Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 94


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Linda kehilangan kata-kata: “.......”


Suara tuk terdengar dari belakang Feli.


Feli tercengang kemudian berbagai macam emosi yang kompleks membanjiri hatinya.


Edgar membuang salep yang dia antarkan khusus untuknya!


Semua ini dihasut oleh Linda si j414ng itu!


Api cemburu di dalam hati Feli membara.


Dia semakin tidak sabar ingin mengusir pergi Linda!


Tetapi, Edgar melindungi Linda, bahkan Tante tidak ada cara.


Tiba-tiba, pikiran Feli terlintas sebuah cahaya.


Bukan dia sendiri saja yang ingin mengusir pergi Linda.


Misalnya Milla Xu, niat ingin mengusir pergi Linda tidak kalah darinya.

__ADS_1


Meskipun Feli membenci Milla, tetapi saat ini, Feli lebih benci dengan Linda.


Dia mengerti, Milla hanya cinta bertepuk sebelah tangan, Elsgar sama sekali tidak menyukai Milla, saingan utama dia adalah Linda.


Mungkin, dia bisa memperalat Milla , membiarkan mereka bersaing kemudian dirinya mendapatkan keuntungan.


Begitu waktu pulang kerja tiba, Edgar lantas membawa Linda pulang ke Kota Baru Air Moon.


Ibu Wang sudah memasak, semua makanan kesukaan Linda.


“Tuan, Nona , tidak ada urusan saya pergi dulu.” Ibu Wang tersenyum.


Edgar mengangguk, mengambil sepotong daging sapi dan meletakkan ke dalam mangkuk Linda. Tatapan datar melihat padanya: “Lihat apakah sesuai selera.”


“Sangat enak.” Linda mencicipinya, renyah dan empuk.


Fitur wajahnya sangat indah, wajah tiga dimensi tampaknya diukir dengan hati-hati oleh Tuhan, sekalipun makan malam sederhana, juga terlihat begitu mulia dan sempurna.


Linda tertegun sejenak: “Emm, terima kasih.”


“Antara kita tidak perlu begitu sungkan.” Edgar berkata datar.


Linda tersenyum, mendongak dan tidak sengaja bertatapan dengan Edgar. Matanya seperti lautan yang luas, dalam tak tertebak, bergulir dengan sepenggal kedalaman yang tidak diketahui maknanya, seolah-olah bisa menyerap jiwa seseorang.


Dia semakin merasa kalau lelaki ini sungguh tampan.


“Sudah cukup lihatnya?” Edgar mendadak berkata.


Suara yang magnetis masuk ke dalam telinga Linda, dia merasa canggung: “Siapa yang lihat kamu?”

__ADS_1


“Aku sudah melihatnya.” Edgar tertawa pelan.


Linda Kesel melototnya sekilas: “Kalau kamu tidak melihatku, kenapa bisa melihatnya?”


Edgar menaikkan alis dan melihat Linda dengan setengah tersenyum: “Benar, aku tidak menyangkal, kamu sangat cantik Dan imut.”


Wajah Linda sedikit merah, apakah Edgar perlu begitu pandai menggoda, bukankah angkuh dan dingin!


Suasana di dalam ruang makan sedikit canggung.


Disaat itulah, handphon Linda berdering di waktu yang tidak tepat.


Linda mengambil handphone dan melihatnya, telepon dari Jonatan.


Teringat dengan perkataan Edgar pagi ini padanya, Linda langsung menekan tombol menolak panggilan.


“Kenapa tidak mengangkat telepon?” Edgar bertanya dengan nada suram.


Linda batuk pelan: “ Tidak penting, Itu cuma Iklan.”


Baru selesai bicara, nada dering handphone kembali berdering, masih dari Jonatan Shen.


Jonatan sepertinya tidak menyerah, kalau Linda tidak mengangkat maka akan terus menelepon sampai Linda mengangkat teleponmya.


Linda mengernyitkan alis, mengambil handphone dan berdiri: “Maaf, aku angkat telepon.”


Melihat punggung cantik Linda yang menghilang di pintu masuk ruang makan, wajah tampan Edgar menjadi kelam Dan kolam.


Telepon dari siapa? Masih harus mengangkat membelakanginya?

__ADS_1


__ADS_2