya, ini aku, .” Suara Jonathan terdengar berat, terdengar begitu sangat khawatir, “Aku melihat berita tentang love & love hari ini, dan aku tahu bahwa itu sangat penting bagimu. Tapi, memang itu sangat tidak menguntungkanmu. Tapi kamu tenang saja, aku bisa menjadi saksi bahwa kamu tidak menjiplak.”
Sampel “Ice and Fire” memang sudah terbuat ketika Jonathan sedang syuting iklan, mereka pun menggunakannya selama proses syuting berlangsung, jadi Jonathan bisa benar-benar membuktikan bahwa “Ice and Fire” dihasilkan sebelum love & love mengeluarkan berita ini.
Tapi, love & love juga pasti sudah memikirkan kemungkinan yang akan terjadi seperti ini, dia pasti akan memiliki rencana lainnya untuk tetap menyerang Perusahaan Lion.
Mungkin memang bukan hal yang mudah menghadapi acara konfrensi pers dua hari lagi, bahkan ketika semua orang melihatmu sebagai seorang plagiat, menjiplak hasil karya love & love.
Linda tersenyum ringan, “Terima kasih, aku bisa menanganinya sendiri. Sekarang, sebenarnya yang aku khawatirkan adalah, bagaimana bisa desainku diketahui oleh orang lain.”
__ADS_1
Yang mengetahui desain ice and fire tidak banyak, tapi juga bukan sedikit orang yang mengetahuinya.
Dari bagian desainer perusahaan, ada Sherrie. Dari pihak perwakilan Perancis, ada Bruce dan juga asisten pribadinya, ada juga fotografer pemotretan iklan, pihak ambassador, bahkan beberapa atasan perusahaanpun mengetahuinya, mereka semua pernah melihat sampel perhiasan “ice and fire”.
Dengan kata lain, bisa jadi diantara mereka lah yang membocorkan desain “Ice and Fire” ini.
“Menurutmu siapa?” Tanya Jonathan dalam telpon.
Linda seperti merasakan hembusan nafas pria yang sedang duduk di sampingnya, lalu menyipitkan matanya, “Entahlah.”
Setelah menutup telponnya, Linda mengangkat sebelah sudut bibirnya, lalu berbalik menatap Edgar, “Edgar, siapa menurutmu yang telah membocorkannya?”
Edgar hanya menjawab ringan namun penuh kepastian, “Aku sudah meminta Robert untuk mencari tahu masalah ini, kalau tidak ada masalah, hasilnya akan keluar dalam waktu dekat.”
Linda mengangguk, dan berhenti membicarakan topic ini.
Setelah menyantap makan malam yang dibawakan oleh Edgar dengan penuh kasih sayang, Linda awalnya ingin melanjutkan pekerjaannya, tapi Edgar justru memaksa Linda untuk pulang.
__ADS_1
“Kesehatanmu akan terganggu, sebaiknya kamu lekas istirahat.” Ujar Edgar Tegas.